RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2016

Dear My Self

Dear my self.. 
Teruslah berani dalam menghadapi dunia ini. Teruslah memberi banyak kebahagiaan u/ banyak orang. Teruslah menghadirkan banyak senyuman pada siapapun yang membersamaimu dan siapapun yang kau bersamai. 

Dear my self.. 
Tetaplah tenang, apapun yang terjadi. Karena sesungguhnya ketenangan akan lebih membuatmu merasakan makna-makna yang sangat berharga. Karena sesungguhnya ketenangan juga membuatmu lebih tajam melihat banyak hal yang positif. Karena sesungguhnya ketenangan membuatmu paham langkah-langkah mana yang menyenangkan dalam dunia petualanganmu. Karena ketenangan, hadirlah keyakinan yang sangaaaat kuat. 

Dear my self.. 
Tetaplah semangat dan jagalah keinginan yang membara itu. Menyukai apa yang kau miliki sekarang dan mensyukurinya adalah hal yang terbaik. Dan bersyukur belum cukup dengan sekedar alhamdulillah, tapi bersyukur adalah tentang bagaimana kau bisa berjalan lebih jauh, melompat lebih tinggi, menjadi lebih baik, kemudian memberikan yang terbaik. 

Dear my self.. 
Setiap datang peluang yang baik, ambillah. Karena yang datang, barang sedetik pun, itu sudah diskenariokan oleh Sang Maha Perancang Kejadian. 

Dear my self.. 
Selalu jaga pikiranmu yang meluas dan tetap positif. Kau tidak akan tau apakah itu benar yang terbaik atau yang sangat baik, tapi mempelajari banyak hal dengan pikiran, perasaan, dan motivasi positif sungguh akan memberi dampak sekarang dan nanti. 

Dear my self.. 
Berilah berilah kebaikan atas kebaikan, berilah kebaikan juga u/ kebaikan yang masih belum maksimal. Jadilah pemaaf, bukankah Allah telah menjanjikan surga-Nya yang seluas langit dan bumi untukmu? 

Dear my self.. 
Sesungguhnya akan terjadi pengulangan-pengulangan dalam hidup ini sampai kita benar bisa, benar mampu, benar pantas untuk terus berlanjut. Jika kau ingin berlari, maka berlarilah. Teruslah berlari hingga kau merasa puas, hingga kau merasa lega. Tapi pastikan bahwa kau senantiasa berlari jauh, jauh, dan jauh menuju impian terbesarmu. Kemanapun kau mengarahkan larimu, maka pada akhirnya kau akan sampai pada tujuanmu, sebanyak apapun kau mengambil arah berputar. 

Dear my self.. 
Sesungguhnya bukan kau yang mengejar mimpi-mimpi kita. Ini adalah perihal bagaimana mimpi-mimpi itu telah menunggumu atau bahkan sekarang sedang mimpi-mimpimu itu berlari mengejarmu. Seru kan? 

Pada akhirnya hanya ada satu hal : segigih apa kau mampu mendekat pada Yang Maha Memiliki itu semua. 

Semua mungkin karena Ridho-Nya! 

Dear my self.. 
Senyum telah terukir, pikiran pun lebih sejuk. Alam semesta akan mendukung. Ayo benar2 mulai petualanganmu di bumi Allah yang penuh kenikmatan. Maka kau akan bahagia, maka semua orang pun akan bahagia juga. 

Dear my self.. 
Let's do this together!  

Kamis, 09 Juli 2015

Yakin 100%


Crown Imperial (Sebuah Kekuatan)

Dalam setiap apa yang akan dan sedang kita lakukan, kita memerlukan keyakinan. Ya, keyakinan yang kuat yang akan menjaga semangat kita dalam melakukan banyak hal dalam perjalanan hidup ini.

Manusia bergerak atas dasar keyakinan. Dan mereka yang disebut memiliki keyakinan, merekalah yang berkata "Saya BISA!", "Saya Sanggup!", lalu muncullah kemampuan. Lalu muncullah keahlian.

Keyakinan adalah sebuah kekuatan diri yang harus senantiasa dijaga dan ditambah. Mereka yang tidak yakin akan mudah terbawa keadaan dan terbawa perasaan. Namun, bagi mereka yang yakin mereka tetap bisa bersikap tenang, berkepala dingin sambil terus bekerja melakukan hal-hal yang menjadi kewajiban dan yang perlu dilakukan. 

Mereka yang memiliki keyakinan yang kuat dan kekuatan keyakinannya itu selalu terjaga, merekalah yang sudah terbiasa meninggalkan zona-zona aman dan nyaman, merekalah yang terbiasa berhadapan dengan kerja-kerja berat bagaimanapun keadaannya.

Di saat luang, mereka mencari-cari karya apa yang dapat dihasilkan. Di saat yang padat, mereka tidak mengeluh dan lakukan saja apa yang memang harus dilakukan. 

Merekalah yang yakin. Yakin bahwa sesungguhnya apapun yang mereka perbuat dalam kehidupan mereka adalah merupakan bekal untuk perjalanan untuk menikmati perjalanan setelah kehidupan ini.

Merekalah yang yakin. Yakin bahwa tugas manusia adalah berusaha dan hasilnya 100% diserahkan pada Yang Maha Kuasa. Ingat, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Kalaupun iya, itu bukan sebuah pengkhianatan. Namun, ada sesuatu yang harus kita perbaiki dalam usaha kita.

Merekalah yang yakin. Merakalah yang hatinya tidak cepat lelah.

Merekalah yang yakin. Mereka yang senantiasa berusaha untuk menambah keyakinannya dengan beribadah, dengan lebih mendekat dengan Sang Maha Pemilik Jiwa. Terus, terus, dan terus mendekat.

Merekalah yang yakin. Merekalah yang memiliki mental pemenang, bukan mental orang gagal. Yang selalu ada ribuan solusi, bukan yang selalu ada alasan dan mencari kesalahan.

Merekalah yang yakin. Mereka yang berusaha untuk dapat merespon dengan baik dalam keadaan apapun.

Sejauh mana kita mencari solusi  itu berdasarkan sekuat mana keyakinan kita. Sekuat mana keyakinan kita untuk bisa lulus dengan baik dari semua masalah yang ada. Sekuat mana keyakinan kita untuk bisa menjadi diri yang lebih baik. Sekuat mana keyakinan kita untuk bisa membuat orang lain menjadi lebih baik pula.

Mereka. Bukan hanya mereka yang punya keyakinan kuat. Tapi kita juga, saya juga punya keyakinan yang kuat.

Terus perkuat keyakinan kita dalam menjalani banyak pekerjaan. Ketika ada keraguan, tidak boleh begitu saja kita berhenti, bisa jadi kita kurang paham sehingga keyakinan kita kurang maksimal. Maka benar, dalam setiap hal yang akan kita lakukan kita harus memiliki dulu pemahaman yang benar tentangnya sehingga dalam menjalaninya akan ikhlas. Jika sudah ikhlas, in sya Allah semuanya akan terasa ringan. 

Kamis, 04 September 2014

Prinsip Rumah Kebakaran


"Kalau kamu mau ngajak orang, pakenya Prinsip Rumah Kebakaran," Katanya.
Ah, sudah sejak sekian lama akhirnya kudengar lagi kata-kata petuah darinya. Beruntung pagi ini aku berangkat lebih awal ke rumahnya sehingga begitu selesai dengan rutinitas pagi yang kujalani beberapa waktu terakhir ---berkunjung ke rumah beliau setiap pagi, menabung untuk bekal nanti---, aku bisa mendengar inspirasi pagi lagi darinya.

"Udah pernah dengar belum?" Lanjutnya dengan pertanyaan.
"Baru, baru kali ini." Kataku sambil memasang ekspresi antusias, ingin sekali mendengar penjelasannya.

"Iya, kalau kamu ngajakin orang apalagi kalau ngajakin buat yang baik-baik, prinsip ini. Coba ceritakan situasi jika rumahmu kebakaran dan ada banyak orang di dalamnya sedang terlelap terbuai mimpi."
Malah aku yang diminta bercerita, "Kalau aku menjadi satu-satunya orang yang bangun, ketika melihat api saya langsung berteriak berharap semua bisa bangun kemudian keluar bersama. Mungkin ditambah juga sama acara gedor-gedor pintu, apapun yang bisa membuat mereka menyelamatkan diri segera."
"Normal."
"Eh?" Maksudnya? Sudah pasti begitu, kan?

"Apa ada orang yang posisinya sama denganmu di ceritamu yang dengan keluar nyelametin dirinya sendiri karena dia nggak ngerti cara madamin api dan nggak bangunin karena dikira bakal ngeganggu?" Dia bertanya lagi.
"Kayaknya kalau ada api besar di rumah langsung refleks bergerak deh. Respon paling umum berteriak : TOLONG! Kemudian yang lain bisa tersadar dan kebanyakan panik lalu keluar tanpa memikirkan apa-apa kecuali harus selamat."

"Nah, ngajakin orang buat kebaikan juga gitu. Kalau kita nunggu ngerti, kita nunggu bisa, bisa jadi malah kitalah yang bikin banyak orang jadi rugi. Bayangin kalau kita keluar rumah yang kebakaran sendirian terus yang lain masih di dalam rumah dan akhirnya mati terbakar?"
"Bisa-bisa kita dituduh tersangka pembunuhan."
"Hahaha. Insting detektifmu keluar lagi, eh?"
Dalam diam aku mengernyitkan dahi melihatnya. Hei, yang ingin kudengar itu penjelasanmu!

"Orang-orang di dalam rumah emang bakal selamat kalau apinya segera dipadamin. Tapi, apa kita harus menunggu diri kita bisa madamin api baru kita bisa menyelamatkan mereka? Keburu jadi mayatlah mereka nungguin kita lama. Yang penting kita ada usaha buat nyelametin mereka."
"Ya, bener sih."
"Ngajakin berbuat baik. ngingetin sesama, nggak perlu nunggu kita expert 100%. Yang penting kita udah usaha buat ngerti dan bisa tentang apa yang kita ajak, sama yang penting kita harus punya kemauan. Kita ya cuma ngarep selamat sama-sama yang lain ke Allah. Emang mau masuk surga sendirian? Ya, walau nggak tentu akhirnya masuk surga. Yang penting usaha."


Minggu, 29 Juni 2014

Komik Ceria Ramadhan

Ramadhan datang, apa rencanamu untuk menghiasi hari-harimu di bulan penuh berkah ini?
Ada inspirasi menarik yang saya temukan ketika blogwalking. Tepatnya dari buahatikusurgaku.blogspot.nl dari sebuah artikelnya yang berjudul Komik Muslim Seputar Agenda Harian Ramadhan. Nah ini dia!

Sepuluh Hari Pertama


Sepuluh Hari Kedua


Sepuluh Hari Ketiga


Dalam tulisan aslinya gambar-gambar tersebut terpisah satu-satu. Namun di sini saya buat paket per sepuluh hari. Saya terinspirasi, semoga inspirasi ini dapat menular juga. Semoga melalui Ramadhan ini akan ada lebih banyak perbaikan pada diri kita. Amiin...


Kamis, 25 April 2013

Lebih Dekat dengan Al-Qur'an

Ini bisa dibilang tulisan pelengkap Rumus Canggihku yang ditulis beberapa waktu silam. Alhamdulillah dapat ilmu baru, alhamdulillah ada kesempatan untuk berbagi. 



KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGAMALKAN AL-QUR'AN
1. Diberi syafa'at pada Hari Kiamat (HR. Muslim). Riyadhush Shalihin 991, 992

2. Menjadi keluarga Allah
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia." Para sahabat bertanya, "Siapa mereka ya Rasulullah?" Rasullah SAW menjawab, "Para ahli Al-Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

3. Pada Hari Kiamat orang tuanya akan dipakaikan mahkota yang cahayanya lebih indah dari matahari.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca Al-Qur'an dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada Hari Kiamat yang cahayanya akan lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah di dunia ini." (HR. Abu Dawud)

4. Pada Hari Kiamat dipakaikan mahkota dari cahaya dan orang tuanya dipakaikan  pakaian yang indah tiada banding di dunia.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya mahkota yang terbuat dari cahaya, dan kedua orang tuamu akan dipakaikan sepasang pkaian yang indah tiada bandingnya di dunia ini. Orang tuanya akan bertanya kepada Allah, 'Mengapa kami diperlakukan demikian. Jawab Allah, 'Karena klian telah menjadikan anak kalian sebagai pembaca Al-Qur'an''" (HR. Hakim)

Sudahkah membaca Al-Qur'an hari ini?
Berapa target minimal bacaan Al-Qur'anmu setiap hari?

KEUTAMAAN MENGHAFAL AL-QUR'AN
1. Mendapat kedudukan tinggi di surga sesuai dengan jumlah hafalanny. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Riyadhush Shalihin 1001

2. Mendapat Tasyrif Nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)
Adalah Nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al-Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)

3. Diangkat menjadi pemimpin meski paling muda usianya.
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, "Rasulullah SAW telah mengurus sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada sahabat yang paling muda usianya beliau bertanya, 'Surat apa yang kau hafal?' Ia menjawab, 'Aku hafal surat ini... surat ini... dan surat Al-Baqarah.' 'Benarkah kamu hafal sural Al-Baqarah?' Tanya Nabi lagi. Sahabat menjawab, 'Benar'. Nabi bersabda, 'Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi'." (HR. At-turmudzi dan An-nasa'i)

4. Berhak menjadi Imam
Rasulullah SAW bersabda, "Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)

5. Terlindung dari Dajjal jika hafal 10 ayat permulaan surat Al-Kahfi (HR. Muslim) Riyadush Shalihin 1021.

6. Jika tidak punya sedikitpun hafalan Al-Qur'an seperti rumah tak berpenghuni. (HR. Tirmidzi)
Rumah kosong tak berpenghuni akan memudahkan orang berakhlak setan untuk mencuri isinya.

7. Termasuk orang yang mengagungkan Allah.
"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah, menghormati orang tua, penghafal Al-Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan penguasa yang adil." (HR. Abu Dawud)

8. Nikmat mampu menghafal Al-Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu.
"Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabiannya."

Sudah berapa juz hafalanmu?

KEUTAMAAN MEMPELAJARI AL-QUR'AN DAN MENGAJARKANNYA
1. Menjadi manusia terbaik (HR. Bukhari). Riyaduhs Shalihin 993.
2. Menjadi Rabbani (Orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah swt) (QS. Ali Imran : 79)

Berapa ayat yang sudah kau pelajari ajarkan?

Subhanallah! Betapa Allah sudah menjanjikan banyak kemuliaan-kemuliaan untuk orang yang senantiasa istiqomah dalam membaca Al-Qur'an, mengamalkannya, menghafalnya, mempelajari, dan mengajarkannya. Tinggal bagaimana kita sebagai hamba-Nya mau atau tidak melaksanakannya setelah Allah menunjukkan jalan-Nya.  Bila dalam waktu yang sangat luang bisa jadi kita mudah melaksanakannya, namun jika waktu kita sempit karena banyaknya aktivitas yang harus kita jalani, masihkah bisa menjaga amalan-amalan yang disukai oleh Allah ini?

Berat. Memang berat melaksanakannya di waktu yang sempit. Tapi ini layaknya sedekah. Sedekah ketika kita dalam keadaan serba berkecukupan tentu akan sangat mudah mengeluarkan sebagian harta untuk bersedekah. Namun, bila hidup kita serba pas-pasan namun ada orang lain yang juga membutuhkan, maukah kita berbagi sedekah? Jika kita mau, maka itu yang lebih Allah sukai. Sama halnya dengan menghafal dan mempelajari Al-Qur'an di sela-sela kesibukan. 

Semoga selalu dimudahkan ya semuanya.
Dan semoga semakin dekat untuk mendapatkan Rahmat-Nya, karena Allah akan memasukkan kita ke dalam syurga bukan karena amalan saja, namun lebih karena Rahmat-Nya.

Amiinnn...

Maraji'
Imam Nawawi, Riyadush Shalihin Jilid 2
Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kita Sukses  Menjadi Hafidz Qur'an Da'iyah
Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al-Qur'an

Selasa, 05 Februari 2013

Pemanggil Kegagalan


[Magnolia]
Sukses itu termasuk keindahan istimewa. 
Jangan biarkan kegagalan terus mengotorinya. Cegah dan hentikanlah ia.

Banyak orang pernah mengalami yang namanya kegagalan. Saya pun pernah mengalaminya. Tidak hanya sekali, tapi terjadi berkali-kali. Tapi itu tidak penting karena banyaknya kegagalan bukan untuk dibanggakan, tapi bisa bangkit dari kegagalan lalu bisa melesat cepat pada keberhasilan, itu baru hebat.

Yang belum merasakan, jangan senang dulu. Hehehehe. Karena kita sebagai manusia biasa tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi nanti bukan? Walau sedetik kemudian, kita tidak tahu karena ada banyak sekali kemungkinan dan kehendak Tuhan pastinya.

Boleh dicoba. Yang ingin GAGAL, silakan lakukan hal-hal di bawah ini :

1. Disorientasi niat dan kepahaman
Setiap perbuatan awali dengan niat yang baik. Kita sudah awali dengan niat baik, kita paham benar dengan apa yang harus kita lakukan. Lalu kita berada di jalan yang lurus. Apa yang terjadi jika kita melenceng yang kemudian dilanjutkan dengan kehilangan arah dan tak tahu jalan pulang? Ini, disorientasi.

2. Bersikap lalai
Kita tahu itu harus dilakukan, namun kita terlalu banyak mentolerir diri hingga akhirnya kita lupa dengan apa yang menjadi kewajiban kita. 

3. Bermalas-malasan
Beritahu saya, siapa orang sukses yang sukses karena dia bermalas-malasan menggapai kesuksesannya?

4. Stagnan
Mentok. Di situ-situ saja. Padahal zaman sudah berubah. Kondisi pun menjadi lebih kompleks. Tapi stagnan beda dengan prinsip lho ya, kawan...

5. Tidak mengindahkan instrospeksi
Kita renungkan mengapa kita bisa sampai saat ini terutama tentang kesalahan-kesalahan kita yang akan kita perbaiki. Kita jadi tahu dari mana akar masalahnya. Tapi, semua itu hanya sejenak. Ckckck.

6. Berlaku seenak jidat
Hidup itu ada aturannya. Tertulis maupun tidak. Tidak semua hal bebas kita lakukan. Di sini kita belajar hak dan kewajiban. Walaupun dalam kenyatannya itu bisa dikondisikan.

7. Memusingkan kepusingan
Dalam hidup, tentu masalah datang dan pergi sesuai keinginan kita atau pun tidak. Wajar memang kalau kita jadi merasa terbebani, tapi jangan berlarut-larut karena yang sebaiknya kita lakukan adalah mengurai benang kusut, memisahkannya, lalu menggulungnya dengan rapi satu per satu.

8. Tidak sadar diri
Kita harus sadar siapa kita, tanggung jawab kita apa, siapa yang membuat kita menjadi seperti saat ini, untuk apa kita melakukan ini semua.

9. Menutup telinga dari nasihat
Hati-hati, barangsiapa yang enggan mendengarkan nasihat, merasa panas dengan mendengarkan nasihat, itu pertanda hati kurang sehat. Ya, obati dengan obat hati yang 5 perkara.

Mungkin masih banyak lagi, namun pemanggil kegagalan yang saya sadari 9 hal adanya. Dan, wajarlah kita ketika pada suatu saat kita tidak sadar bahwa kita telah memanggilnya. Sebelum dia datang cegahlah, sebelum dia datang hentikalah. Cegah dan hentikan dengan menggunakan kesungguhan hati nurani dan meminta perlindungan dari-Nya...

Sabtu, 08 Desember 2012

Sebuah Kontribusi



Bagaimana kau memaknai sebuah KONTRIBUSI?

Yang namanya kontribusi itu harus TOTALITAS.
Setiap kontribusi yang mampu kau sumbangkan untuk orang banyak, sekecil apapun itu, semuanya dilakukan dengan maksimal. Tak ada pilih-pilih yang berat maupun ringan. Tak ada kata sepele.

Kontribusi butuh KESABARAN.
Kesabaran yang bagaimana?
Kesabaran yang tiada hentinya, kesabaran yang terus menerus.
Sabar tidak ada batasnya. Diri kita sendirilah yang membatasinya.

Kontribusi itu dibarengi dengan KEYAKINAN.
Yakin dengan apa yang dilakukan.
Yakin bahwa setelah ada kesulitan ada kemudahan.
Yakin ketika dilakukan dengan ikhlas dan dilakukan karena-Nya, maka surgapun bisa menjadi balasan.

UKHUWAH, rasa persaudaraan dan kekeluargaan..
Dengannya, kontribusi akan menjadi semakin mantap!
Dengannya, akan lebih mudah bergerak menuju tujuan yang sama.

Bukan bagaimana cara kita berlomba-lomba untuk banyak berkontribusi.
Bukan, bukan berapa banyak kontribusi kita.
Tapi bagaimana kita bisa menghadirkan ruh dalam setiap kontribusi yang kita lakukan.
Ruh kontribusi akan memberi makna yang dalam, akan membawa kesan yang baik, hingga kontribusi itu bisa membekas pada setiap hati milik siapa yang kita berikan kontribusi.

Kontribusi, memberi sebanyak-banyaknya kemanfaatan pada setiap kesempatan yang ada.
Tak ada kata 'tidak bisa', tak ada kata 'menyerah', karena kontribusi adalah bentuk PERJUANGAN yang harus diselesaikan sampai akhir.

Rabu, 05 Desember 2012

Buat Akhir Yang Baik

Di suatu sore menjelang malam, masuklah sms dari seorang sahabat :
"Jika kau tidak bisa memulai dengan baik, maka kau bisa mengakhirinya dengan baik" (Risda_)

Ya, kurang lebih begitulah isinya. Walaupun singkat, namun kata-kata tersebut termasuk kata-kata yang berkesan bagi saya karena setelah dipikir-pikir ada benarnya juga dan bisa bermakna dalam.

Dalam hidup, kita selalu mengalami 3 hal : Awal, tengah, akhir dalam mengerjakan segala sesuatu. Idealnya, sebelum, ketika, dan setelah mengerjakan sesuatu semuanya harus dilakukan dengan baik.

Awal merupakan sebuah ledakan untuk membuat suatu perubahan. Kita mengawali pekerjaan dengan perencanaan yang matang. Mungkin teman-teman sering mendengar bahwa ketika kita gagal merencanakan maka itu sama saja dengan merencanakan kegagalan. 

Tengah. Nah, di sinilah yang disebut sebuah proses menuju akhir. Bagaimana kita melangkah demi selangkah untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Ada yang bilang, yang paling penting adalah prosesnya. Ada benarnya juga. Contoh saja seorang koki handal (mungkin kayak yang di masterchef gitu, hhe), apapun bahan masakannya tetapi ketika diolah dengan baik di tangan sang ahli, hasilnya bisa sangat luar biasa. Hal yang sangat sederhana pun bisa menjadi sangat spesial. Berarti titik tekan di sini adalah seberapa ahli seseorang itu mengerjakan sesuatu agar nanti hasilnya bisa sesuai dengan tujuan. Proses ada yang pendek, ada yang panjang. Ada yang biasa saja, ada yang butuh banyak perjuangan. Dalam proses perlu keberanian! Mengutip perkataan Mas Faldo Maldini (Presma BEM UI '12) dalam suatu training. Keberanian adalah kombinasi dari tengil, agak songong, takut, tapi siap mengambil resiko. Ya, intinya menurut saya keberanian itu berawal dari adanya ketakukan tetapi ada bumbu keyakinan yang mantap dalam hati sehingga jadilah dia ledakan dahsyat yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.  

Tapi...
Tidak semua orang bisa mengawali dan mengerjakan sesuatu dengan baik. Banyak orang yang menyesali perbuatannnya di akhir. Kurang inilah, kurang itulah. Kalau dalam perusahaan atau organisasi, ini bisa saja jadi fatal karena bisa saja nantinya yang akan menanggung banyak kerugiaan adalah generasi selanjutnya.
Lantas, apa yang harus dilakukan sebelum sangat terlambat dan keadaan menjadi sangat parah?

Jawabannya adalah, beri sedikit sentuhan terakhir pada pekerjaanmu di sisa waktu yang ada. Lagi-lagi soal waktu. Ya, masih ada waktu walaupun hanya sedikit! Maksimalkan kinerja, maksimalkan teamwork, maksimalkan yang ada! Hingga pada akhirnya, kita bisa meminimalisir kesan yang negatif.

Semoga dengan adanya kita, orang-orang bisa tersenyum senang.
Ketika orang bisa senang dengan keberadaan kita, itulah kebahagiaan.
Bahagia itu sederhana.

Sekarang sudah memasuki bulan Desember, mari tutup akhir tahun masehi 2012 dengan baik. Antara Januari dan Desember 2012 harus ada perbedaan. Antara 1433 H dan 1434 H pun harus ada perbedaan.
Yuk, sebelum menyesal, mari berjuang membuat akhir yang baik. ^___^

Rabu, 19 September 2012

Cerahlah Langitku


Hari ini langitku terlihat begitu cerah bewarna biru
Memang benar atau efek mentari yang bersinar terlalu terang?
Hei, yang benar saja
Sudah jelas  kalau ada mentari pasti langit terlihat cerah
Hanya sekilas, karena nyatanya langitku begitu redup kemudian
Sebuah keraguan

Kau tahu, aku suka melihat langit
Pikiran kusut, hati berkecamuk, beban bertumpuk
Rasanya semua itu tergantikan oleh kedamaian
Betapa besar dan luas ciptaan Sang Pemilik Alam Semesta itu, membuatku tersadar bahwa semua kejenuhan yang kurasa menjadi sangat kecil, tak berarti, dan hilang
Ringan
Hei lihat, sebenarnya kau mampu menenangkan

Cerahnya langit pagi dan siang
Eloknya lembayung langit sore
Ramainya langit bertabur bintang di malam hari
Ya, itu yang kusuka
Dan mungkin bukan hanya aku saja
Bahkan kau dan banyak orang lain pun sama
Siapa yang lebih memilih sedih daripada bahagia?

Hangatnya sapaan mentari bagiku pertanda
Dinginnya salju yang jatuh adalah pertanda
Turunnya hujan adalah pertanda
Munculnya sang pelangi, itu juga pertanda.
Tanda-tanda kekuasaan-Nya dan ada banyak tanda di sana kalau kau tahu
Misteri sering kali ada untuk mengusik jiwa

Hidup bukan hanya apa yang terjadi dan kau lihat
Pemaknaan terhadapnya itulah yang penting
Langit bukan sekedar langit yang ada di atas sana
Tapi apa yang bisa kau temukan lewat langit
Cerahlah langitku


 (15 September 2012)

Sabtu, 18 Agustus 2012

67 Tahun Merah-Putihku

67 tahun sudah Indonesia MERDEKA.
Lalu apa yang sudah kita lakukan?
Sekedar menikmati kemerdekaankah? Mengisinyakah? Hanya masing-masing yang tahu jawabannya.


Yang pasti semua warga negara Indonesia mempunyai mimpi indah untuk Indonesia.
Bebas korupsi, pemerintah yang cepat tanggap, pemerintah yang jujur dan adil, rakyat yang hidup rukun dan harmonis, negara yang maju dan bebas kemiskinan, semua inginkan itu. 

Negara kita besar. Negara kita kaya. Negara kita subur. Negara kita unik.

MIMPI BESAR tak akan pernah tercapai jika untuk mewujudkannya masih terselip rasa takut. MIMPI itu akan cepat tercapai diimbangi dengan usaha maksimal dan saling mendukung satu sama lain. Semua orang punya masing-masing cara untuk meraih MIMPInya. Untuk Indonesia, kita punya MIMPI BERSAMA : Ingin INDONESIA menjadi NEGARA MAJU. 

Kita telah bermimpi, saatnya kita BANGUN dari tidur panjang dengan banyak MIMPI yang melenakan. BANGUN tuk wujudkan semua MIMPI! Cara boleh berbeda, tapi tujuan kita sama. So, dilarang saling menjatuhkan karena yang kita butuhkan adalah saling mendukung, saling menyemangati, dan saling mendo'akan.

Katanya Indonesia itu senang bergotong-royong, mari bergotong-royong dalam kerangka yang positif. Bersama itu lebih indah, apalagi untuk yang baik-baik.

Dimulai dari yang paling kecil. Dimulai dari diri sendiri. Ditujukan untuk INDONESIA. Bismillah... BISA! 

Sabtu, 16 Juni 2012

Meningkatkan Rasa Cinta dan Memiliki Organisasi

Mencoba sharing nih teman-teman... Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi teman-teman yang katanya aktivis di organisasi mahasiswa. ^___^

Ibarat manusia, pengurus di dalam organisasi itu seperti nyawa. Organisasi tak akan hidup jika di dalamnya tidak ada pengurusnya. Bukan sekedar ada pengurusnya atau tidak, namun pengurus di dalamnya pun haruslah sehat agar organisasi pun dapat hidup dengan sehat. Berbicara tentang pengurus, maka itu berati kita berbicara tentang SDM (Sumber Daya Manusia), dan ketika berbicara tentang pengembangan SDM, maka akan semakin kompleks pembahasannya. 

Ada tiga yang bisa kita cari ketika berbicara tentang SDM : kuantitas, kualitas, dan kontinuitas (3K). Kuantitas adalah jumlah SDM yang berada di organisasi. Banyak atau sedikitnya tergantung bagaimana kebutuhannya di organisasi. Tidak perlu terlalu banyak orang ketika organisasi tersebut sudah bisa efektif berjalan dengan sedikit orang. Begitu juga tidak perlu memaksakan sedikit orang ketika organisasi tersebut memang memerlukan banyak orang. Selanjutnya adalah kualitas, nilai-nilai apa saja yang bisa dimiliki oleh SDM yang berada di organisasi. Misalnya : loyalitas, tanggungjawab, pemahaman, rasa cinta dan memiliki, pengorbanan, dll. Yang terakhir adalah kontinuitas, bagaimana SDM yang menjadi pengurus organisasi sekarang harus bisa memikirkan bagaimana kelanjutan organisasi ke depannya dari pengurusnya juga dari sisi kemajuan organisasi.

Nah, bagaimana caranya agar setiap pengurus organisasi dapat bekerja maksimal untuk menyuburkan organisasi yang sekarang dia tempati? Sebenarnya caranya mudah, teman-teman. Yaitu dengan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap organisasi. Persis seperti orang yang jatuh cinta. Apapun akan dia lakukan demi orang yang dia sukai dan cintai. Sepadat apapun, akan dia sempatkan untuk melakukan hal yang dia senangi. Di sini, saya mencoba menyampaikan bahwa cinta itu butuh yang namanya pengorbanan. Tak perlu memaksakan diri untuk berkorban, namun ketika sudah cinta maka sebanyak apapun pengorbanan yang harus diberikan, maka ia akan berikan tanpa diminta. Sama halnya d organisasi. Jika kita mencintai organisasi tempat kita berada, maka kita akan bisa berkontribusi secara maksimal.

Ada 6 langkah untuk meningkatkan rasa cinta dan memiliki organisasi. Check this out!

1. Niat yang lurus adalah modal awal
Niat merupakan kekuatan terbesar bagi setiap langkah yang kita ambil. Niat yang lurus di sini artinya niat beroganisasi yang ada dalam hati kita sepenuhnya ditujukan sebagai ibadah dan mencari ridho Allah Yang Maha Kuasa. Mengapa? Karena sesuatu yang diniatkan karena Allah akan membuat kita tenang dan senang dalam menjalaninya. Tidak akan ada rasa kecewa, tidak akan ada saling menyalahkan, tidak akan ada debat kusir karena masalah beda pendapat yang sepele, dan tidak akan ada rasa saling benci dengan orang-orang yang berada dalam organisasi. Berbeda ketika kita niatkan untuk orang lain (popularitas, pujian, ingin dinilai baik), maka ketika kita tidak mendapatkannya kita akan menjadi kecewa.

2. Memahami organisasi secara keseluruhan
Kita harus mau memahami seluk-beluk yang ada di organisasi tempat kita berada. Dari mulai arah, tujuan, nilai, sistem, serta manfaatnya. Dengan memahami itu semua, kerja kita akan lebih terarah dengan baik. Tidak asal dengan alasan yang penting terselesaikan.

3. Tanyakan pada hati : apakah aku cocok di organisasi ini?
Ya, kita perlu tahu dan menyadari apakah kita cocok atau tidak berada di dalam organisasi tersebut. Kita bisa melihatnya dari segi kemanfaatannya. Apakah organisasi ini membuat kita lebih baik? Misalnya  menjadikan kita lebih baik dari segi manajemen waktu, kepekaan kepada orang lain, tanggungjawab, sabar, ikhlas dan menghargai orang lain. Atau misalnya lebih naik dari segi karakter. Yang tadinya pesimis menjadi optomis, yang tadinya sulit senyum jadi murah senyum, yang tadinya cuek jadi perhatian, yang tadinya keras kepala menjadi penurut dan sebaginya. Pilihlah organisasi yang lebih banyak manfaatnya.

4. Yakinlah bahwa kita sangat berarti bagi organisasi
Yakinlah segala yang ada pada diri kita adalah sangat berarti bagi organisasi. Pemikiran, kehadiran, tenaga, dan apa saja dari kita berguna dan dibutuhkan oleh organisasi. Bukan bermaksud untuk narsis atau sombong, tapi ini adalah sebuah penghargaan pada diri sendiri sehingga tidak ada pernyataan bahwa organisasi ini akan tetap berjalan tanpa ada aku di situ. Semua orang di organisasi itu berarti! ^___^

5. Sadarilah, kita adalah pejuang!
Terispirasi dari sms motivasi yang dikirim oleh seorang sahabat tentang pejuang, seperti yang sudah saya tulis di Semoga Allah Memuliakanmu. Sip. Pejuang tidak boleh mengeluh, seberat apapun amanah yang kita emban.

6. Tetap semangat dan konsisten
Semangat dapat membuat pekerjaan kita terasa lebih ringan. Sedang kekonsistenan akan membawa kita dari keraguan dan kemalasan.

Boleh ikuti langkah-langkah di atas untuk lebih mencintai organisasi tempatmu berada. Ini caraku, caramu? :D

(Dari pengalaman dan berbagai sumber)




Do what u love, love what u do...
Akabara Hikari

Jaga Semangatmu!


Jangan biarkan api SEMANGAT dalam jiwamu padam.
Biarlah ia berkobar mengiringi tiap jengkal langkah perjuanganmu dalam meraih KESUKSESAN.

Jangan biarkan api SEMANGAT dalam jiwamu padam.
Biarlah ia menjadi kekuatanmu di kala kau merasa rapuh.

Jangan biarkan api SEMANGAT dalam jiwamu padam.
Biarlah ia menemani harimu dalam rangka mencari ridho-NYA.

Jangan biarkan api SEMANGAT dalam jiwamu padam.
Biarlah ia menyebarluas, merasuk juga pada jiwa-jiwa yang ada di sekitarmu.

Jangan biarkan api SEMANGAT dalam jiwamu padam.
Biarlah ia mengalahkan segala yang akan membuatmu berhenti mengejar mimpimu.

SEMANGAT!!!

 

Jumat, 01 Juni 2012

Hi, Problems!

Masalah... Siapa yang tidak punya masalah di dunia ini? Bahkan orang mati pun punya masalah. Bagaimana dia akan mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan di dunia.

Anyway, jika kita punya masalah yang sungguh berat :
"Jangan meminta kepada Allah untuk meringankan beban kita, tapi berdo'alah pada Allah, memintanya untuk menguatkan pundak kita."

Ada lagi.
"Jangan katakan pada Allah kalau kita punya masalah, tapi katakan pada masalah kalau kita punya Allah."

Masalah akan selesai jika kita mau menghadapi dan menyelesaikannya, bukan menghindar darinya.




Akabara Hikari ^___^

Jumat, 11 Mei 2012

Proses


Setiap kesalahan  yang pernah kita lakukan adalah bagian dari pembentukan kepribadian.
Jangan menyesali semua kesalahan, tapi sesalilah jika itu tidak mengubah dirimu ke arah yang lebih baik.
Karena mendung diciptakan bukan untuk membuat langit gelap, tapi ia hadir untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yang turun.
Luka pun bukan semata-mat hanya untuk membuat kita tersiksa, tapi ia tercipta agar kita sadar bahwa kita hanyalah manusia biasa.
Tetap semangat tuk jadi insan yang lebih baik dan bergerak tuntaskan perubahan... :-)

Ambillah Waktu

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.
Ambillah waktu untuk berdo'a, itu adalah ketenangan dan harapan.
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah kebijakan.
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.


Selamat bersyukur dan berbahagia :)


Sender : 085326777XXX

Minggu, 29 April 2012

Tersenyum 5 Detik ^___^


Banyak tugas, musim praktikum, musim ujian, kerjaan di organisasi, dan masalah pribadi.

Ya, di antara sekian banyak permasalahan di dunia perkuliahan, 5 masalah di atas sering menjadi pemicu stress para mahasiswa. Ketika sudah seperti itu, tidak jarang yang kerepotan dalam hal manajemen waktu dan berwajah muram.

Jangan terlalu khawatir sobat apabila kesibukan-kesibukan dan masalah-masalah seperti di atas atau yang lainnya datang kepadamu. Sudah keniscayaan kan kalau dalam hidup selalu ada masalah? Life is never  flat kata kebanyakan orang. ^^
Ada sedikit tips nih biar kita tidak terlalu kerepotan dalam hal mengatur waktu kita bila kita punya banyak hal yang harus dikerjakan. Walau sudah banyak versi dalam hal mengatur waktu, mungkin ini bisa dicoba.

Yang pertama, di malam hari sebelum tidur list apa saja yang ingin dikerjakan di hari esok. Bisa juga di-list di waktu setelah shubuh. Mengapa kita butuh list kegiatan kita dalam sehari? Hal ini bisa memudahkan kita dalam beraktivitas dan kita tidak perlu bingung ingin mengerjakan apa saja hari ini. Masih ada kan ya di antara kita yang bingung mau ngapain dan akhirnya waktu yang sangat berharga dalam sehari terlewati begitu saja? Oh ya, ingat, semua yang ingin dikerjakan dicatat ya termasuk untuk hal-hal yang bersifat refreshing seperti main atau hang out.
Kemudian, klasifikasikan kegiatan berdasarkan prioritas. Ada dua hal yang mencakup prioritas yaitu antara keinginan dan kebutuhan. Klasifikasikan kegiatan menurut kebutuhan :apakah kegiatan itu mendesak atau tidak mendesak. Lalu untuk keinginan : apakah kegiatan itu penting atau tidak penting. Nah, pada akhirnya akan terklasifikasikan kegiatan dalam 4 tema : penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak, mendesak-tidak penting. Utamakan kegiatan yang penting-mendesak terlebih dahulu.

Yang paling penting adalah ketika bagaimana kita memulai, menjalani, dan mengakhiri hari. Ternyata hal ini bisa berpengaruh lho dalam 1 hari yang akan kita jalani. Mulailah hari dengan niat yang lurus, semangat, dan ceria. Ketika menjalaninya pun sama. Dan ketika dalam 1 hari tersebut kita terbawa dengan suasana yang menyenangkan yang dibuat oleh diri kita sendiri dan orang lain, maka insya Allah segala urusan dalam hari itu akan terasa lebih mudah dan pada akhirnya kita bisa mengakhiri hari dengan bahagia pula.

Yah, yah... Yang namanya teori seringkali dalam kenyataannya bisa meleset. Ada yang sudah mencoba tetapi tetap saja masih merasa gelisah karena masih banyak yang belum dikerjakan. Masih banyak pikiran dan ujung-ujungnya bingung mana dulu yang harus dikerjakan sedangkan waktu sudah mepet. Hehehehe. Pernah nggak merasa seperti ini? Hm, tetap semangat untuk berusaha. Dan ketika dirasa sudah overload, suntuk, dan jenuh tiada tara. Coba hentikan segala aktivitas, kosongkan pikiran sejenak dari hal-hal yang mengganggu, pejamkan mata, bayangkan hal-hal yang indah, tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan, kemudian tersenyumlah dengan senyummu yang paling indah, ikhlas dan mempesona. Ya, tersenyumlah walau hanya 5 detik saja. Karena dengan senyum ikhlas, tubuh kita akan merasa lebih rileks dan terisi lagi oleh energi positif yang akan membuat kita kembali totalitas dalam mengerjakan segala hal yang belum terselesaikan. Kucing pun bisa tersenyum, apalagi kita?

 

Dan kau tidak akan pernah sendiri karena Allah akan selalu ada untuk kita. Dengan mengingat-Nya, hati kita akan bertambah tenang. ^^




Smile and the world will give its smile to you,
Akabara Hikari


Minggu, 15 April 2012

8 Sifat Pendidik Sukses

Salam sejahtera bagi kita semua..

Biasanya, setiap habis maghrib di wisma (kos) saya suka ada kajian tentang ilmu agama. Alhamdulillah, setidaknya walaupun sebentar masih ada fasilitas untuk memperdalam agama. Sekarang kan, suka susah kalau mau belajar agama. Nggak ada fasilitaslah, nggak ada waktu lah, banyak alasan deh ya... ^^

Nah, bahasan semalam itu diambil dari buku "Cara Nabi Mendidik Anak" karya Ir. Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid. Eits, ngomonginnya udah mendidik anak. Hehehe. Begini teman-teman, walaupun dirasa masih lama, kita perlu tahu dari sekarang-sekarang. Dan menurut saya, cara ini bukan hanya harus dipakai oleh orang tua kepada anaknya. Ilmu di buku tersebut bisa diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk yang berkecimpung dalam hal didik-mendidik. Misalnya guru, tentor, HRD, dsb.

Dibuku tersebut dijelaskan bahwa ketika kita berperan menjadi pendidik, maka kita harus memiliki sifat-sifat terpuji. Bagaimana mau menjadi pendidik yang baik kalau akhlak kita tidak terpuji? Kita tahu bahwa sosok yang paling bisa kita jadikan contoh dalam keteladanan akhlak tiada lain adalah Rasulullah SAW. Semakin baik kualitas pendidik, maka dalam praktiknya, akan semakin dekat pula pada keberhasilan mendidik.

Nah, apa aja sih sifat yang harus dimiliki oleh seorang pendidik? Ada 8 sifat, yuk kita pahami sama-sama... ^^

1. Penyabar & tidak pemarah. 
Di dalam hadits dikatakan bahwa orang yang penyabar & tidak pemarah itu dicintai oleh Allah SWT (HR. Muslim). Dan memang benar, dalam mendidik dibutuhkan banyak kesabaran dan tidak menjadikan diri kita seorang pemarah karena tidaksabaran dan pemarah bisa menjadi contoh yang buruk ketika dilihat orang orang-orang yang dididik.

2. Lemah lembut & menghindari kekerasan. 
Lemah lembut dan menghindari kekerasan berbeda dengan pengecut. Yang ditekankan di sini adalah bahwa ketika seseorang memiliki lemah lembut dan tanpa kekerasan, orang yang kita didik dapat menerima didikan kita dengan senang hati. Ya, dalam mendidik kita akan selalu berhubungan dengan hati orang lain.

3.Hatinya penuh rasa kasih sayang. 
Kasih sayang itu bukan terbatas seseorang menyayangi kawannya, namun ksh sayang u/ semua manusia. Ketika ada kasih sayang, maka yang akan muncul ialah keharmonisan antara pendidik dan yang dididik.

4. Memilih yang termudah di antara 2 perkara selagi tidak berdosa 
Terkadang kita bingung ketika dihadapkan oleh dua pilihan yang sulit. Maka, yang harus kita lakukan adalah memilihnya dengan segala konsekuensinya, memilih yang paling mudah selagi itu tidak berdosa.
 
5. Fleksibel. 
Dalam mendidik, kita tidak boleh saklek dan kaku. Namun, kita harus bisa memudahkan, namun tetap dalam koridor batasan-batasan yang berlaku.

6. Tidak emosional. 
Menjaga emosi penting dalam mendidik. Kalau dalam mendidik kita tidak bisa menjaga emosi, maka yang akan terjadi adalah terlalu terbawa perasaan dan akhirnya makan  hati. Dalam hadits disebutkan bahwa orang kuat itu bukan karena kekuatannya saat berkelahi, tetapi dia yang mampu mengendalikan dirinya saat marah (muttafaq 'alaihi).

7. Bersikap moderat & seimbang. 
Bersikap ekstrim & berlebih-lebihan adalah sikap tercela, tidak diperkenankan dalam mendidik. Seimbang, adil, sesuai dengan porsinya masing-masing.

8. Ada senjang waktu dlm memberi nasihat. 
Ada senjang waktu artinya ketika kita memberi nasihat harus ada jeda waktu atau jtidak terlalu sering dalam memberi nasihat kepada orang yang sedang kita didik. Khawatirnya adalah ketika yang mendengar bosan kalau setiap waktu memberi nasihat. Ada seorang sahabat Nabi SAW yang ketika dia memberikan nasihat selalu didengar, ketika beliau diminta untuk sering-sering memberi nasihat, beliau mengatakan bahwa cukup setiap hari Kamis saja waktunya untuk memberi nasihat karena khawatir bosan. Kalau sudah bosan dengan nasihat, maka nasihat-nasihat selalnjutnya akan sulit diterima. Bisa dijadikan contoh, memberi sms motivasi setiap satu atau dua kali dalam seminggu.

Sebenarnya, jurus paling ampuh yang harus dimiliki untuk mendidik hanyalah keteladanan kita sebagai pendidik. Jika kita bisa menjadi teladan yang baik, maka kita akan dipercaya. Ketika kita sudah dipercaya, maka apapun kebaikan yang kita berikan akan mudah diterima oleh semua orang.




Semangat untuk jadi lebih baik!
Akabara Hikari ^^

Rabu, 04 April 2012

Petuah Pak Tua dalam Perjalanan [Part 2]


Sekarang dia menoleh ke arahku dan menanyakan hal yang sama, kuliah atau tidak. Kujawab saja ya dan memang begitu adanya. Setelah menanyaiku macam-macam tentang dari mana asalku, ke mana aku akan pergi, bla.. bla.. bla.. dia menasehatiku.

"Kuliah itu jangan sekedar asal kuliah. Belajar di kelas saja tidak cukup. Ikutilah berbagai organisasi yang ada di kampus. Bla.. bla.. bla.." Dia berkata panjang lebar.

Aku manggut-manggut mengiyakan. Ya, memang benar. Tidak cukup hanya belajar di kelas saja karena tempat belajar bukan hanya di kelas. Untuk masalah akademis mungkin iya, tapi untuk masalah pengalaman hidup, kita harus mencarinya di luar kelas. Salah satunya adalah di organisasi, ladang amal dan tempat meng-upgrade softskill.

Kini dia beralih lagi kepada sang pemuda dan kekasihnya itu. Kudengar dia menceritakan beberapa pengalaman hidupnya. Samar-samar kudengar karena suaranya berlomba dengan suara mesin bus yang kami naiki.

Aku menoleh saat namaku dipanggil.

"Tapi, jangan lupa waktu juga kalau sudah berorganisasi. Sesekali, liriklah seseorang yang nantinya bisa jadi calon pendamping hidupmu."

Kok makjleb banget ya ini? Hahaha. Aku hanya terkekeh ketika Pak Tua itu menyelesaikan kalimatnya. Organisasi itu menyenangkan, dan memang sering kali membuat saya lupa waktu, lupa orang, dan lupa diri saking asyiknya. Dan kalimat kedua? Tak jarang orang yang memberi masukan seperti itu. Efek jad mahasiswi semester 6 dan memang sudah banyak yang seumuran memiliki pendamping hidup. Semua ada waktunya Pak Tua! Ingin kuberkata seperti itu namun tak jadi dan dia melanjutkan.

"Dan jangan sembarangan melirik seorang lelaki. Ada dua jenis lelaki di dunia ini. Yang pertama tukang gombal dan kedua yang lugu. Pilihlah laki-laki yang lugu karena dialah yang menghormati dan akan menjaga seorang perempuan dengan segenap jiwa. Kalau lelaki yang gombal, itu hanya manis di awal. Dan yakin, yang suka gombal itu pasti sudah memakan korban untuk kegombalannya."

Ha? Benarkah yang dikatakan Pak Tua itu? Hanya kutanggapi dengan senyuman ragu saja.

"Ini serius lho!" Serunya. Mungkin dia menangkap raut wajah tak percaya dariku. "Jika ada orang yang suka diam-diam menyukaimu. Diam-diam memperhatikanmu. Suka menulis sesuatu yang berhubungan denganmu. Menyangkal kalau dia suka padamu. Boleh kau pilih dia, karena kebanyakan yang seperti itulah yang baik."

Hahaha. Masa iya? Pertanyaannya, mengapa Pak Tua ini tiba-tiba menjadi seolah benar tahu keadaanku? Hanya gara-gara seperti itu boleh dipilih? Ah, yang benar saja.

"Temanmu ada tidak yang seperti itu?" Tanyanya menyelidiki.

JEGLEG!!!!!

Belum sempat kujawab, bus berhenti tiba-tiba yang kemudian terdengar suara seperti suara ledakan. Ban meletus saudara-saudara! Banyak penumpang yang menjadi panik. Anak balita yang berada di bus mulai menangis-nangis. Benar, sungguh kacau keadaan saat itu padahal kami baru di perjalanan selama 2 jam. Tak lama kemudian semua penumpang disuruh keluar dan bus diganti dengan yang baru.

Saat keluar dari bus, aku berpisah dengan orang-orang yang tadinya berada di sekitarku.

Satu teriakan terdengar ketika aku akan memasuki bus yang baru.

"Jika ada yang seperti itu, segera balas perasaannya atau kau akan menyesa karena membuatnya lama menunggu!"

Setelah itu, sampai aku turun di kota tujuan, aku tak bertemu lagi dengan Pak Tua itu.

Petuah yang aneh menurutku. Padahal belum tentu ada orang yang seperti itu di sekitarku. Okelah, hanya sekejap saja, tidak usah terlalu dipikirkan. Semua ada waktunya dan mengenai jodoh, jodoh itu tidak akan tertukar insya Allah.

Yuk, belajar.. belajar.. Sekarang belum saatnya untuk serius ke arah sana. Masih banyak kefokusan di sini yang perlu diselesaikan. Main-main ke arah sana juga janganlah ya. Berpotensi hanya membuang waktu saja.

Jadi kemana-mana ini. Ayo fokus lagi! Kita hidup di hari ini, bukan kemarin, bukan besok. Maksimalkan hari ini dengan segala hal yang mengandung kemanfaatan. Kerjakan yang sudah pasti! Ganbatte.. ^^





Stop wasting time!
Akabara Hikari





  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers