RSS
Facebook
Twitter

Rabu, 04 April 2012

Petuah Pak Tua dalam Perjalanan [Part 2]


Sekarang dia menoleh ke arahku dan menanyakan hal yang sama, kuliah atau tidak. Kujawab saja ya dan memang begitu adanya. Setelah menanyaiku macam-macam tentang dari mana asalku, ke mana aku akan pergi, bla.. bla.. bla.. dia menasehatiku.

"Kuliah itu jangan sekedar asal kuliah. Belajar di kelas saja tidak cukup. Ikutilah berbagai organisasi yang ada di kampus. Bla.. bla.. bla.." Dia berkata panjang lebar.

Aku manggut-manggut mengiyakan. Ya, memang benar. Tidak cukup hanya belajar di kelas saja karena tempat belajar bukan hanya di kelas. Untuk masalah akademis mungkin iya, tapi untuk masalah pengalaman hidup, kita harus mencarinya di luar kelas. Salah satunya adalah di organisasi, ladang amal dan tempat meng-upgrade softskill.

Kini dia beralih lagi kepada sang pemuda dan kekasihnya itu. Kudengar dia menceritakan beberapa pengalaman hidupnya. Samar-samar kudengar karena suaranya berlomba dengan suara mesin bus yang kami naiki.

Aku menoleh saat namaku dipanggil.

"Tapi, jangan lupa waktu juga kalau sudah berorganisasi. Sesekali, liriklah seseorang yang nantinya bisa jadi calon pendamping hidupmu."

Kok makjleb banget ya ini? Hahaha. Aku hanya terkekeh ketika Pak Tua itu menyelesaikan kalimatnya. Organisasi itu menyenangkan, dan memang sering kali membuat saya lupa waktu, lupa orang, dan lupa diri saking asyiknya. Dan kalimat kedua? Tak jarang orang yang memberi masukan seperti itu. Efek jad mahasiswi semester 6 dan memang sudah banyak yang seumuran memiliki pendamping hidup. Semua ada waktunya Pak Tua! Ingin kuberkata seperti itu namun tak jadi dan dia melanjutkan.

"Dan jangan sembarangan melirik seorang lelaki. Ada dua jenis lelaki di dunia ini. Yang pertama tukang gombal dan kedua yang lugu. Pilihlah laki-laki yang lugu karena dialah yang menghormati dan akan menjaga seorang perempuan dengan segenap jiwa. Kalau lelaki yang gombal, itu hanya manis di awal. Dan yakin, yang suka gombal itu pasti sudah memakan korban untuk kegombalannya."

Ha? Benarkah yang dikatakan Pak Tua itu? Hanya kutanggapi dengan senyuman ragu saja.

"Ini serius lho!" Serunya. Mungkin dia menangkap raut wajah tak percaya dariku. "Jika ada orang yang suka diam-diam menyukaimu. Diam-diam memperhatikanmu. Suka menulis sesuatu yang berhubungan denganmu. Menyangkal kalau dia suka padamu. Boleh kau pilih dia, karena kebanyakan yang seperti itulah yang baik."

Hahaha. Masa iya? Pertanyaannya, mengapa Pak Tua ini tiba-tiba menjadi seolah benar tahu keadaanku? Hanya gara-gara seperti itu boleh dipilih? Ah, yang benar saja.

"Temanmu ada tidak yang seperti itu?" Tanyanya menyelidiki.

JEGLEG!!!!!

Belum sempat kujawab, bus berhenti tiba-tiba yang kemudian terdengar suara seperti suara ledakan. Ban meletus saudara-saudara! Banyak penumpang yang menjadi panik. Anak balita yang berada di bus mulai menangis-nangis. Benar, sungguh kacau keadaan saat itu padahal kami baru di perjalanan selama 2 jam. Tak lama kemudian semua penumpang disuruh keluar dan bus diganti dengan yang baru.

Saat keluar dari bus, aku berpisah dengan orang-orang yang tadinya berada di sekitarku.

Satu teriakan terdengar ketika aku akan memasuki bus yang baru.

"Jika ada yang seperti itu, segera balas perasaannya atau kau akan menyesa karena membuatnya lama menunggu!"

Setelah itu, sampai aku turun di kota tujuan, aku tak bertemu lagi dengan Pak Tua itu.

Petuah yang aneh menurutku. Padahal belum tentu ada orang yang seperti itu di sekitarku. Okelah, hanya sekejap saja, tidak usah terlalu dipikirkan. Semua ada waktunya dan mengenai jodoh, jodoh itu tidak akan tertukar insya Allah.

Yuk, belajar.. belajar.. Sekarang belum saatnya untuk serius ke arah sana. Masih banyak kefokusan di sini yang perlu diselesaikan. Main-main ke arah sana juga janganlah ya. Berpotensi hanya membuang waktu saja.

Jadi kemana-mana ini. Ayo fokus lagi! Kita hidup di hari ini, bukan kemarin, bukan besok. Maksimalkan hari ini dengan segala hal yang mengandung kemanfaatan. Kerjakan yang sudah pasti! Ganbatte.. ^^





Stop wasting time!
Akabara Hikari





3 komentar:

ASQ mengatakan...

waw ceritanya inspiratif dan unik.
ini kisah nyata?

sepakat banget sama yang tentang kuliah. memang harus diperjuangkan untuk perubahan, walau jalan sukses tak selalu dengan kuliah.

yang tentang jodoh, lucuuuu :p
gg akan ketuker kok ya. santai berarti :)

ASQ mengatakan...

waw ceritanya inspiratif dan unik.
ini kisah nyata?

sepakat banget sama yang tentang kuliah. memang harus diperjuangkan untuk perubahan, walau jalan sukses tak selalu dengan kuliah.

yang tentang jodoh, lucuuuu :p
gg akan ketuker kok ya. santai berarti :)

Vyraswana mengatakan...

hahaha. iya mel. ini kisah nyata pas aku pulang bulan kemarin. hehehe.

kalo naik coyo pasti suka ada cerita unik. ^___^

kapan2 kita pulkam bareng lah mel. ^^

  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers