RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

Aksi ‘Tolak UKT’ Mahasiswa UNDIP Disambut Baik oleh Sang Rektor


Jum’at, 1 Juni 2012

Mendung tadi pagi tetap tak bisa lunturkan semangat para mahasiswa UNDIP untuk berkumpul di depan PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) UNDIP mulai pukul 06.00 WIB. Bergabung dari berbagai macam lembaga mahasiswa, berbagai fakultas dan jurusan bersatu atas nama Mahasiswa UNDIP untuk aksi ‘Tolak UKT’ memperjuangkan nasib para calon mahasiswa yang akan mengenyam pendidikan di bangku kuliah.  Menjelang pukul 07.00, dalam hitungan mencapai ratusan, para mahasiswa memulai long march-nya dari PKM UNDIP sampai di depan Bundaran Sudharto.

Tolak, tolak, tolak UKT.
Tolak UKT sekarang juga...

Yel-yel pun mulai berkumandang. Dzul, sang korlap aksi dari FPP, mengomando pasukan agar tetap tertib dan dapat menjalankan aksi seperti yang telah direncanakan. Oh ya, bagi yang belum mengerti tentang UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau lebih akrab tentang Tarif Tunggal, akan saya coba jelaskan secara singkat. Jadi, dalam pembayaran pendidikan di bangku perkuliahan itu ada beberapa komponen yaitu APBN, Sumbangan, dan dari per individu mahasiswa sendiri sehingga dapat meringankan biaya per semester setiap mahasiswa. Yang kaya maupun yang kurang mampu, semuanya dapat menjangkau biaya tersebut. Berbeda halnya jika UKT diterapkan. Sumber dana hanya dari APBN dan mahasiswa sehingga biaya per semesternya otomatis dapat naik menjadi 2 kali lipat atau lebih. Dan, akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2012/2013.

Kembali ke aksi. Dalam aksi ‘Tolak UKT’, ada beberapa tuntutan yang disampaikan :
1. Undip menolak diterapkannya UKT.
2. Memberikan pendidikan berkualitas yang bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
3. Menjamin dan membantu seluruh mahasiswa yang kurang mampu di UNDIP.
4. Transparasi dalam penurunan anggaran dan biaya tarif tunggal.
5. Peningkatan mutu fasilitas kampus.

Setelah dari Bundaran Sudharto, perjalanan dilanjutkan ke Bundaran Widya Puraya (WP) setelah adanya orasi dari korlap, perwakilan mahasiswa FISIP, FE, dan FT. Sambil menunggu kedatangan rektor, dilanjutkan lagi orasi dari perwakilan mahasiswa FPP, FKM, FPsi dan dll.

Mendung mulai pudar, sinar mentari pun perlahan terik menyengat, dan yang ditunggu pun akhirnya datang. Rektor UNDIP, Pak Sudharto P. Hadi, tentu tidak datang sendiri tapi didampingi oleh beberapa jajarannya. Setelah itu, yang ambil alih bicara di depan ada 3 orang : Pak Sudharto, Pak Warsito (PR 3 UNDIP), dan Reza (Presiden BEM KM UNDIP).



Presiden BEM KM UNDIP pertama-tama menjelaskan latar belakang dan tujuan diadakannya aksi yang pada intinya menuntut keadilan dan kebijaksanaan, seperti yang telah disiapkan. Jika tarif tunggal diberlakukan dan biaya perkuliahan menjadi mahal dan berbeda jauh dengan yang ada saat ini, bagaimana nasib rakyat yang kurang mampu? Jika tarif tunggal diberlakukan, akankan kualitas dan fasilitas pendidikan akan meningkat? Jika tarif tunggal di berlakukan, akankan ada transparasi yang dapat diketahui oleh seluruh mahasiswa?

Rektor UNDIP menegaskan kembali pernyataan yang sempat dinyatakan di sebuah media massa. Pada awal pendidikan, banyak komponen biaya yang akan dibayar oleh mahasiswa baru seperti SPP, SPI, dan lain-lain yang sifatnya ada yang dibayarkan setiap semester dan ada yang hanya dibayar sekali di awal. Dengan penerapan tarif tunggal, tidak ada lagi biaya yang besar di awal semester namun akan dibagi rata di setiap semesternya. Beliau dan juga PR 3 menegaskan bahwa menolak UKT ini tidak mungkin karena ini sudah peraturan dari DIKTI melalui surat edaran nomor 488/E/T/2012 bertanggal 12 Maret 2012. Yang bisa diusahakan dan diperjuangkan adalah bagaimana jika dengan diterapkannya tarif tunggal, biaya kuliah masih bisa terjangkau terutama oleh masyarakat golongan menengah ke bawah.

Jadi, dari poin-poin tuntutan yang diajukan, hanya poin 1 saja yang tidak diterima dan Pak Rektor dengan senang hati menerima tuntutan yang lain. Poin nomor 1 yang menuntut untuk menolak UKT tidak diterima karena pernyataaan tadi, sudah keputusan DIKTI namun masih akan diperjuangkan. "... yang kita tolak adalah tarif tunggal yang mahal, yang kita perjuangkan adalah tarif tunggal yang murah, untuk mahasiswa tidak mampu akan diberi keringanan bahkan bebas biaya..." Kata Pak Rektor. Untuk memperkuat, ada MOU sesuai dengan tuntutan yang diajukan di atas hitam putih bermaterai antara Rektor dan mahasiswa.

Kata Pak Rektor ada benarnya. Mungkin tidak terlalu masalah dengan UKT asalkan porsinya pas dan tidak memberatkan. Ketika dengan UKT biaya 8 semesternya sama dengan biaya 8 semester saat tidak diberlakukan UKT, mungkin tidak masalah asal memang jelas uang itu dipakai untuk apa saja. Ya, intinya ada transparasi. Dan apabila jadi lebih mahal, tetap harus ada transparasinya dan kami sebagai mahasiswa berhak untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik dan fasilitas pendukung yang lebih memadai lagi. Tadi saat bapak Rektor yang sedang bicara di depan, sempat terdengar ada yang berceletuk di belakang. Entah siapa, yang jelas saya tidak mengenal suaranya : Buat apa bayar mahal kalau toh kualitas pendidikannya tidak meningkat? Ini kan PT Negeri, harusnya murah tidak seperti swasta. Kalau negeri dan swasta sama mahalnya, apa bedanya? Justru mungkin nanti akan banyak yang ke swasta yang mahal dengan fasilitas dan kualitas yang seringkali lebih baik.

Perjuangan belum selesai..
Tolak Tarif Tunggal (yang mahal)!
Tolak Liberalisasi Pendidikan!
Tolak Kapitalisasi Pendidikan!
Kami butuh apresiasi dan fasilitas yang memadai!

Dan semoga apa yang tadi dikatakan oleh Pak Rektor dapat terealisasi dengan baik, bukan hanya sekedar kata. 





Aksi yang damai cerminan nilai intelektual mahasiswa,
Akabara Hikari ^___^

Rabu, 29 Februari 2012

Studi Perbandingan Madzhab


BAB I
PENDAHULUAN

Islam merupakan agama yang fleksibel, tergantung pada kebutuhan umat di setiap tempat dan di setiap zaman. Asalkan selama keseluruhannya tidak menyimpang dari al-qur’an dan hadits maka itu boleh. Dengan demikian, munculnya berbagai madzhab fiqih di dunia sejak dari zaman para sabahat sangat terkait dengan perkembangan pemikiran islam ini.
Menurut bahasa madzhab merupakan kata yang menunjukkan tempat. Berasal dari akar kata dzahaba yang berarti pergi. Sehingga, madzhab bermakna tempat pergi, bisa juga tempat berpendapat. Sedangkan menurut istilah, ada dua macam pengertian tentang madzhab. Pertama, jalan pikiran atau metodologi yang ditempuh imam mujtahid dalam menetapkan hukum suatu masalah berdasarkan al-qur’an dan hadits. Kedua, fatwa atau pendapat imam mujtahid tentang hukum suatu masalah yang diambil dari al-qur’an dan hadits.
Munculnya madzhab dilatarbelakangi oleh karena adanya perbedaan (khilaiyah) ulama dalam masalah-masalah hukum yang bersifat partikular dan parsial. Perbedaan pendapat ini sudah ada pada zaman Rasulullah. Contohnya saja tentang masalah qunut dalam sholat shubuh. Adapun sebab-sebab adanya perbedaan di kalangan sahabat adalah perbedaan dalam memahami nash, perbedaan riwayat, dan perbedaan lingkungan. Madzhab-madzhab yang ada mulai dibukukan pada abad kedua hijriah, di mana saat itu merupakan puncak peradaban islam.
Ada beberapa pandangan mengenai madzhab. Menurut para mujtahid, madzhab yang ada tidak wajib untuk diikuti secara taqlid (mengikutinya sampai membabi buta). Menurut para penuntut ilmu, dianjurkan untuk mengetahui dalil-dalil dalam pemasalaha fiqih. Menurut orang awam, diberikan keleluasaan untuk bertaqlid dan mengikuti salah satu madzhab. Munurut bidayatul mujtahid, madzhab wajib dibaca sebagai permulaan.
Sejak zaman para sahabat, banyak madzhab-madzhab yang muncul. Diantaranya adalah madzhab Hanafi, Hanbali, Maliki, Syafi’i, Khawarij, Syi’ah, Sunni. Adapula madzhab yang sudah punah, yaitu madzhab Auza’i, Al Zahiry, Al Laitsy, dan lain-lain. Namun, yang akan difokuskan untuk dibahas di sini adalah empat madzhab dari para imam besar yaitu madzhab Hanafi, Hanbali, Maliki, dan Syafi’i.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Madzhab Hanafi
Madzhab Hanafi didirikan oleh Nu’man bin Tsabit bin Zautha yang lebih dikenal dengan nama Abu Hanifah. Beliau lahir pada masa sahabat, yaitu pada tahun 80 H = 699 M. Beliau wafat pada tahun 150 H.
Madzhab Hanafi merupakan nama dari kumpulan-kumpulan pendapat-pendapat yang berasal dari Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya serta pendapat-pendapat yang berasal dari para pengganti mereka sebagai perincian dan perluasan pemikiran yang telah digariskan oleh mereka yang kesemuanya adalah hasil dari pada cara dan metode ijtihad ulama-ulama Irak . Maka disebut juga mazhab Ahlur Ra’yi masa Tsabi’it Tabi’in.
Dalam pengajarannya, Abu Hanifah mengarahkan pada pencarian hakikat (substansi), illat (alasan), dan hukum di balik teks yang tertulis.
Dasar-dasar yang digunakan dalam menetapkan hukum fiqih oleh Abu Hanifah dari tujuh pokok, yaitu :
1. Al qur’an
2. As sunnah
3. Perkataan para sahabat
4. Al qiyas (menganalogikan hukum dengan hukum yang sudah ada)
5. Al Istihsan (menganggap baik suatu hukum jika mengandung mashlahat dan bisa dipahami dengan akal)
6. Ijma’ (kesepakatan para ulama)
7. Uruf (kebisaan masyarakat tertentu yang sudah menjadi kultur atau tradisi)
Karyanya yang terkenal diantaranya Fikah Akbar. Al-A'lim Wal-Mutaa'lim Mazhab Hanafi mulai tumbuh di Kufah ,kemudian tersebar ke negara-negara Islam bagian Timur. Dan sekarang ini mazhab Hanafi merupakan madzhab resmi di Mesir, Turki, Syiria dan Libanon. Dan mazhab ini dianut sebagian besar penduduk Afganistan,Pakistan,Turkistan, India dan China.

B. Madzhab Hanbali
Pendiri Madzhab Hanbali ialah : Al Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal bin Hilal Azzdahili Assyaibani. Beliau lahir di Baghdad pada tahun 164 H. dan wafat tahun 241 H. Ahmad bin Hanbal adalah seorang imam yang banyak berkunjung ke berbagai negara untuk mencari ilmu pengetahuan, antara lain : Siria, Hijaz, Yaman, Kufah dan Basrsh. Dan beliau dapat menghimpun sejumlah 40.000 hadis dalam kitab Musnadnya.
Adapun dasar-dasar madzhabnya dalam mengistinbatkan hukum adalah :
1. Nash al qur-an atau nash hadits.
2. Fatwa sebagian Sahabat.
3. Pendapat sebagian Sahabat.
4. Hadits Mursal atau Hadits Dhoif.
5. Qiyas.
Dalam menjelaskan dasar-dasar fatwa Ahmad bin Hanbal ini didalam kitabnya
I’laamul Muwaaqi’in. Pada prinsipnya, Imam Hanbali tidk menerima istihsan dan ijma. Awal perkembangannya, mazhab Hambali berkembang di Bagdad, Irak dan Mesir dalam waktu yang sangat lama. Pada abad XII madzhab Hanbali berkembang terutama pada masa pemerintahan Raja Abdul Aziz As Su’udi. Dan masa sekarang ini menjadi mazhab resmi pemerintahan Saudi Arabia dan mempunyai penganut terbesar di seluruh Jazirah Arab, Palestina, Siria dan Irak.

C. Madzhab Maliki
Nama lengkap dari pendiri mazhab ini ialah : Malik bin Anas bin Abu Amir. Lahir pada tahun 93 M = 712 M di Madinah. Selanjutnya dalam kalangan umat Islam beliau lebih dikenal dengan sebutan Imam Malik. Imam Malik terkenal dengan imam dalam bidang hadis Rasulullah SAW. Dasar-dasar mazhab Maliki diperinci dan diperjelas sampai tujuh belas pokok yaitu :
  1. Nashul Kitab
  2. Dzaahirul Kitab
  3. Dalilul Kitab
  4. Mafhum muwafaqah
  5. Tanbihul Kitab, terhadap illat
  6. Nash-nash Sunnah
  7. Dzahirus Sunnah
  8. Dalilus Sunnah
  9. Mafhum Sunnah
  10. Tanbihus Sunnah
  11. Ijma’
  12. Qiyas
  13. Amalu Ahlil Madinah
  14. Qaul Shahabi
  15. Istihsan
  16. Muraa’atul Khilaaf
  17. Saddud Dzaraa’i.
Pada prinsipnya, Madzhab Maliki merupakan fiqh penalaran dari ahli Madinah sehingga lebih mengutamakan perbuatan ahli Madinah daripada qiyas. Hal ini terjadi karena di Madinah Rasulullah pernah tinggal 10 tahun dengan menyebarkan islam secara lancar dan mendapat dukungan, tidak seperti di Mekkah.
Daerah-daerah yang menganut Madzhab Maliki. Awal mulanya tersebar di daerah Madinah, kemudian tersebar sampai saat ini di Marokko, Aljazair, Tunisi, Libia, Bahrain, dan Kuwait.

D. Madzhab Syafi’i
Nama beliau ialah Muhammad bin Idris bin Al-‘Abbas bin ‘Uthman bin Shafi’ bin Al-Saib bin ‘Ubaid bin Yazid bin Hashim bin ‘Abd al-Muttalib bin ’Abd Manaf bin Ma’n bin Kilab bin Murrah . Keturunan beliau bertemu dengan titisan keturunan Rasulullah s.a.w pada ‘Abd Manaf. Ibunya berasal dari Kabilah Al-Azd, satu kabilah Yaman yang masyhur. Sebelum beliau dilahirkan, keluarganya telah berpindah ke Palestine kerana beberapa keperluan dan bapaknya terlibat di dalam angkatan tentera yang ditugaskan untuk mengawal perbatasan Islam di sana.
Menurut pendapat yang masyhur, beliau dilahirkan di Ghazzah – Palestine pada tahun 150 Hijrah. Tidak lama sesudah beliau dilahirkan bapanya meninggal dunia. Tinggallah beliau bersama-sama ibunya sebagai seorang anak yatim. Kehidupan masa kecilnya dilalui dengan serba kekurangan dan kesulitan.
Mazhab Syafi’i terdiri dari dua macam ; berdasarkan atas masa dan tempat beliau mukim. Yang pertama ialah Qaul Qadim; yaitu mazhab yang dibentuk sewaktu hidupdi Irak. Dan yang kedua ialah Qul Jadid; yaitu mazhab yang dibentuk sewaktu beliau hidup di Mesir pindah dari Irak.
Keistimewaan Imam Syafi’i dibanding dengan Imam Mujtahidin yaitu bahwa beliau merupakan peletak batu pertama ilmu Ushul Fiqh dengan kitabnya Ar Risaalah. Dan kitabnya dalam bidang fiqh yang menjadi induk dari mazhabnya ialah : Al-Um.
Dasar-dasar atau sumber hukum yang dipakai Imam Syafi’i dalam mengistinbat hukum sysra’ adalah :
1. Al Kitab.
2. Sunnah Mutawatirah.
3. Al Ijma’.
4. Khabar Ahad.
5. Al Qiyas.
6. Al Istishab.
Mazhab Syafi’i sampai sekarang dianut oleh umat Islam di : Libia, Mesir, Indonesia, Pilipina, Malaysia, Somalia, Arabia Selatan, Palestina, Yordania, Libanon, Siria, Irak, Hijaz, Pakistan, India, Jazirah Indo China, Sunni-Rusia dan Yaman.


E. Menyikapi Perbedaan Madzhab
Perbedaan madzhab fiqih ini merupakan salah satu penyebab terpecahnya agama islam. Maka dari itu, seorang muslim harusnya cerdas dan cermat dalam menyikapinya. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyikapi perbedaan madzhab, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Menjadikan madzhab sebagai pedoman untuk mempermudah menjalani hukum fiqih.
2. Saling menghormati antara penganut madzhab yang berlainan dan tidak perlu diperselisihkan.
3. Tidak perlu taqlid dalam mengikuti suatu madzhab sehingga boleh mengikuti lebih dari satu madzhab dengan syarat sumbernya harus jelas dari al qur’an dan hadits. Seperti yang dikatakan oleh Abu Hanifah, “Tidak halal bagi seorang yang akan memberi fatwa dengan perkataanku, selama dia belum mengerti dari mana sumber perkataanku.”

BAB III
KESIMPULAN
Banyak sekali madzhab yang muncul dari pemikiran para ulama sepeninggal Rasulullah SAW. Namun, setiap madzhab yang ada hendaknya memiliki dasar atau bersumber dari Al qur’anul karim dan dari hadits. Walaupun sumber awalnya sama, namun setiap madzhab yang muncul memiliki karakteristik masing-masing akibat adanya perbedaan pemahaman nash, perbedaan riwayat, dan perbedaan lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan madzhad itu dikarenakan oleh kebutuhan dan kesesuaian penganut agama islam di tempat dan waktu tertentu.
Mazhab Hanafi adalah madzhab yang memiliki kecenderungan rasional. Menurut pemikiran Abu Hanifah, selama ibadah itu masuk maka lakukanlah. Dengan kata lain, pemikiran Abu Hanifah ini adalah pemikiran yang simpel. Mengutamakan ijma’ dan qiyas.
Madzhab Hanbali memiliki kecenderungan memudahkan. Menurut pemikiran Abu Abdillah Ahmad ini, selama ibadah itu tidak bertentangan, maka lakukanlah. Ciri khas dasar pokok madzhab ini adalah hadits dhoif dan mursal apabila tidak ada hadits shohih yang menentangnya. Beliau tidak menerima istihsan dan tidak mengakui adanya ijma’.
Madzhab Maliki cenderung mengandalkan. Imam Malik memakai perbuatan orang Madinah sebagai dasar Madzhab Maliki dengan alasan dahulu Rasulullah menetap di Madinah sambil menyebarkan islam dengan lebih efektif daripada di Mekkah. Dapat diartikan bahwa beliau mengandalkan perbuatan penduduk Madinah tersebut.
Yang terakhir adalah Madzhab Syafi’i. Pemikiran dalam madzhab ini bersifat cenderung tekstual sehingga Imam Syafi’i tidak menerima istihsan karena sangat membela sunnah Nabi.
Perbedaan madzhab ini hendaklah tidak dijadikan sebagai sumber perpecahan di kalangan umat islam sendiri. Namun hendaklah menjadikan madzhab sebagai pedoman untuk mempermudah kaum muslimin dalam menjalankan hukum fiqih sesuai kondisi, kebutuhan, dan tempat di mana ia berada.
REFERENSI
http://blog.re.or.id/penjelasan-mazhab.htm
http://tsanarifda.multiply.com/journal/item/4/KISAH_IMAM_EMPAT_MAZHAB
http://islamic-methodology.blogspot.com/2010/07/pemikiran-fikih-mazhab-maliki.html
http://www.scribd.com/doc/29493695/Madzhab-Fiqih
http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1202422471
http://www.scribd.com/doc/28546510/Makalah-Sejarah-Pemikiran-Islam-Sejarah-Empat-Mazhab-Fiqih



Akabara Hikari ^^

Jumat, 17 Februari 2012

Manage Your Time


"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam
kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran." (Q.S : Al-Ashr :1-3)
Dalam firman-Nya, Allah telah berfirman dengan waktu. Pertanda bahwa waktu itu sangat penting. Oh ya, saya udah pernah bahas tentang waktu di postingan pertama saya, silakan bisa dibaca 'Tentang Waktu'.
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (HR. Bukhari&Muslim)
Waktu adalah pedang, jika kita tidak dapat menggunakannya dengan baik maka dialah yang akan menghunusmu. Ok, jangan sampai kita 'dibunuh' oleh waktu. Biar tidak seperti itu maka ada yang namanya manajemen waktu.
Pada tanggal 30 April 2011, saya mendapatkan materi tentang manajemen waktu di sebuah forum diskusi. Dijelaskan bahwa, indikasi pengaturan waktu yang buruk adalah sebagai berikut :
1. Jadwal diatur orang.
2. Suka datang ke acara yang tidak penting.
3. Suka melakukan pekerjaan yang mendesak (mepet).
4. Merasa terlalu sibuk dan kekurangan waktu.
5. Banyak masalah yang tertunda penyelesaiannya.
6. Produktivitas kerja tidak efektif.
7. Sering menunda pekerjaan.
8. Suka bingung dalam mengambil keputusan.
Ini hanya beberapa, tapi ini secara garis besarnya. Berapa nih yang sesuai dengan diri teman-teman? Semoga cuma sedikt atau nggak ada sama sekali. :D
Sebenarnya, mudah saja untuk memanajemen waktu. Awali dulu dengan niat. Kemudian, list apa saja yang harus dan mau kita kerjakan. Setelah itu, kerjakan terlebih dahulu mana yang prioritas. Kalau sudah, baru hal-hal yang kurang atau tidak prioritas. Bagi yang pelupa, disarankan untuk membawa catatan kecil ke mana-mana atau buat remainder di handphone, gadget, dll yang memudahkan.
Ada juga yang mengatakan bahwa manajemen waktu itu ada 3 kunci : SCD.
Schedulling, kita mengatur jadwal kita. Dalam 1 hari ada berapa jam efektif untuk kita melakukan pekerjaan. Karena waktu dan kemampuan kita terbatas.
Contain, kita menentukan apa saja yang akan kita lakukan. Diantaranya ada yang termasuk kewajiban, kebutuhan dasar, dan pengembangan diri. Semua harus ditentukan secara adil dan seimbang. Karena kita hidup bukan untuk hari ini, tapi akan dipertanggungjawabkan di Hari Akhir kelak. :)
Discipline, kita berhasil mengerjakan sesuatu tepat dengan waktu yang telah ditentukan. Menjaga keteraturan dan ketertiban. Juga, menjaga keseimbangan secara horisontal (hubungan manusia-manusia) dan vertikal (manusia-Tuhan).
Untuk mengantisipasi dan meminimalisir pemborosan waktu, maka tinggalkanlah hal-hal yang tidak bermanfaat. Hal-hal ini seperti kegiatan yang sifatnya hanya main-main dan hanya untuk kesenangan sesaat. Bedakan hal-hal yang tidak bemanfaat dengan refreshing karena terkadang banyak orang yang salah mengartikan.
Ada tiga hal yang tak kan pernah kita dapatkan kembali :
1. Kata yang telah diucapkan.
2. Waktu yang telah terlewatkan.
3. Momentum yang diabaikan.
Maka, Imam Ghazali membagi waktu kepada tiga bagian. 1/3 waktu digunakan untuk beribadah kepada Allah. 1/3 untuk belajar dan berkarya. Dan 1/3 lagi untuk istirahat. 1 hari adalah 24 jam. Maka 1/3-nya adalah 8 jam.
Banyak yang bisa kita contoh dalam hal manajemen waktu. Rasulullah dan para sahabatnya (yuk baca Shirah Nabawiyah) atau orang-orang di sekitar kita yang bisa mengatur waktunya dengan baik.
Waktu. Ketika dengannya saat berusaha, anggap dia akan terus bersama kita sampai 1000 tahun lagi. Namun, ketika beribadah, anggaplah dia hanya akan bersama kita sampai besok.
Jadi semangat belajar dan berlatih mengatur waktu dengan baik lagi nih. ^^
Semoga kita bisa lebih serius dalam menjalani hidup dan lebih berhati-hati dalam 'bermain' bersama waktu.


(Diambil dari berbagai sumber dan pengalaman)


With peace and a thousand of red rose petals,
Akabara Hikari

Kamis, 16 Februari 2012

Plis, Ngertiin Gue!


Pernah nggak sih teman-teman mengucap pernyataan egois ini? Atau malah sering? Yah, minimal pernah mendengarnya. Iya kan?
Hadeehhh... Baru mulai menulis saya udah main nanya yang menjurus ke menyindir. Hehehe. Bukan maksud begitu tapi saya ingin sedikit membahas tentang ini. Alasannya? My fingers feel the itchness, want to type something. ^^

Tahukah teman-teman bahwa ‘plis, ngertiin gue!’ itu adalah pernyataan yang sangat egois. Bagaimana tidak? Pernyataan yang jelas-jelas mengandung sebuah kekuatan untuk meraup keuntungan sendiri, memaksakan kehendak, dan tidak memedulikan orang lain.

Kita tahu bahwa memang semua orang ingin dimengerti (menurut versinya masing-masing). Ya, dan itu memang manusiawi sebenarnya ketika kita ingin mengucapkannya di suatu waktu yang ah! Benar-benar sulit untuk dituangkan dalam kata-kata. Puncak di mana kita merasa tidak ada orang yang benar-benar memperhatikan atau tidak ada yang memberi apa yang kita inginkan. Tapi, yang perlu digarisbawahi di sini adalah : sudahkah kita melakukan seperti yang ingin kita dapatkan, memberi pengertian pada orang lain?

Dalam mengemukakan pendapat misalnya. Ada sebuah pendapat yang disampaikan di forum dan sudah disepakati. Namun, tiba-tiba kita berpikir memiliki pendapat yang kita rasa lebih baik daripada kesepakatan forum. Lalu kita protes, dan ternyata pendapat kita tidak diterima dan akhirnya kita marah.

Sungguh, benar-benar kekanakan dan lelah jika seperti itu. Capek pikiran dan yang paling parah adalah capek hati. Saya nggak asal ngomong lho teman-teman, karena saya adalah orang yang seperti itu: suka memaksakan kehendak, merasa pendapat saya yang paling baik dan benar, egois, dan sangat kepala batu. Ya, saya seperti itu, tapi itu dulu. Saya ulang, itu dulu.

Di dalam gerutuan kekesalan seperti ‘kenapa sih mereka nggak mau dengerin aku?’, ‘aku nggak pernah dianggep gitu, padahal aku bener’, ‘ya udah deh, kalau mereka nggak mau nerima, jangan nyesel ntar kalo mereka ngerasa salah’, yah dan whatever sejenisnya, saya merasa ada denyutan urat-urat otak yang seperti memerintahkan otak saya untuk berpikir lain, lebih tepatnya merenung.

Setelah terbuai dalam perenungan saya yang panjang saya menjadi sadar. Kita ingin dimengerti, kita adalah manusia. Sehingga kesimpulannya, semua manusia pun ingin dimengerti. Hidup ini siklus antara memberi dan menerima. Ketika kau banyak memberi dengan ikhlas, maka secara otomatis akan banyak yang akan kau terima. Namun, ketika kau hanya ingin menerima tanpa repot-repot memberi, jangan salahkan siapapun kalau nantinya kau akan banyak merasa kecewa. Sungguh, kecewa itu menyakitkan, kawan!

1 kata saya temukan untuk penyelesaian ini : MENGALAH. Ingat, mengalah bukan berarti kalah, menyerah, ataupun mati. Tinggalkan jubah keegoisan, topeng gengsi, dan cadar kesombongan. Semua ingin dimengerti, sehingga kita tidak boleh egois meminta orang lain untuk mengerti kita sedangkan kita tidak mau mengerti orang lain.

Sulit. Ya, sangat sulit untuk mencoba mengerti orang lain pada awalnya. Tapi ternyata, lama-lama mencoba mengerti orang lain itu menyenangkan. Ketika orang lain melihat bahwa kita mengerti mereka, secara otomatis merekapun akan bisa mengerti kita.

Bagi yang lebih suka didengar, jangan tidak mau untuk banyak mendengar. Bagi yang suka memaksakan kehendak, jangan sungkan untuk mau menerima. Ketika kita sudah terbiasa dan nyaman sebagai SUBJEK, cobalah untuk bisa memahami apa yang dirasakan OBJEK dengan apa yang kita subjekkan padanya.

Sekarang, kalau ada orang yang seperti itu, saya suka gregetan sendiri karena merasa seperti bercermin pada masa lalu. Gregetan ingin berkata, ‘hei, sudahlah! Kalau terus begini kau akan capek dan kecewa’.

Karena tekad kuat, dukungan dari teman-teman, dan lingkungan yang kondusif saya semakin bisa mengikis keegoisan saya yang seperti itu, juga keegoisan-keegoisan saya yang lain. Ya, walau mungkin masih ada orang yang merasakan sisa-sisa dari itu. Atau masih sama? Maafkan saya, saya khilaf... Tapi bener deh, saya niat seniat-niatnya untuk tidak menjadi sangat egois lagi.

Masalah hati itu memang rumit, maka imbangi dengan logika yang kita miliki. Jika merasa hati sudah panas meluap-luap dan kepala rasanya ingin meledak, maka siramlah dengan sejuk dan dinginnya air wudhu. Ketika tidak mempan, lalu shalatlah 2 rakaat. Masing tidak berpengaruh, tilawah. Segala cara sudah dicoba tapi belum berhasil, maka tidurlah! Istirahatkan hati dan otak anda.

Jangan menutup diri. Saya saja bisa berubah (step by step tentunya), saya yakin anda lebih bisa! :D





Wallahu a’alam,
Akabara Hikari

Kamis, 30 Juli 2009

Tentang Waktu

Waktu : Time, Jikan/Toki, Al-waqtu.

Apa itu waktu?

Waktu.....
Sesuatu yang tak kan dapat diputar ulang.

Waktu adalah pedang, apabila Anda tidak memangkasnya maka Andalah yang akan dipangkasnya.

Waktu....
Terlalu lambat bagi mereka yang sedang
menunggu.
Terlalu cepat bagi mereka yang sedang
ketakutan.
Terlalu lama bagi mereka yang sedang
berduka.
Terlalu pendek bagi mereka yang sedang
bergembira.
Tapi bagi mereka yang sedang jatuh cinta,
waktu tak pernah ada.


Ada yang tahu atau pernah dengar pepatah ini?
"Apa yang terpanjang, tetapi juga yang terpendek; yang tercepat, tetapi juga yang terlambat; kita tidak mengindahkannya, tetapi setelah itu kita semua menyesalinya? Tidak ada yang bisa dilakukan tanpanya, ia menelan segala yang kecil dan membangun segala yang besar..."
Itulah waktu.

Terpanjang karena waktu adalah ukuran keabadian.
Terpendek karena seringkali kita tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam kehidupan kita.
Jika sedang bahagia, waktu terasa sangat pendek. Namun jika berduka, pastilah waktu terasa berjalan dengan sangat lambat.
Tak ada yang dapat dilakukan tanpa dia karena waktu adalah satu-satunya pentas kehidupan kita.
Waktu adalah unsur dasar bagi pembentukan kehidupan.
Ia menelan semua yang tidak bermanfaat.

Sebuah kesuksesan dilihat dari bagaimana kita memanfaatkan waktu secara bijaksana dengan membuat perencanaan dan menetapkan prioritas.
Kita tak bisa merubah apapun yang telah ditelan oleh waktu. Semua perkataan yang telah terucap pastinya tak kan dapat ditarik kembali. Masa lalu, masa yang telah terlewat. Ambil hikmah darinya dan jadikan pelajaran untuk hari ini dan esok.
Pintu masa lalu telah terkunci rapat, pintu masa depan pun belum terbuka. Maka, pusatkan diri kita hanya untuk hari ini. Hanya hari ini. Kita dapat melakukan banyak hal hari ini bila kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan hari esok.

Mau tahu makna tentang waktu? Mari kita lihat...
Agar kita tahu makna 1 tahun,
tanyakanlah pada siswa yang gagal pada ujian akhir.
Agar kita tahu makna 1 bulan,
tanyakanlah pada seorang ibu yang telah melahirkan bayi prematur.
Agar kita tahu makna 1 minggu,
tanyakanlah pada seorang editor majalah mingguan.
Agar kita tahu makna 1 jam,
tanyakanlah pada sepasang kekasih yang sudah lama tak jumpa.
Agar kita tahu makna 1 menit,
tanyakanlah pada orang yang baru saja ketinggalan bus, kereta apai, atau pesawat terbang.
Agar kita tahu makna 1 detik,
tanyakanlah pada orang yang baru selamat dari kecelakaan.
Agar kita tahu makna 1/10 detik,
tanyakanlah pada peraih medali perak di olimpiade.

Nah, kawan... Ternyata waktu itu sangat berharga. Sudahkah kita menghargai waktu?
Mari hargai waktu dan memanfaatkannya semaksimal mungkin karena masa depan yang cerah berkilau akan menunggu kita. ^^
Semangat masa muda!!!! *Gai-sensei nice pose*

Jaa ne...

With peace and a thousand of red rose petals,
Viradhea Gita RL ^^
  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers