RSS
Facebook
Twitter

Kamis, 25 April 2013

Lebih Dekat dengan Al-Qur'an

Ini bisa dibilang tulisan pelengkap Rumus Canggihku yang ditulis beberapa waktu silam. Alhamdulillah dapat ilmu baru, alhamdulillah ada kesempatan untuk berbagi. 



KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGAMALKAN AL-QUR'AN
1. Diberi syafa'at pada Hari Kiamat (HR. Muslim). Riyadhush Shalihin 991, 992

2. Menjadi keluarga Allah
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia." Para sahabat bertanya, "Siapa mereka ya Rasulullah?" Rasullah SAW menjawab, "Para ahli Al-Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

3. Pada Hari Kiamat orang tuanya akan dipakaikan mahkota yang cahayanya lebih indah dari matahari.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca Al-Qur'an dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada Hari Kiamat yang cahayanya akan lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah di dunia ini." (HR. Abu Dawud)

4. Pada Hari Kiamat dipakaikan mahkota dari cahaya dan orang tuanya dipakaikan  pakaian yang indah tiada banding di dunia.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya mahkota yang terbuat dari cahaya, dan kedua orang tuamu akan dipakaikan sepasang pkaian yang indah tiada bandingnya di dunia ini. Orang tuanya akan bertanya kepada Allah, 'Mengapa kami diperlakukan demikian. Jawab Allah, 'Karena klian telah menjadikan anak kalian sebagai pembaca Al-Qur'an''" (HR. Hakim)

Sudahkah membaca Al-Qur'an hari ini?
Berapa target minimal bacaan Al-Qur'anmu setiap hari?

KEUTAMAAN MENGHAFAL AL-QUR'AN
1. Mendapat kedudukan tinggi di surga sesuai dengan jumlah hafalanny. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Riyadhush Shalihin 1001

2. Mendapat Tasyrif Nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)
Adalah Nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al-Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)

3. Diangkat menjadi pemimpin meski paling muda usianya.
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, "Rasulullah SAW telah mengurus sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada sahabat yang paling muda usianya beliau bertanya, 'Surat apa yang kau hafal?' Ia menjawab, 'Aku hafal surat ini... surat ini... dan surat Al-Baqarah.' 'Benarkah kamu hafal sural Al-Baqarah?' Tanya Nabi lagi. Sahabat menjawab, 'Benar'. Nabi bersabda, 'Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi'." (HR. At-turmudzi dan An-nasa'i)

4. Berhak menjadi Imam
Rasulullah SAW bersabda, "Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)

5. Terlindung dari Dajjal jika hafal 10 ayat permulaan surat Al-Kahfi (HR. Muslim) Riyadush Shalihin 1021.

6. Jika tidak punya sedikitpun hafalan Al-Qur'an seperti rumah tak berpenghuni. (HR. Tirmidzi)
Rumah kosong tak berpenghuni akan memudahkan orang berakhlak setan untuk mencuri isinya.

7. Termasuk orang yang mengagungkan Allah.
"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah, menghormati orang tua, penghafal Al-Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan penguasa yang adil." (HR. Abu Dawud)

8. Nikmat mampu menghafal Al-Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu.
"Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabiannya."

Sudah berapa juz hafalanmu?

KEUTAMAAN MEMPELAJARI AL-QUR'AN DAN MENGAJARKANNYA
1. Menjadi manusia terbaik (HR. Bukhari). Riyaduhs Shalihin 993.
2. Menjadi Rabbani (Orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah swt) (QS. Ali Imran : 79)

Berapa ayat yang sudah kau pelajari ajarkan?

Subhanallah! Betapa Allah sudah menjanjikan banyak kemuliaan-kemuliaan untuk orang yang senantiasa istiqomah dalam membaca Al-Qur'an, mengamalkannya, menghafalnya, mempelajari, dan mengajarkannya. Tinggal bagaimana kita sebagai hamba-Nya mau atau tidak melaksanakannya setelah Allah menunjukkan jalan-Nya.  Bila dalam waktu yang sangat luang bisa jadi kita mudah melaksanakannya, namun jika waktu kita sempit karena banyaknya aktivitas yang harus kita jalani, masihkah bisa menjaga amalan-amalan yang disukai oleh Allah ini?

Berat. Memang berat melaksanakannya di waktu yang sempit. Tapi ini layaknya sedekah. Sedekah ketika kita dalam keadaan serba berkecukupan tentu akan sangat mudah mengeluarkan sebagian harta untuk bersedekah. Namun, bila hidup kita serba pas-pasan namun ada orang lain yang juga membutuhkan, maukah kita berbagi sedekah? Jika kita mau, maka itu yang lebih Allah sukai. Sama halnya dengan menghafal dan mempelajari Al-Qur'an di sela-sela kesibukan. 

Semoga selalu dimudahkan ya semuanya.
Dan semoga semakin dekat untuk mendapatkan Rahmat-Nya, karena Allah akan memasukkan kita ke dalam syurga bukan karena amalan saja, namun lebih karena Rahmat-Nya.

Amiinnn...

Maraji'
Imam Nawawi, Riyadush Shalihin Jilid 2
Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kita Sukses  Menjadi Hafidz Qur'an Da'iyah
Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al-Qur'an

0 komentar:

  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers