RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Sadar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sadar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2013

Pemanggil Kegagalan


[Magnolia]
Sukses itu termasuk keindahan istimewa. 
Jangan biarkan kegagalan terus mengotorinya. Cegah dan hentikanlah ia.

Banyak orang pernah mengalami yang namanya kegagalan. Saya pun pernah mengalaminya. Tidak hanya sekali, tapi terjadi berkali-kali. Tapi itu tidak penting karena banyaknya kegagalan bukan untuk dibanggakan, tapi bisa bangkit dari kegagalan lalu bisa melesat cepat pada keberhasilan, itu baru hebat.

Yang belum merasakan, jangan senang dulu. Hehehehe. Karena kita sebagai manusia biasa tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi nanti bukan? Walau sedetik kemudian, kita tidak tahu karena ada banyak sekali kemungkinan dan kehendak Tuhan pastinya.

Boleh dicoba. Yang ingin GAGAL, silakan lakukan hal-hal di bawah ini :

1. Disorientasi niat dan kepahaman
Setiap perbuatan awali dengan niat yang baik. Kita sudah awali dengan niat baik, kita paham benar dengan apa yang harus kita lakukan. Lalu kita berada di jalan yang lurus. Apa yang terjadi jika kita melenceng yang kemudian dilanjutkan dengan kehilangan arah dan tak tahu jalan pulang? Ini, disorientasi.

2. Bersikap lalai
Kita tahu itu harus dilakukan, namun kita terlalu banyak mentolerir diri hingga akhirnya kita lupa dengan apa yang menjadi kewajiban kita. 

3. Bermalas-malasan
Beritahu saya, siapa orang sukses yang sukses karena dia bermalas-malasan menggapai kesuksesannya?

4. Stagnan
Mentok. Di situ-situ saja. Padahal zaman sudah berubah. Kondisi pun menjadi lebih kompleks. Tapi stagnan beda dengan prinsip lho ya, kawan...

5. Tidak mengindahkan instrospeksi
Kita renungkan mengapa kita bisa sampai saat ini terutama tentang kesalahan-kesalahan kita yang akan kita perbaiki. Kita jadi tahu dari mana akar masalahnya. Tapi, semua itu hanya sejenak. Ckckck.

6. Berlaku seenak jidat
Hidup itu ada aturannya. Tertulis maupun tidak. Tidak semua hal bebas kita lakukan. Di sini kita belajar hak dan kewajiban. Walaupun dalam kenyatannya itu bisa dikondisikan.

7. Memusingkan kepusingan
Dalam hidup, tentu masalah datang dan pergi sesuai keinginan kita atau pun tidak. Wajar memang kalau kita jadi merasa terbebani, tapi jangan berlarut-larut karena yang sebaiknya kita lakukan adalah mengurai benang kusut, memisahkannya, lalu menggulungnya dengan rapi satu per satu.

8. Tidak sadar diri
Kita harus sadar siapa kita, tanggung jawab kita apa, siapa yang membuat kita menjadi seperti saat ini, untuk apa kita melakukan ini semua.

9. Menutup telinga dari nasihat
Hati-hati, barangsiapa yang enggan mendengarkan nasihat, merasa panas dengan mendengarkan nasihat, itu pertanda hati kurang sehat. Ya, obati dengan obat hati yang 5 perkara.

Mungkin masih banyak lagi, namun pemanggil kegagalan yang saya sadari 9 hal adanya. Dan, wajarlah kita ketika pada suatu saat kita tidak sadar bahwa kita telah memanggilnya. Sebelum dia datang cegahlah, sebelum dia datang hentikalah. Cegah dan hentikan dengan menggunakan kesungguhan hati nurani dan meminta perlindungan dari-Nya...

Senin, 31 Desember 2012

Janji

Harapan yang baik akan dikabulkan, janji yang baik akan ditepati. 
Insya Allah.


Aku ingat tentang perkataan seorang senior.
Kalau takut, jangan berani-berani.
Kalau berani, jangan taku-takut.

Tahun ini aku belajar bahwa ketika aku memulai sesuatu dengan sedikit saja keraguan, maka ketakutan akan terus membayangi sampai akhir. Padahal, aku tahu bahwa coba saja dulu aku memulainya dengan mantap hati, maka segala masalah yang datang akan bisa terantisipasi dan terselesaikan dengan baik, tentunya dengan kepala dingin.
Di sini, kalimat pertama sudah dilanggar ----- Kalau takut, jangan berani-berani.
Terlalu memaksakan diri akibatnya bisa fatal. Yap, tentunya berjuang dengan keterbatasan dan terlalu memaksakan diri adalah dua hal yang berbeda, bukan?

Aku tahu, bahkan sudah sangat tahu bahwa memilih adalah hal yang tidak boleh diremehkan. Apalagi hanya karena rasa tidak enak hati, hanya karena banyak sekali pertimbangan yang ternyata dapat menggoyahkan diri.
Padahal, ketika aku sudah memulai langkah awal, aku tidak boleh mundur lagi. Yang harus kulakukan adalah melanjutkannya sampai akhir.
Aku yakin, bahkan sudah sangat yakin bahwa apapun halangan yang ada selama perjalaanan ini, semuanya siap kuhadapi.
Aku berani...
Tapi lagi-lagi, ada saja terlalu banyak toleransi yang muncul di sana-sini. 
Aku tahu bahwa aku tidak boleh memikirkan diri sendiri. Aku harus memikirkan dirimu dan dirinya juga ----- diri kita semua. Namun, aku tak sadar kalau aku melupakan satu hal : seharusnya aku lebih mengerti tentang apa yang harus kulakukan dan apa yang tak perlu kulakukan.
Sering ku tak tegas, sering tak kudengar perkataannya, sering kumenolak apa yang sudah diteriakkan oleh sang hati nurani.
Tidak sadar akan mana yang benar, eh?
Aku masih takut-takut.
Kalau berani jangan takut-takut, aku telah mengabaikannya juga.

Belum lagi jika bicara mengenai FOKUS.
Ya ampun, bahkan hal-hal kecil bisa membuyarkan pada kefokusan terhadap hal-hal yang lebih subtil!
Sejak kapan aku pusing terhadap hal-hal yang sepele?
Padahal, coba saja fokus dengan apa yang kukerjakan pasti hasilnya lebih maksimal kan?
Sadar diri, sadar posisi, sadar potensi, sadar keadaan, sadar peluang.
Ternyata hanya perlu sedikit lebih peka kemudian fokus, fokus, dan fokus.
Fokus, tidak sulit untuk dikatakan namun juga tidak mudah untuk dilakukan.
Tapi jika bersungguh-sungguh pasti bisa, Insya Allah.

Miris? Mungkin saja benar, memang miris.
Kau merasa sudah lelah berjuang, tapi kau tak merasa bahwa ada karya yang kau hasilkan.
Hei! Dunia butuh pembuktian, bukan ucapan!
Kau sudah merasa benar, tapi semua menyalahkan.
Hei! Dunia itu cermin diri, maka lihatlah baik-baik!
Kau sudah berpikir jauh ke depan dan menentukan tahap demi tahap untuk mencapainya, tapi yang mendukung tak seberapa.
Hei! Ini dunia tempat berpijak, bukan langit!
Karena kurang sederhana, karena kurang dimengerti, makanya salah paham.
It's really complicated...

Tahun ini adalah tahun teguran.
Ya, aku merasa begitu banyak hal bodoh yang kuperbuat dan baru kusadari menghasilkan bola salju kesalahan yang sedemikian besarnya.
Menyesal?
Ya, setiap orang yang berbuat kesalahan wajib menyesal dan wajib memperbaikinya.
Bukankah Allah Maha Pemaaf? Bukankah setiap yang sudah rusak bisa diperbaiki? Well, walau tak akan kembali seperti semula, aku tahu.
Bersedih?
Oh tidak, aku tak boleh bersedih. Karena banyak juga pelajaran dan kenangan manis yang sudah terpatri dalam memori. Terima kasih, bukan bersedih.
Menangis?
Oh, ayolah. Dunia ini terlalu bahagia untuk ditangisi. Permohonan maaf, bukan menangis.

Terima kasih... 
Untuk pelajaran berharga yang tak tahu akan kudapat darimana kecuali dari sini.
Untuk suka duka yang kau beri.

Untuk nafas semangat yang kau hembuskan.

Untuk tali persahabat yang kau ikatkan.
Untuk semua kata yang mengisnpirasi.
Terima kasih, terima kasih untukmu karena masih bisa bertahan sampai sejauh ini, sampai akhir.

Maaf...
Jika duri kecewa lebih banyak kutebarkan daripada mengabulkan keinginanmu.
Jika terlalu banyak perbedaan dari yang kau kira.
Jika terlalu banyak luka yang kubuat.
Maaf, maaf, maaf...

Kita bukan waktu yang kita punya.
Tapi kita adalah amal yang kita lakukan. 

Setelah kesulitan ada kemudahan.
Allah tidak akan membebani hamba-Nya melebihi kesanggupannya.
Begitulah Allah berfirman dalam Al-qur'an dan firman Allah adalah benar.

Jika menjalani kehidupan ini adalah layaknya menulis buku. Maka setelah kita menyelesaikan satu chapter, akan ada lembaran kosong yang tersedia untuk kisah kita selanjutnya. Artinya, masih ada kesempatan untuk terus memperbaiki diri sampai hidup kita berakhir.

Karenanya...
Tahun depan, jika aku diberikan kesempatan lagi. Aku tidak akan main-main lagi karena hidup bukan mainan!
Lebih fokus, lebih telaten, lebih memberikan porsi lebih untuk kemanfaatan orang banyak tanpa lupa mengurus diri sendiri.
Lebih tanggung jawab.
Sudah cukup banyak pelajaran dan teguran jika terlalu banyak lalai dan pura-pura tidak peduli.
Aku bertekad tak akan mengulangi kesalahan di masa lalu dan sekarang.
Intinya, tahun depan adalah tahun penebus kesalalahan di tahun ini.

Bismillah...
Tahun 2013 harus lebih baik & lebih berani, aku janji. Insya Allah, PASTI BISA! 

Kamis, 29 Desember 2011

Di Dalam Beningnya Air Hujan

Hujan...
Tetesan air penuh rahmat dari Sang Pencipta. Ditunggu-tunggu ketika terik matahari sangat menyengat tak tertahankan. Namun, sering dikeluhkan ketika sudah turun dengan derasnya. Ya, itu karena manusia memang makhluk yang tidak mudah puas. Di sinilah, kesyukuran kita dipertanyakan.


Hujan...
Tidak banyak orang yang benar-benar nekat menerobos hujan badai demi mendatangi tempat ujian yang bahkan belum tentu kau bisa lulus ujian itu walaupun sudah datang hujan-hujanan. Parahnya, bahkan kau akan malu seumur hidup jika gagal.
Tidak banyak orang yang mau berbagi payung walaupun sudah jelas-jelas orang yang berjalan di sebelahnya sudah basah kuyup serta menggigil kedinginan.
Banyak kendaaraan yang mengebut dan adu salip agar cepat sampai tujuan di hari yang sangat basah itu, namun... apakah sang pengendara pernah memikirkan karena tindakannya, seseorang sampai masuk ke rumah sakit dengan dirawat inap beberapa hari?!
Hujan pernah mengajariku tentang arti kesungguhan dan pengorbanan.

Hujan...
Hujan rintik-rintik membisikkan padaku, “Tenang, masih ada harapan..”
Hujan deras mengatakan padaku, “Semangat!”
Hujan badai berteriak padaku, “Baru begini saja menyerah, eh? Buktikan kalau kau memang bisa!!!”
Setelah itu ada pelangi yang menyapaku, “Hai kawan. Selamat, kau hebat!”
Hujan mengingatkanku, bahwa setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan. Setelah tangis akan ada tawa. Setelah gelap pasti ada cahaya yang akan menuntunmu ke jalan yang benar. Dan, masih banyak kisah lagi yang kulewati bersama hujan...



Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)
.
[QS. Al-Furqan : 50]



With drop of dew
,

Akabara Hikari

Minggu, 11 Desember 2011

Banyak Bertanya

Saudaraku...
Seringkali kita bertanya tentang banyak hal.
Dan... Subhanallah!
Ternyata Al Qur’an mampu menjawabnya, bahkan sebelum kita bertanya sekalipun.

Check it out!

Kita bertanya:
MENGAPA AKU DIUJI?
Al Qur’an menjawab:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui oang-orang yg benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.”
[QS. Al-Ankabut : 2-3]

Kita bertanya:
MENGAPA AKU DIBERI UJIAN SEBERAT INI?
Al Qur’an menjawab:
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,”
[QS. Al-Baqarah : 286]

Kita bertanya:
MENGAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
Al Qur’an menjawab:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
[QS. Al-Baqarah : 216]

Kita bertanya:
MENGAPA AKU MERASA FRUSTRASI?
Al Qur’an menjawab:
Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.”
[QS. Al-Imran : 139]
Kita bertanya:
BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
Al Qur’an menjawab:
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat; dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.”
[QS. Al-Baqarah : 45]
Kita bertanya:
APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?
Al Qur’an menjawab:
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.”
[QS. At-Taubat : 111]

Kita bertanya:
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
Al Qur’an menjawab:
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal,”
[QS. At-Taubat : 129]

Kita bertanya:
AKU TAK TAHAN!!!!!!
Al Qur’an menjawab:
“……dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”
[QS. Yusuf : 87]

Kita bertanya:
MENGAPA HATI INI TIDAK TENANG ?
Al Qur’an menjawab:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”
[QS. Ar Ra’d : 28]
Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.
*Sebagai bahan muhasabah kita bersama, semoga bermanfaat! ^^

Sumber :
(Pernah di post di FB saya juga ^^)


Keep spirit, keep fighting!
Akabara Hikari

Selasa, 06 Juli 2010

Yes, Of Course! I Can Do It!



Yap! Betul! Kita harus percaya pada kemampuan diri kita sendiri. Terlebih pada masa-masa seperti sekarang ini (Baca : UAS). Yo, Hika lagi UAS nih. Insya Allah Hika mau bergabung dengan orang-orang yang tidak melakukan berbagai macam kecurangan dalam ujian. MySpace Yah, walau mungkin masih sedikit yang seperti itu. Tapi, ayo semangat untuk menambah pahala! Hehehe...

Mencontek.
Aha!
Ini dia nih yang sekarang sudah mengakar dan mendarah daging pada sebagian besar pelajar maupun mahasiswa.
Kalau kita malu jika ada orang lain yang memergoki kita jika kita berbuat sesuatu yang buruk, apakah kita tidak malu pada Sang Maha Melihat karena kita mencontek?

Kepepet?
Uwow! This is a classical reason, guyz!

Tak kan selamanya kita bisa bergantung, menjadi parasit bagi orang lain. Mungkin banyak parasit dan parasit yang saling melakukan simbiosis mutualisme. Tapi, apa ingin terus seperti itu saja?

Di-review kembali, apa sih tujuan kita sekolah? Apa sih tujuan sebenernya kita kuliah? Apa sih sebenarnya yang kita cari dengan sekolah tinggi-tinggi?

Belajar sedikit demi sedikit secara rutin, akan jauh lebih baik dibanding menelan bulat-bulat materi bahan ujian yang seabrek untuk bahan ujian. Bukannya kita tidak sempat, tapi memang karena kita masih belum menyempatkan diri untuk belajar teratur, kan? 15 menit untuk sekali belajar juga sudah cukup. Ada penelitian bahwa waktu paling efektif untuk berkonsentrasi adalah 15 menit.

Tidak ada kata terlambat untuk kita semua untuk berubah!



Tetap semangat! Selalu semangat!


Salam semangat,
Hika-chan MySpace

Minggu, 03 Januari 2010

UAS! UAS! UAS!

MySpace

UAS di depan mata kawan-kawan!!!!


MySpace

Yosh! Benkyou! Benkyou! Benkyou! (Ngikutin Chiaki-senpai di Nodame Cantabile)
Banyak belajar? Hm... Tapi menurutku, sebanyak apapun belajar tapi klo nggak ada konsentrasi sama aja NOL besar! Yang penting konsentrasi waktu belajar... Jangan menghapal setiap kata. Pelajari inti-intinya saja.

MySpace

Sambil dengerin musik juga boleh...

MySpace

MySpace

Sambil makan yang manis-manis juga nggak apa-apa. Katanya makanan manis bisa meningkatkan kerja otak! (Tau dari mana lu?)

MySpace

MySpace

Tapi jangan sampai STRESS gara-gara belajar. Belajar jangan dijadiin beban. Just enjoy it! Niatkan belajar untuk dapet ilmu, bukan dapet nilai.. Pasti lebih mengena.. ^^

MySpace

Tapi nggak boleh juga kalo terlalu nyantai.. Nanti malah buku dijadiin bantal...
Teruz, atur waktu sebaik-baiknya. Jangan sampai bergadang semalaman ya..

MySpace

Istirahat juga perlu agar tidak ngantuk saat menghadapi ujian keesokan harinya.

MySpace

Agar kita terlihat semangat dan percaya diri saat menghadapi soal-soal.

MySpace

Hadapi semuanya dengan senyum dan yakinlah kita pasti bisa! Yeah! Bisa!


Yosh! GANBARIMASHOU!!!! ^^

Sabtu, 22 Agustus 2009

The Superiority of Tarawih

-Hikari's back!-

Keutamaan Shalat tarawih...

(Diriwayatkan oleh Syaidina Ali r.a. dari Rosulullah SAW sebagai jawaban dari pertanyaan sahabat-sahabat nabi SAW tentang fadhilah (keutamaan) shalat terawih di bulan ramadhan.)

1st Night

Keluar dosa-dosa orang mukmin pada malam pertama sebagaimana ia baru dilahirkan, mendapat ampunan dari Allah SWT.

2nd Night

Diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang shalat terawih serta ibu bapaknya (sekiranya mereka orang beriman).

3rd Night

Berseru malaikat di bawah arasy supaya kamu meneruskan shalat terawih terus menerus, semoga Allah SWT mengampunkan dosa engkau.

4th Night

Memperoleh pahala sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab zabur, taurat, injil dan al Qur’an.

5th Night

Allah karuniakan baginya pahala seumpama orang shalat di masjidil haram, masjid madinah dan masjidil aqsa.

6th Night

Allah karuniakan pahala kepadanya pahala malaikat-malaikat yang tawaf di baitul ma’mur (70.000 malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah mengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan shalat terawih pada malam ini.

7th Night

Seolah-olah ia dapat bertemu dengan nabi Musa as. Serta menentang musuh ketatnya Fir’aun dan Hamman.

8th Night

Allah mengaruniakan pahala orang shalat terawih sebagaimana yang telah dikaruniakan kepada nabi Allah Ibrahim, as.

9th Night

Allah karuniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hambaNya seperti nabi Muhammad SAW.

10th Night

Allah SWT mengaruniakan kepadanya kebaikan di dunia dan di akherat.

11th Night

Keluar dari pada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baru dilahirkan.

12th Night

Datang ia kepada hari kiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadatnya)

13th Night

Datang ia kepada hari kiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.

14th Night

Datang malaikat menyaksikan ia shalat terawih , serta Allah tiada menyesatkannya di hari kiamat.

15th Night

Semua malaikat yang menanggung “arasy”, kursy bershalawat dan mendoakan supaya Allah mengampunkannya.

16th Night

Allah SWT tuliskan baginya terlepas dari neraka dan dimasukkan dalam surga.

17th Night

Allah karuniakan orang yang berterawih pahalanya pada malam ini sebanyak pahala nabi-nabi.

18th Night

Seru malaikat : “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah ridho kepada engkau dan ibu bapak engkau yang masih hidup / sudah mati”.

19th Night

Allah SWT tinggikan derajadnya di dalam surga firdaus.

20th Night

Allah karuniakan kapadanya pahala sekalian orang yang mati syahid.

21st Night

Allah bangunkan sebuah istana di surga daripada nur

22nd Night

Datang ia pada hari kiamat aman dari tiap-tiap duka cita dan kerisauan atau dalam keadaan huru hara di padang makhsar.

23rd Night

Allah SWT berikan padanya sebuah bandar di surga daripada nur.

24th Night

Allah buka peluang 24 do’a mustajab bagi orang berterawih (elok sekali berdo’a ketika dalam sujud)

25th Night

Allah SWT angkatkan daripadanya siksa kubur

26th Night

Allah karuniakan kepada orang berterawih pahala pada malam ini seumpama 40 tahun ibadah.

27th Night

Allah karuniakan pada orang berterawih pada malam ini ketangkasan melintasi titian sirotol mustaqim seperti kilat menyambar.

28th Night

Allah karuniakan kepadanya pahala 1000 derajad di akhirat.

29th Night

Allah SWT karuniakan kepadanya pahala 1000 kali haji mabrur.

30th Night

Allah SWT beri penghormatan kepada orang berterawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali lalu berfirman : “Hai hambaKu makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini hendak makan dalam surga, dan mandilah engkau dari air surga yang bernama Salsabila, serta minumlah air dari telaga yang dikaruniakan kepada nabi Muhammad SAW yang bernama al kautsar.

Ih waw! Subhanallah! Hayo yang shalat tarawih taun lalunya pada belang-bentong -masih bolong2-, taun sekarang yang full ya. Mari kita kumpulkan pahala di bulan suci dan penuh berkah ini! ^^

With peace and a thousand of red rose petals,
Hikari-chan ^^

Kamis, 13 Agustus 2009

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Shalat Dhuha
Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda:

“Wajib bagi tiap-tiap ruas dari anggota tubuh (persendian) salah seorang di antara kalian mengeluarkan sedekah. Setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (Laa Ilaaha Illallaah) adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik (amar ma'ruf) pun juga sedekah, dan mencegah kemunkaran (nahyi munkar) juga sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan ganjarannya dengan dua rakaat shalat Dhuha”. Diriwayatkan oleh Muslim.
Hukum Shalat Dhuha
Hukumnya sunah.
Hadits-hadits terdahulu dan juga yang semisalnya menjelaskan bahwa shalat Dhuha pada waktu Dhuha (pagi hari) merupakan suatu hal yang baik lagi disukai.
Selain itu, di dalam hadits-hadits tersebut juga terkandung dalil yang menunjukkan disyariatkannya kaum muslimin untuk senantiasa mengerjakannya.

Dan tidak ada riwayat yang menujukkan diwajibkannya shalat Dhuha

Waktu Shalat Dhuha
Waktu shalat Dhuha dimulai sejak terbit matahari sampai zawal (condong). Dan waktu terbaik untuk mengerjakan shalat Dhuha adalah pada saat matahari terik.
Keutamaan lainnya :
Demikian juga riwayat yang datang dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

“Barangsiapa mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah lalu duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit dan kemudian mengerjakan shalat dua raka’at maka pahala shalat itu baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.”
Hadits Abud Darda Radhiyallahu ‘anhu, di mana dia bercerita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani.

Hm, Hikari di sini hanya ingin beramar ma'ruf nahyi munkar. Kan itu juga termasuk sedekah. ^^
Ok. Sekian dulu.
Jaa ne.
With peace and a thousand of red rose petals,
Hikari-chan ^^

Kamis, 06 Agustus 2009

Suatu Hari di Hutan

(Hutan : Jungle/Forest, Mouri, Al-ghaabah)

Waduh! Hikari cepet-cepet amat ya bikin posting-an. Baru juga kemarin publish, sekarang udah publish lagi. Maklumi saja ya? Ini kan blog baru trus mumpung saat ini Hikari masih nganggur. Ntar kan kalo dah masuk kuliah pasti Hikari (sok) sibuk!*langsung ditakol*

-sigh- Kembali ke posting-an.

(Catatan : Hikari nemu ini bareng temen setelah ngutak-ngatik dokumen di kompu warnet, wohoho~. Sedikit Hikari edit sih.)

Suatu hari, ada seorang pemuda yang sedang berjalan-jalan di hutan untuk mencari udara yang bebas polusi. Baru saja sebentar menikmati udara hutan, sang pemuda mendengar suara. "Grrrrr.... Auuuuuummmmmm..." Ya, suara harimau mengaum. Tak jauh di belakangnya.

Sang pemuda ketakutan dan mengambil ancang-ancang untuk berlari semampu yang ia bisa. Harimau yang melihat itu tidak tinggal diam. Mangsa menggiurkan yang jelas-jelas ada di depan mata takkan pernah dibiarkan kabur begitu saja olehnya. Lalu, terjadilah adegan kejar-kejaran antara pemuda dan harimau itu. Di tengah ketakutan juga kepanikannya sang pemuda masih sempat berdoa agar di selamtkan dari harimau tersebut.

Doanya terkabul. Pemuda itu melihat ada sumur di depannya. Muncullah sebuah ide di benaknya. sang harimau pasti tidak akan mengejarnya lagi kalau dia masuk ke sumur itu. Segera ia berlari lebih kencang dan masuk ke sumur itu. Beruntunglah pemuda tadi, karena ternyata di sumur itu ada tali yang menggantung. sehingga ia tak perlu basah kuyup jatuh ke dalam sumur. Tali yang pendek, sehingga ia tak dapat mencapai dasar sumur. Ia mendongak ke atas, sang harimau tetap saja tak mu pergi. Ia terus menunggui pemuda itu di dekat bibir sumur. Sesaat kemudian, terdengar suara kecipak air dari bawah. Pemuda itu lalu menundukkan kepalanya. Betapa kaget dirinya karena ternyata yang membuat air berkecipak adalah dua ekor buaya ganas yang kelihatannya yang sangat lapar.

Ya, Tuhan. Bagaimana ini? Di atas aku ditunggu oleh harimau itu, di bawah buaya-buaya itu siap mengakhiri hidupku jika aku terjatuh.
Ketika ia tengah berpikir bagaimana cara keluar, tiba-tiba keluarlah seekor tikus putih dari lubang yang ada di dinding sumu sumur. "cit... cit... cit..." Tikus tersebut mulai menaiki tali tempat bergelayut pemuda itu dan menggerogotinya. Belum hilang keterkejutannya, keluarlah tikus hitam dari lubang satunya dan melakukan hal yang sama.

Waduh! Celakalah diriku ini. Jika tali ini benar-benar putus, tamatlah riwayatku oleh buaya itu.
Saat itulah, sang pemuda mendengar suara dengungan rombongan lebah yang sedang mengangkut madu ke sarangnya. Ia mendongak, melihat ke atas.

Tes...
Jatuhlah setetes madu dan langsung masuk ke mulut pemuda itu dengan elegannya. *?*

Spontan sang pemuda berkata, "Subhanallah... Alangkah manisnya madu ini. Baru kali ini aku merasakan madu yang semanis dan selezat ini." Dia lupa akan ancaman buaya dan harimau tadi.

Hm, di balik kisah pasti ada hikmah. Tahukah anda inti dari cerita ini?

Pemuda tadi adalah kita semua. Harimau yang mengejar adalah maut kita, ajal memang selalu mengejar kita kan? Dua ekor buaya bisa diibaratkan Malaikat Munkar dan Nakir. Tali tempat pemuda bergelayut adalah umur kita. Jika talinya pendek, maka panjanglah umur kita. Jika talinya panjang, pendeklah umur kita. Tikus putih dan tikus hitam adalah perumpamaan bagi siang dan malam yang senantiasa mengikis umur kita. Setetes madu adalah nikmat dunia yang bersifat sesaat. Seperti pemuda tadi yang lupa akan ancaman maut yang menunggunya setelah merasakan betapa manisnya madu itu.

Ya, begitulah kita. Ketika kita baru saja mendapat sedikit nikmat, kita lupa pada Sang Pemilik Segalanya. Ketika susah, baru kita ingat pada-Nya. Astaghfirullah al'adzim...

-Eh, kita? Apa cuma Hikari aja ya yang gitu? Hihihi-

Ok. Sekian dulu ya...

Jaa ne...

With peace and a thousand of red rose petals,
Hikari-chan ^^

Kamis, 30 Juli 2009

Tentang Waktu

Waktu : Time, Jikan/Toki, Al-waqtu.

Apa itu waktu?

Waktu.....
Sesuatu yang tak kan dapat diputar ulang.

Waktu adalah pedang, apabila Anda tidak memangkasnya maka Andalah yang akan dipangkasnya.

Waktu....
Terlalu lambat bagi mereka yang sedang
menunggu.
Terlalu cepat bagi mereka yang sedang
ketakutan.
Terlalu lama bagi mereka yang sedang
berduka.
Terlalu pendek bagi mereka yang sedang
bergembira.
Tapi bagi mereka yang sedang jatuh cinta,
waktu tak pernah ada.


Ada yang tahu atau pernah dengar pepatah ini?
"Apa yang terpanjang, tetapi juga yang terpendek; yang tercepat, tetapi juga yang terlambat; kita tidak mengindahkannya, tetapi setelah itu kita semua menyesalinya? Tidak ada yang bisa dilakukan tanpanya, ia menelan segala yang kecil dan membangun segala yang besar..."
Itulah waktu.

Terpanjang karena waktu adalah ukuran keabadian.
Terpendek karena seringkali kita tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam kehidupan kita.
Jika sedang bahagia, waktu terasa sangat pendek. Namun jika berduka, pastilah waktu terasa berjalan dengan sangat lambat.
Tak ada yang dapat dilakukan tanpa dia karena waktu adalah satu-satunya pentas kehidupan kita.
Waktu adalah unsur dasar bagi pembentukan kehidupan.
Ia menelan semua yang tidak bermanfaat.

Sebuah kesuksesan dilihat dari bagaimana kita memanfaatkan waktu secara bijaksana dengan membuat perencanaan dan menetapkan prioritas.
Kita tak bisa merubah apapun yang telah ditelan oleh waktu. Semua perkataan yang telah terucap pastinya tak kan dapat ditarik kembali. Masa lalu, masa yang telah terlewat. Ambil hikmah darinya dan jadikan pelajaran untuk hari ini dan esok.
Pintu masa lalu telah terkunci rapat, pintu masa depan pun belum terbuka. Maka, pusatkan diri kita hanya untuk hari ini. Hanya hari ini. Kita dapat melakukan banyak hal hari ini bila kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan hari esok.

Mau tahu makna tentang waktu? Mari kita lihat...
Agar kita tahu makna 1 tahun,
tanyakanlah pada siswa yang gagal pada ujian akhir.
Agar kita tahu makna 1 bulan,
tanyakanlah pada seorang ibu yang telah melahirkan bayi prematur.
Agar kita tahu makna 1 minggu,
tanyakanlah pada seorang editor majalah mingguan.
Agar kita tahu makna 1 jam,
tanyakanlah pada sepasang kekasih yang sudah lama tak jumpa.
Agar kita tahu makna 1 menit,
tanyakanlah pada orang yang baru saja ketinggalan bus, kereta apai, atau pesawat terbang.
Agar kita tahu makna 1 detik,
tanyakanlah pada orang yang baru selamat dari kecelakaan.
Agar kita tahu makna 1/10 detik,
tanyakanlah pada peraih medali perak di olimpiade.

Nah, kawan... Ternyata waktu itu sangat berharga. Sudahkah kita menghargai waktu?
Mari hargai waktu dan memanfaatkannya semaksimal mungkin karena masa depan yang cerah berkilau akan menunggu kita. ^^
Semangat masa muda!!!! *Gai-sensei nice pose*

Jaa ne...

With peace and a thousand of red rose petals,
Viradhea Gita RL ^^
  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers