RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Keutamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keutamaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2012

10 Hari di Bulan Istimewa (Dzulhijjah)


Bulan Dzulhijjah telah datang!
Yuk, mari kita perbanyak amal di bulan ini...
(Diteriakin : Telaaaaaaaaaat!!!)
Ya, saya akui kalau saya telat. Bulan Dzulhijjah pada tahun ini, jatuh mulai tanggal 17 Oktober 2012 kemarin dan saya baru posting hari ini. 
Okelah, tidak perlu disesalkan karena berbagi ilmu tidak ada kata terlambat. ^^
Bulan Dzulhijjah ini termasuk bulan yang istimewa dalam Kalender Hijriyah. Bagaimana tidak? Banyak amalan-amalan utama yang bisa kita kerjakan untuk menambah tabungan pahala sebelum kita kembali pada-Nya, terutama yang dikerjakan pada 10 hari pertama bulan ini. 

“Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).


Lengkap banget paket ibadah di bulan ini. Dari mulai yang sederhana yaitu dzikir, shalat, puasa, kurban sampai naik haji pun ada di bulan ini. Nah, biar lebih jelas, sekarang kita cek amalan-amalan apa saja yang disyariatkan di bulan ini.

1. Ibadah haji dan umrah
"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yng dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah syurga."

Tentunya kita tahu bahwa ibadah haji termasuk amalan utama dan belum tentu semua orang bisa melaksanakan rukun islam kelima ini. Namun, ketika mampu melaksanakannya, dimulai dengan niat karena Allah dan diiringi dengan semangat beribadah pada-Nya hingga akhirnya menjadi haji mabrur, siapa yang tidak ingin?

2. Puasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah, atau pada sebagiannya, atau pada tanggal 9 yang diutamakan (Puasa Arafah)
“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

Hukum berpuasa Arafah adalah sunnah muakkad atau sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Puasa Arafah dilaksanakan oleh mereka yang tidak sedang mengerjakan ibadah haji di Padang Arafah.

3. Pahala segala ibadah dilipatgandakan
Karena sepuuh hari di awal bulan Dzulhijjah merupakan hari yang istimewa, Allah pun ‘mengobral’ pahala dengan cuma-Cuma ketika kita menggunakan waktu-waktu tersebut untuk beribadah kepada dank arena-Nya.
Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam lailatul qadar. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi)

4. Berdzikir (Tahlil, takbir, tahmid)
Sebenarnya, kita tidak perlu menunggu 10 hari bulan Dzulhijjah datang untuk berdzikir. Karena dzikir seharusnya bisa dijadikan amalan setiap kita melewati detik kita. Dalam keseharian saja, pahala yang bisa didapat lewat berdzikir sudah sangat banyak.
Barangsiapa bertasbih kepada Allah 100 kali ketika pagi dan 100 kali ketika sore, maka ia seperti orang yang melakukan haji 100 kali. Barangsiapa bertahmid kepada Allah 100 kali ketika pagi dan 100 kali ketika sore, maka ia seperti orang yang membawa 100 kuda perang untuk berjihad di jalan Allah. Barangsiapa mengucapkan tahlil 100 kali ketika pagi dan 100 kali ketika sore, maka ia seperti memerdekakan 100 budak dari anak cucu Ismail. Barangsiapa bertakbir 100 kali ketika pagi dan 100 kali ketika sore, maka Allah tidak akan memberikan kepada seseorang sesuatu yang lebih dari apa yang diberikan kepadanya, kecuali orang itu melakukan hal yang sama atau lebih. (Hr. at-Tirmidzi dan ia berkata, hadits ini hasan)
Subhanallah, apalagi di awal bulan Dzulhijjah :
Tidak ada hari-hari yang dianggap lebih agung oleh Allah SWT dan lebih disukai untuk digunakan sebagai tempat beramal sebagaimana hari pertama hingga kesepuluh Dzulhijjah ini. Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir, dan tahmid. (HR. Ahmad)

5. Idul Adha dan berkurban
Di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, ada Idul Adha yang merupakan hari besar kita sebagai umat islam setelah Idul Fitri. Yang spesial di Idul Fitri adalah 1 bulan sebelumnya kita melaksanakan puasa ramadhan terlebih dahulu dan menyamut kemenangan di hari yang fitri itu. Dan, ketika Idul Adha yang spesial adalah ibadah kurban. Hewan kurban akan menjadi kendaraan di akhirat kelak seperti pada hadits berikut :
“Barang siapa telah melaksanakan qurban, setelah orang itu keluar dari kubur nanti, ia akan menemukan qurbannya berdiri di atas kuburannya, rambut qurban itu terdiri dari belahan emas, matanya dari yaqut, kedua tanduknya dari emas pula. Lalu ia terheran-heran dan bertanya, 'Siapa kamu ini? Aku belum pernah melihat sesuatu seindah kamu.'
Hewan itu menjawab, "Aku adalah qurbanmu yang engkau persembahkan di dunia sekarang. Naiklah ke alas punggungku". Kemudian ia naik dan berangkatlah mereka sampai naungan Arasy, di langit yang ketujuh"

Begitu banyak pahala yang bisa kita dapatkan jika kita mau mengerjakan amalan-amalan yang diperintahkan oleh-Nya. Sekarang kita sudah dapat ilmunya, saatnya TAKE ACTION! Atau kalau belum puas, bisa cari referensi lain. Jazakumullah khairan katsir. Wallahu ‘alam bish showwab.

Selasa, 24 Juli 2012

Di balik Shubuh dan Ashar


Sahabat, setiap harinya Allah mengirimkan malaikat-malaikatnya ke dunia untuk mencatat segala amal perbuatan kita semua sebagai manusia di muka bumi. Malaikat tersebut berjaga secara bergantian pada dua waktu.



Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :


“Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat shalat subuh dan ashar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka -dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya)-, “Dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaKu?” Para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan shalat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka sedang mendirikan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 555 dan Muslim no. 632)


Dan dua waktu tersebut adalah waktu Shalat Shubuh dan Ashar! Berbahagialah bagi sahabat yang bisa menjaga kedua shalat tersebut dan mengerjakannya dengan tepat waktu.



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada dua waktu dingin (subuh dan ashar), maka dia akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)



Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar maka sungguh amalannya telah terhapus.” (HR. Al-Bukhari no. 553)



Semoga kita lebih semangat lagi menjemput Jannah-Nya! 


Viradhea Gita RL

Jumat, 29 Juni 2012

Magic Words




-->Setiap kata adalah do’a. Setiap do’a itu mengandung keajaiban. Dan keajaiban itu akan muncul di saat do’a kita dikabulkan oleh Allah di saat yang tepat. Beberapa do'a orang-orang sholeh yang mustajab diantaranya adalah :

1.    Do’a Nabi Musa AS ketika dikejar Fir’aun dan tentaranya.
Allahumma laka al-hamdu, wa ilayka al-musytaka, wa anta al-musta’an, wa la hawla wa la quwwata illa billah al-’aliyy al-azhim
“Ya Allah, segala puji bagi-Mu, hanya kepada Engkau-lah tempat mencurahkan segala isi hati, dan Engkau adalah Sang Penolong, dan tidak ada daya dan kekuatan apa pun jua selain daya dan kekuatan yang datangnya dari Engkau, Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”
Allah mengabulkan doanya dengan memerintahkan Musa AS untuk mengetuk kan tongkatnya ke air laut, lautpun terbelah dan Fir’aun beserta kaumnya tenggelam. Anggap saja kita berada di posisi itu. Kita tidak bisa keluar dari kejaran musuh. Yang ada hanyalah hamparan lautan. Tidak ada alat apapun yang dapat membawa kita menyeberangi lautan itu. Betapa mencekamnya suasana hati kita saat itu. Apa yang dialami Musa dan kaumnya juga kita alami dalam bentuk masalah yang lain. Namun, apapun masalah itu, Allah senantiasa memberi pertolongan kepada orang-orang beriman.

2.    Do’a Nabi Yunus AS ketika ditelan ikan
Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin 
“Ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim”
Nabi Yunus AS pernah merasa putus ada dengan kaumnya lalu ia pergi meninggalkan negerinya dengan menggunakan kapal. Ketika di tengah perjalanan, terjadi badai dan penumpang kapal harus dikurangi untuk mencegah kapal karam. Agar adil, maka diundi dan yang keluar adalah nama Nabi Yunus AS. Sampai diulang beberapa kali, tetap Nabi Yunus, saat itulah beliau baru menyadari bahwa Allah sedang menegurnya karena beliau meninggalkan kaumnya. Akhirnya Nabi Yunus AS diturunkan ke laut dan ditelan ikan salam waktu yang lama. Dalam perut ikan beliau terus membaca do’a di atas dan akhirnya beliau dilemparkan di lahan yang tandus dalam keadaan lemah.  Lalu, Allah mengembalikan kekuatannya dengan menumbuhkan pohon labu di dekatnya. Bukan hanya itu, Allah mengembalikan seribu umatnya dalam keadaan beriman, dan Allah berikan kemakmuran hidup kepada mereka. (QS As-Shaffat: 145-148)
Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa mustajab. Kita dianjurkan untuk sering membacanya, lebih-lebih di saat kita mengalami kesulitan.

3.    Do’a Nabi Ayyub AS ketika diberi cobaan berupa penyakit
Inni massanii adh-dhurru wa anta arhamu arraahimiin
“Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang"
Ingatkah  ketika Nabi Ayyub AS diuji oleh Allah dengan penyakit kulit? Nabi Ayyub terus digoda oleh syaithan dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya hingga hanya satu istrinya saja yang mau menemaninya. Beliau berdo’a dan Allah pun menyebuhkannya. (QS. Al Anbiyaa’ : 83-84)

4.    Do’a Nabi Adam AS ketika diturunkan di bumi
Robbanaa zolamnaa an fuusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khoosiriin.
“Ya Tuhan kami, kami telah mendzalimi diri kami dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepada kami, niscaya kami akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.”
Nabi Adam AS dan Hawa menyesal karena tergoda oleh syaithan sehingga diturunkan ke bumi. Nabi Adam membaca do’a tersebut untuk meminta ampunan.

5.    Do’a para Ashhabul Kahfi ketika akan masuk gua
Rabbana atinaa min ladunka rahmah, wahayyi lanaa min amrina rasyadaa
"Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini."
Doa diatas baik sekali dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa yang dibaca pemuda Ashhabul Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt. hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa ini dibaca oleh mereka ketika akan masuk gua sebagai persembunyiannya untuk menyelamatkan agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari fitnah-fitnah dan orang-orang zhalim. Dan Allah Swt. mengabulkan doa mereka. (QS. Al-Kahfi : 9-26)

5 dari sekian banyak kata-kata ajaib dalam rangkaian do’a yang mustajab, semoga bisa membantu kita dalam menggapai kemudahan hidup dan ridho-Nya. Amiinn.

Bulan Rajab sudah terlewati. Bulan Sya’ban akan segera berakhir.
Akankah kita bertemu lagi dengan Ramadhan? Sudah siapkah kita untuk menyambutnya?
Allahumma bariklanaa fii sya’ban wa balighnaa ramadhan.
Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan…



Get ready to face tomorrow,
Viradhea Gita RL ^^


Kamis, 29 Maret 2012

Keutamaan Shalat Isya dan Shalat Shubuh

Shalat isya merupakan shalat di penghujung hari kita, sedang shubuh dalah awalannya. Ternyata kawan-kawan, 2 shalat ini memiliki beberapa keistimewaan. Yuk, kita cari tahu. ^^
“Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh” (HR.Ahmad) ( Semoga Kita semua bukan termasuk orang-orang munafik....Amiiinn..)
Shalat subuh berjamaah adalah tolok ukur sejauh mana kejujuran dan keimanan seorang muslim.

Di dalam sebuah riwayat shahih bahwa Ibnu Umar ra pernah berkat
“Ketika kami tidak melihat seseorang dalam shalat subuh atau isya’, kami langsung berprasangka buruk kepadanya.”
Ini wajar, mengingat shalat-shalat lain selain subuh dan isya bisa dilakukan oleh seseorang dengan mudah karena memang waktunya bertepatan dengan saat bekerja dan terjaga.
Oleh karena itu tidak ada yang mampu konsisten menjaga shalat isya’ dan subuh secara berjamaah selain orang beriman yang diharapkan ada kebaikan muncul darinya.
Karena hal tersebut di atas, maka banyak keutamaan yang didapatkan dari shalat subuh berjamaah, di antaranya:
1. Shalat subuh adalah faktor dilapangkannya rizki
Seorang hamba walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli dengan urusan dunia, ia tetap senang kalau lapang rizkinya minimal mencukupi kebutuhan diri sendiri untuk menyelamatkan muka dari hinanya meminta-minta. Dan demi Allah untuk mencapai ini jalannya adalah dengan menaati Allah.
Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya :
“Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”
Ini bukan berarti orang yang melaksanakan shalat subuh pasti pulang dengan kantong penuh uang, tetapi yang dimaksud adalah bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus istiqomah dalam shalat subuh berjamaah akan mendatangkan taufik dari Allah sehingga nantinya seorang hamba memperoleh keridhoan dan kelurusan dari Rabb-nya yang pada gilirannya ia akan menghabiskan sisa harinya dalam pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam urusan-urusannya.
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)
2. Shalat subuh menjaga diri seorang muslim
“Barang siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminan-Nya dari kalian dengan sebab apa pun. Karena siapapun yang Allah cabut jaminan-Nya darinya dengan sebab apa pun, pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahannam.”
Makna berada dalam jaminan Allah adalah dalam lindungan, penjagaan, dan pemeliharaan dari-Nya. Sungguh itu semua adalah rahmat, yang kalau menaungi kita, maka semua kepedihan berubah menjadi harapan. Sungguh itu semua adalah kelembutan Allah, yang jika turun kepada kita akan sanggup menjadikan api menjadi dingin dan damai.
Itulah hikmah, kemuliaan, dan kehendak yang tak terkalahkan. Jika ia datang, mampu merubah musuh menjadi teman setia, dan mampu merubah singa yang buas menjadi kucing yang penurut.
3. Shalat subuh sama dengan shalat malam semalam suntuk
Alangkah besar keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini. Pertama kali, Allah wajibkan shalat malam dalam firman Allah yang artinya:
”Wahai orang yang berselimut bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit” (QS.Al Muzzammil : 1-2)
Setelah itu Allah menghapus perintah tersebut sebagai bentuk peringanan dalam firman-Nya dalam QS.Al Muzzammil : 20.
Setelah menghapuskan kewajiban shalat malam, Allah tetap menetapkan bagi kita keutamaannya sebagaimana hadits berikut:
”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (HR.Muslim)
Maka usahakanlah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Oleh karena itu para ulama ada yang memakruhkan begadang hingga terlalu larut malam walaupun untuk membaca Al Qur’an atau shalat malam jika akan berakibat tidak terlaksananya shalat subuh dengan baik.
Tetapi jangan salah paham dulu, para salafus shalih selalu melaksanakan shalat isya’ dan subuh secara berjamaah tetapi mereka tetap bersemangat tanpa henti dalam melaksanakan shalat malam.

4. Shalat subuh tolok ukur keimanan
Orang yang mengaku beriman tidak perlu sulit-sulit mengetahui kadar keimanannya, ia cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia beriman di atas keikhlashan ataukah riya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)
5. Shalat subuh adalah penyelamat dari neraka
Nabi SAW bersabda
“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)
Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan shalat subuh dan ashar maka dia tidak akan masuk neraka dengan izin Allah SWT.
6. Shalat subuh adalah penyebab orang masuk surga
Nabi SAW bersabda,
“Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga”
Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.
7. Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia
“Apabila penghuni syurga telah memasuki syurga. Allah berfirman, ’Apakah kalian ingin aku beri tambahan ?’ Mereka menjawab, ’Bukankan Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankan Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga? Dan Engkau selamatkan kami dari neraka?’
Rasulullah melanjutkan, ”Kemudian dibukalah tabir, maka tidak ada lagi nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb mereka. Inilah nikmat tambahan itu.” Lalu beliau membaca surat Yunus : 26 yang artinya "Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik jannah dan tambahannya.” (HR.Muslim)
8. Shalat subuh adalah suatu syahadah khususnya bagi yang konsisten memeliharanya
“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu tentang mereka - ’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’ Mereka menjawab, ’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat’” (HR.Bukhari)
9. Shalat subuh adalah kunci kemenangan
“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)
Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.
Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan ,’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia’”
Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”
10. Shalat subuh lebih baik daripada dunia seisinya
“Dan dirikanlah pula sholat Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan oleh malaikat”. (QS.Al Isroo (17):78)
“Barangsiapa sholat isya secara berjamaah, maka ia bagaikan sholat (malam) setengah malam, dan barangsiapa sholat Subuh secara berjamaah maka ia bagaikan sholat (malam) semalam penuh.” (HR.Muslim, Abu Daud dan Tirmizi)
“Sholat terberat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh. Kalau mereka tahu pahala yang disiapkan pada sholat itu, maka mereka akan mendatanginya, meskipun dengan merangkak. Sungguh, aku benar-benar hendak memerintahkan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar kepada suatu kaum yang tidak hadir sholat berjamaah, lalu aku membakar rumah-rumah mereka.” (HR.Bukhari-Muslim)
“Barangsiapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Alloh.” (HR. Ibnu Majah). Hadits shohih.
“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)
Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,
“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)


Semoga bisa menambah motivasi kita untuk selalu mengerjakan shalat shubuh dan shalat isya tepat waktu dan berjamaah...


Akabara Hikari ^^

Minggu, 11 Desember 2011

Rumus Canggihku

Dibolak balik kok makin asyik
Makin dibaca semakin menarik
Coba diresapi kok tambah asyik
Sampe-sampe mata gak mau melirik
(Rumus Canggih-Justice Voice)

Rumus canggihku, pedoman hidupku : Al-Qur'anul Karim.. Bener tuh, kayak yang dibilang sama JV di lagu Rumus Canggih. Bukan hanya sekedar pedoman saja, namun Al-Qur'an harus senantiasa kita baca agar kita tahu apa sih isi pedoman kita itu. Percuma aja lah ya, kalau kita hanya memajangnya dan jarang membacanya. Bisa-bisa, nanti kita gampang dibohongi dan isu yang nggak-nggak tentang islam itu sendiri. Zaman sekarang semakin banyak orang islam yang takut untuk mempelajari islam. Kenapa mereka takut? Jawabannya karena mereka jauh dari Al-Qur'an. Ini dia keutamaan membaca Al-Qur'an yang diambil dari beberapa hadits :

Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".

  1. Dari Abu Umamah ra. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al Qur'an sesungguhnya ia akan datang di hari Kiamat menjadi syafaat (penolong) bagi pembacanya."
    (Riwayat Muslim)

  2. Dari Nawwas bin Sam'an ra. telah berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Di hari Akhirat kelak akan didatangkan Al Qur'an dan orang yang membaca dan mengamalkannya, didahului dengan surat Al Baqarah dan Surah Ali 'Imran, kedua-duanya menjadi hujjah (pembela) orang yang membaca dan mengamalkannya."
    (Riwayat Muslim)

  3. Dari Usman bin 'Affan ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."
    (Riwayat Bukhari)

  4. Dari Aisyah ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata karena susah, akan mendapat dua pahala."
    (Riwayat Bukhari & Muslim)

  5. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra. telah berkata: Rasulullah saw.bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an seperti buah Utrujjah (sejenis limau), baunya harum dan rasanya sedap. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur'an seperti buah kurma, tidak ada baunya tapi rasanya manis.
    Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur'an seperti Raihanah (jenis tumbuhan), baunya wangi tapi rasanya pahit.
    Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an seperti buah hanzhal (seperti buah pare), tidak berbau dan rasanya pahit.
    (Riwayat Bukhari & Muslim)

  6. Dari Umar bin al Khatthab ra. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah mengangkat (martabat) sebagian orang dan merendahkan sebagian lainnya dengan sebab Al Qur'an."
    (Riwayat Muslim)

  7. Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi Muhammad saw. telah bersabda, "Tidak boleh iri kecuali pada dua perkara: Laki-laki yang dianugerahi (kefahaman yang sahih tentang) Al Qur'an sedang dia membaca dan mengamalkannya siang dan malam, dan laki-laki yang dianugerahi harta sedang dia menginfakkannya siang dan malam."
    (Riwayat Bukhari & Muslim)

  8. Dari Barra' bin 'Azib ra. telah berkata: Seorang laki-laki membaca surat Al Kahfi dan di sisinya ada seekor kuda yang
    diikat dengan dua tali panjang, tiba-tiba ada awan melindunginya dan semakin mendekat dan kudanya menjauhinya. Pagi-paginya laki-laki itu mendatangi Nabi Muhammad saw. dan menceritakan peristiwa tersebut, maka beliau bersabda, "Itu adalah ketenangan yang turun karena Al Qur'an."
    (Riwayat Bukhari & Muslim)

  9. Dari Ibnu 'Abbas ra. beliau berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya orang yang tidak ada dalam dirinya sesuatu pun dari Al Qur'an laksana sebuah rumah yang runtuh."
    (Riwayat Tirmizi, beliau berkata: Hadits ini hasan sahih)

  10. Dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash ra. dari Nabi Muhammad saw. beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada orang yang membaca Al Qur'an: Baca, tingkatkan dan perindah bacaanmu sebagaimana kamu memperindah urusan di dunia, sesungguhnya kedudukanmu pada akhir ayat yang engkau baca."
    (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi, beliau berkata: Hadits ini hasan sahih)

  11. Dari 'Uqbah Bin 'Amir ra. berkata; Rasulullah saw. keluar dan kami berada di beranda masjid. Beliau bersabda: "Siapakah di antara kalian yang tiap hari ingin pergi ke Buthan atau 'Aqiq dan kembali dengan membawa dua ekor unta yang gemuk sedang dia tidak melakukan dosa dan tidak memutuskan hubungan silaturahmi?" Kami menjawab, "Kami ingin ya Rasulullah" Lantas beliau bersabda, "Mengapa tidak pergi saja ke masjid; belajar atau membaca dua ayat Al Qur'an akan lebih baik baginya dari dua ekor unta, dan tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta, dan empat ayat lebih baik dari empat ekor unta, demikianlah seterusnya mengikuti hitungan unta."
    (Riwayat Muslim)

  12. Dari Ibnu Mas'ud ra. bahawasanya Nabi Muhammad saw. bersabda, "Yang paling layak mengimami kaum dalam shalat adalah mereka yang paling fasih membaca Al Qur'an."
    (Riwayat Muslim)

  13. Dari Jabir bin Abdullah ra. bahawasnya; Ketika Nabi Muhammad saw. mengumpulkan dua mayat laki-laki diantara korban perang Uhud kemudian beliau bersabda, "Siapa diantara keduanya yang lebih banyak menghafal Al Qur'an?" dan ketika ditunjuk salah satunya beliau mendahulukannya untuk dimasukkan kedalam liang lahad.
    (Riwayat Bukhari, Tirmizi, Nasa'i & Ibnu Majah)

  14. Dari Imran bin Hushoin bahawa beliau melewati seseorang yang sedang membaca Al Qur'an kemudian dia berdoa kepada Allah lalu ia kembali membaca, lantas dia berkata aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang membaca Al Qur'an maka berdoalah kepada Allah dengan Al Qur'an karena sesungguhnya akan datang beberapa kaum yang membaca Al Qur'an dan orang-orang berdo'a dengannya."
    (Riwayat Tirmizi, beliau berkata : Hadits ini hasan)

  15. Dari Ibnu Mas'ud ra. ia berkata: Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan sama dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud 'Alif, Laam, Miim' satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.
    (Riwayat Ad Darami dan Tirmizi, beliau berkata hadits ini hasan sahih)





Semoga bisa jadi motivasi!



Smile and be happy,

Akabara Hikari
  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers