RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Self Development. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Self Development. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2016

Dear My Self

Dear my self.. 
Teruslah berani dalam menghadapi dunia ini. Teruslah memberi banyak kebahagiaan u/ banyak orang. Teruslah menghadirkan banyak senyuman pada siapapun yang membersamaimu dan siapapun yang kau bersamai. 

Dear my self.. 
Tetaplah tenang, apapun yang terjadi. Karena sesungguhnya ketenangan akan lebih membuatmu merasakan makna-makna yang sangat berharga. Karena sesungguhnya ketenangan juga membuatmu lebih tajam melihat banyak hal yang positif. Karena sesungguhnya ketenangan membuatmu paham langkah-langkah mana yang menyenangkan dalam dunia petualanganmu. Karena ketenangan, hadirlah keyakinan yang sangaaaat kuat. 

Dear my self.. 
Tetaplah semangat dan jagalah keinginan yang membara itu. Menyukai apa yang kau miliki sekarang dan mensyukurinya adalah hal yang terbaik. Dan bersyukur belum cukup dengan sekedar alhamdulillah, tapi bersyukur adalah tentang bagaimana kau bisa berjalan lebih jauh, melompat lebih tinggi, menjadi lebih baik, kemudian memberikan yang terbaik. 

Dear my self.. 
Setiap datang peluang yang baik, ambillah. Karena yang datang, barang sedetik pun, itu sudah diskenariokan oleh Sang Maha Perancang Kejadian. 

Dear my self.. 
Selalu jaga pikiranmu yang meluas dan tetap positif. Kau tidak akan tau apakah itu benar yang terbaik atau yang sangat baik, tapi mempelajari banyak hal dengan pikiran, perasaan, dan motivasi positif sungguh akan memberi dampak sekarang dan nanti. 

Dear my self.. 
Berilah berilah kebaikan atas kebaikan, berilah kebaikan juga u/ kebaikan yang masih belum maksimal. Jadilah pemaaf, bukankah Allah telah menjanjikan surga-Nya yang seluas langit dan bumi untukmu? 

Dear my self.. 
Sesungguhnya akan terjadi pengulangan-pengulangan dalam hidup ini sampai kita benar bisa, benar mampu, benar pantas untuk terus berlanjut. Jika kau ingin berlari, maka berlarilah. Teruslah berlari hingga kau merasa puas, hingga kau merasa lega. Tapi pastikan bahwa kau senantiasa berlari jauh, jauh, dan jauh menuju impian terbesarmu. Kemanapun kau mengarahkan larimu, maka pada akhirnya kau akan sampai pada tujuanmu, sebanyak apapun kau mengambil arah berputar. 

Dear my self.. 
Sesungguhnya bukan kau yang mengejar mimpi-mimpi kita. Ini adalah perihal bagaimana mimpi-mimpi itu telah menunggumu atau bahkan sekarang sedang mimpi-mimpimu itu berlari mengejarmu. Seru kan? 

Pada akhirnya hanya ada satu hal : segigih apa kau mampu mendekat pada Yang Maha Memiliki itu semua. 

Semua mungkin karena Ridho-Nya! 

Dear my self.. 
Senyum telah terukir, pikiran pun lebih sejuk. Alam semesta akan mendukung. Ayo benar2 mulai petualanganmu di bumi Allah yang penuh kenikmatan. Maka kau akan bahagia, maka semua orang pun akan bahagia juga. 

Dear my self.. 
Let's do this together!  

Rabu, 24 Oktober 2012

Apa Salahnya Pencitraan?


Pencitraan. Saya yakin banyak diantara kita yang sudah tidak asing lagi dengan kata ini bukan? Oke, kali ini saya akan membahas sedikit tentang pencitraan versi pemikiran saya. 

Pencitraan adalah suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan citra baik seseorang di mata publik. Biasanya, pencitraan dekat sekali dengan hal-hal yang berbau politik. Dalam kehidupan bernegara, kata 'pencitraan' akan sering sekali kita dengar ketika akan ada pemilihan. Baik itu pemilihan kepala desa/kelurahan, camat, bupati/walikota, gubernur, sampai pemilihan presiden. Dimana ada seorang tokoh dipoles sedemikian rupa agar bisa lebih dikenal baik oleh masyarakat. Bukan hanya dalam kehidupan bernegara saja, dalam dunia kampus pun kata 'pencitraan' bisa marak ketika akan ada pemilihan Ketua BEM baik di tingkat Fakultas dan Universitas. 

Yang bisa saya lihat dan saya rasakan adalah di Universitas Diponegoro, Semarang. Tak bisa dipungkiri bahwa yang namanya pencitraan akan selalu saja ada menjelang PEMIRA (pemilihan raya), bahkan ada yang jauh-jauh hari sebelum masa kampanye sudah melakukan pencitraan. Sepengamatan saya, ada banyak sekali metode pencitraan yang dilakukan oleh para calon pemimpin di BEM Fakultas dan BEM KM Undip. Mulai dari penampilan, yang tadinya kurang rapi jadi necis abis. Yang tadinya terlihat sangar, jadi ramah. Dari keeksisan, dari yang tadinya jarang terlihat jadi terlihat dimana-mana. Ada yang mencitrakan dirinya dengan face to face, menjadi tokoh utama di depan khalayak ramai, aktif membuat tulisan, banyak juga yang melakukan pencitraan lewat dunia maya. Facebook dan Twitter-lah yang dianggap menjadi sarana pencitraan lewat dunia maya yang efektif. Dan masih banyak lagi metode-metode pencitraan lainnya yang lebih kreatif.

"Berarti, pencitraan banyak bohongnya ya? Kan banyak tuh yang tadinya nggak ada jadi diada-adain..."

Hayo, ngaku. Siapa yang pernah terlintas pertanyaan dan pemikiran seperti itu? Nah, sebelum meneruskan pemikiran Anda yang seperti itu lebih mari kembali dulu pada diri sendiri. Mau jadi pemimpin, lalu mencitrakan dirinya itu wajar. Mana ada rakyat yang mau memilih pemimpin yang take action-nya tidak begitu terlihat? Mana ada rakyat yang mau memilih pemimpin yang arogan dan tidak mau merakyat? Mana ada rakyat yang mau memilih pemimpin yang kemampuan membela rakyatnya masih diragukan? Mana ada rakyat yang mau memilih pemimpin yang wawasannya kurang? Yang saya maksudkan di sini adalah yang namanya rakyat pasti memilih pemimpin yang sesuai dengan harapannya yang baik. Maka, pencitraan di sini dibutuhkan untuk memperlihatkan kepada publik bahwa calon-calon pemimpin memiliki kapabilitas yang baik sesuai dengan harapan yang baik tadi. Sudah seharusnya untuk mewujudkan itikad baik harus diawali dengan niat yang baik pula. Betul tidak?

Yang namanya pemimpin harus BISA membawa perubahan yang lebih baik dan perubahan itu dimulai dari perubahan diri terlebih dahulu sebelum mengubah orang lain. Wajar rasanya jika semua orang yang melakukan pencitraan itu yang awalnya kurang baik menjadi lebih baik. Dan memang harus BISA lebih baik kan? Namun pencitraan itu belum utuh kalau hanya sampai menjadi terlihat baik. Harus sampai sesuai dengan yang terlihat baik dan yang baiknya itu BISA terus berlanjut (bukan hanya pada masa-masa kampanye), itu baru pencitraan. Banyak yang merasa kecewa ya karena mereka menyadari  bahwa apa yang mereka lihat baik itu ternyata sebenarnya tidak baik, di sinilah letak kebohongannya.

Dalam pencitraan, apa yang dikatakan, apa yang dilakukan, itu memang benar adanya. Bukan suatu kebohongan belaka. Bisa kita buka firman-Nya dalam QS. Ash-Shaf : 3 yang bisa kita jadikan sebagai pengingat diri, “Sangatlah dibenci Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Sekarang sudah bulan Oktober dan biasanya waktu heboh-hebohnya tentang PEMIRA Undip ada di bulan November-Desember. Walaupun belum ada pendaftaran secara resmi, bisa kita tahu siapa-siapa saja yang akan mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin. Dari mana kita tahu? Tentu saja dari pencitraannya. Ngeksis di Facebook, Twitter, dan Blog itu sudah menjadi hal biasa. Tinggal masing-masing yang akan mencalonkan diri BISA membuatnya menjadi luar biasa.

Pencitraan ada dua macam : Yang disengaja oleh diri sendiri dan yang dibuat oleh management team. Ada beberapa kiat efektif yang bisa dilakukan saat pencitraan yang sengaja dibuat oelh diri sendiri. Di antaranya adalah :
1.  Jadilah dirimu sendiri
Bolehlah, dirimu dipoles sedemikian rupa. Namun, jangan sampai polesan itu menutupi apa yang menjadi ciri khasmu yang bisa ber’nilaijual’ tinggi.
2. Katakan apa yang memang dilakukan
  Tidak ada kebohongan. Jika pemimpin suka berbohong, apa yang terjadi pada rakyatnya?
3.  Fokus pada perbaikan diri
Ada seorang tokoh ingin terlihat lebih baik daripada lawan mainnya lalu dia membeberkan kejelekan lawan mainnya itu di forum yang ramai atau lewat tulisan-tulisan. Ini namanya fokus pada kejelekan orang lain. Kalau seperti ini, sebenarnya diri kitalah yang tidak berkembang karena cara ini hanyalah cara untuk merendahkan yang lain agar kita terlihat lebih bersinar. Fokus pada perbaikan diri, bagaimanapun lawan mainnya, tidak boleh diremehkan. Lawan semakin kuat, itulah yang membuat kita bisa semakin termotivasi untuk menjadi lebih kuat dengan cara yang cerdas tanpa melemahkan yang lain.
4.  Dekati orang-orang dengan baik
Perlu dukungan lebih? Perbanyak link-mu. Nggak usah deh mengompori orang dengan provokasi yang tidak baik mengenai lawan. Kita di sini mendekati untuk mencari dukungan yang suka rela. Buat yang didekati juga jangan terlalu ke-geer-an akan ditempati pada posisi penting ketika si doi udah jadi pemimpin. Didukung-mendukung demi kepetingan rakyat, bukan kepentingan pribadi.
5.  Bermainlah dengan cantik
Jangan terlalu tergesa-gesa dan jangan terkesan selalu frontal. Lakukan semuanya dengan rendah hati. Semua ada langkah-langkahnya. Just do it step by step.

Untuk pencitraan yang dibuat oleh management team, percayakan strategi pencitraannya pada management team dan calon bisa bergerak sesuai dengan arahan management team. Selain management team mengurus calon yang akan maju, management team juga mempunyai tugas untuk menggerakkan massa agar massa bisa memihak pada si calon yang didukung oleh management team. Melihat keberadaannya yang sangat penting, maka pastikan orang-orang di dalamnya adalah orang-orang hebat, cerdas, dan kreatif, bukan orang-orang sembarangan.

Apa salahnya dengan pencitraan? Menurut saya, tidak ada yang salah selama tidak bertentangan dengan yang saya sampaikan di atas. Sekali lagi, pencitraan adalah suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan citra baik seseorang di mata publik maka lakukanlah dengan cara yang terbaik agar kepercayaan publik BISA tetap dijaga. Terakhir, saya masih belajar. Mohon maaf jika banyak kekurangan di sana-sini. Terima kasih J

Jumat, 17 Februari 2012

Manage Your Time


"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam
kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran." (Q.S : Al-Ashr :1-3)
Dalam firman-Nya, Allah telah berfirman dengan waktu. Pertanda bahwa waktu itu sangat penting. Oh ya, saya udah pernah bahas tentang waktu di postingan pertama saya, silakan bisa dibaca 'Tentang Waktu'.
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (HR. Bukhari&Muslim)
Waktu adalah pedang, jika kita tidak dapat menggunakannya dengan baik maka dialah yang akan menghunusmu. Ok, jangan sampai kita 'dibunuh' oleh waktu. Biar tidak seperti itu maka ada yang namanya manajemen waktu.
Pada tanggal 30 April 2011, saya mendapatkan materi tentang manajemen waktu di sebuah forum diskusi. Dijelaskan bahwa, indikasi pengaturan waktu yang buruk adalah sebagai berikut :
1. Jadwal diatur orang.
2. Suka datang ke acara yang tidak penting.
3. Suka melakukan pekerjaan yang mendesak (mepet).
4. Merasa terlalu sibuk dan kekurangan waktu.
5. Banyak masalah yang tertunda penyelesaiannya.
6. Produktivitas kerja tidak efektif.
7. Sering menunda pekerjaan.
8. Suka bingung dalam mengambil keputusan.
Ini hanya beberapa, tapi ini secara garis besarnya. Berapa nih yang sesuai dengan diri teman-teman? Semoga cuma sedikt atau nggak ada sama sekali. :D
Sebenarnya, mudah saja untuk memanajemen waktu. Awali dulu dengan niat. Kemudian, list apa saja yang harus dan mau kita kerjakan. Setelah itu, kerjakan terlebih dahulu mana yang prioritas. Kalau sudah, baru hal-hal yang kurang atau tidak prioritas. Bagi yang pelupa, disarankan untuk membawa catatan kecil ke mana-mana atau buat remainder di handphone, gadget, dll yang memudahkan.
Ada juga yang mengatakan bahwa manajemen waktu itu ada 3 kunci : SCD.
Schedulling, kita mengatur jadwal kita. Dalam 1 hari ada berapa jam efektif untuk kita melakukan pekerjaan. Karena waktu dan kemampuan kita terbatas.
Contain, kita menentukan apa saja yang akan kita lakukan. Diantaranya ada yang termasuk kewajiban, kebutuhan dasar, dan pengembangan diri. Semua harus ditentukan secara adil dan seimbang. Karena kita hidup bukan untuk hari ini, tapi akan dipertanggungjawabkan di Hari Akhir kelak. :)
Discipline, kita berhasil mengerjakan sesuatu tepat dengan waktu yang telah ditentukan. Menjaga keteraturan dan ketertiban. Juga, menjaga keseimbangan secara horisontal (hubungan manusia-manusia) dan vertikal (manusia-Tuhan).
Untuk mengantisipasi dan meminimalisir pemborosan waktu, maka tinggalkanlah hal-hal yang tidak bermanfaat. Hal-hal ini seperti kegiatan yang sifatnya hanya main-main dan hanya untuk kesenangan sesaat. Bedakan hal-hal yang tidak bemanfaat dengan refreshing karena terkadang banyak orang yang salah mengartikan.
Ada tiga hal yang tak kan pernah kita dapatkan kembali :
1. Kata yang telah diucapkan.
2. Waktu yang telah terlewatkan.
3. Momentum yang diabaikan.
Maka, Imam Ghazali membagi waktu kepada tiga bagian. 1/3 waktu digunakan untuk beribadah kepada Allah. 1/3 untuk belajar dan berkarya. Dan 1/3 lagi untuk istirahat. 1 hari adalah 24 jam. Maka 1/3-nya adalah 8 jam.
Banyak yang bisa kita contoh dalam hal manajemen waktu. Rasulullah dan para sahabatnya (yuk baca Shirah Nabawiyah) atau orang-orang di sekitar kita yang bisa mengatur waktunya dengan baik.
Waktu. Ketika dengannya saat berusaha, anggap dia akan terus bersama kita sampai 1000 tahun lagi. Namun, ketika beribadah, anggaplah dia hanya akan bersama kita sampai besok.
Jadi semangat belajar dan berlatih mengatur waktu dengan baik lagi nih. ^^
Semoga kita bisa lebih serius dalam menjalani hidup dan lebih berhati-hati dalam 'bermain' bersama waktu.


(Diambil dari berbagai sumber dan pengalaman)


With peace and a thousand of red rose petals,
Akabara Hikari

Kamis, 29 Desember 2011

Di Dalam Beningnya Air Hujan

Hujan...
Tetesan air penuh rahmat dari Sang Pencipta. Ditunggu-tunggu ketika terik matahari sangat menyengat tak tertahankan. Namun, sering dikeluhkan ketika sudah turun dengan derasnya. Ya, itu karena manusia memang makhluk yang tidak mudah puas. Di sinilah, kesyukuran kita dipertanyakan.


Hujan...
Tidak banyak orang yang benar-benar nekat menerobos hujan badai demi mendatangi tempat ujian yang bahkan belum tentu kau bisa lulus ujian itu walaupun sudah datang hujan-hujanan. Parahnya, bahkan kau akan malu seumur hidup jika gagal.
Tidak banyak orang yang mau berbagi payung walaupun sudah jelas-jelas orang yang berjalan di sebelahnya sudah basah kuyup serta menggigil kedinginan.
Banyak kendaaraan yang mengebut dan adu salip agar cepat sampai tujuan di hari yang sangat basah itu, namun... apakah sang pengendara pernah memikirkan karena tindakannya, seseorang sampai masuk ke rumah sakit dengan dirawat inap beberapa hari?!
Hujan pernah mengajariku tentang arti kesungguhan dan pengorbanan.

Hujan...
Hujan rintik-rintik membisikkan padaku, “Tenang, masih ada harapan..”
Hujan deras mengatakan padaku, “Semangat!”
Hujan badai berteriak padaku, “Baru begini saja menyerah, eh? Buktikan kalau kau memang bisa!!!”
Setelah itu ada pelangi yang menyapaku, “Hai kawan. Selamat, kau hebat!”
Hujan mengingatkanku, bahwa setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan. Setelah tangis akan ada tawa. Setelah gelap pasti ada cahaya yang akan menuntunmu ke jalan yang benar. Dan, masih banyak kisah lagi yang kulewati bersama hujan...



Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)
.
[QS. Al-Furqan : 50]



With drop of dew
,

Akabara Hikari

Kamis, 08 September 2011

Tertawa, Marah, Menangis

Tertawa, marah, dan menangis. Tiga hal yang sering atau biasa kita alami dalam kehidupan sehari-hari kita ketika menghadapi suatu kondisi tertentuk. Yuk, mari kita bahas satu per satu. ^^

Tentang Tertawa


Tertawa bisa menjadi hal yang positif namun bisa juga menjadi hal yang negatif. Seperti misalnya yang telah dijelaskan panjang lebar dalam buku "Ketawa Itu Obat Ketawa Itu Racun?" yang ditulis oleh Dr. Beni Kurniawan.

Tahukah Anda?

Meluapkan perasaan senang dengan tertawa itu sangat bermanfaat untuk kesehatan. Tertawa dapat melepaskan pemikiran negatif dan stress di dalam tubuh. Dengan menurunnya tingkat stress di dalam diri anda dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh meningkat dan secara alami akan membuat tubuh lebih sehat.
Ketika tertawa tubuh kita menghasilkan hormon endorphine yang dapat memberikan rasa tenang dan nyaman untuk tubuh. Mungkin karena inilah banyak orang yang bilang kalau tertawa itu dapat menyebabkan
Tertawa berfungsi proses penyembuhan dari penyakit. Secara logis, tertawa dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh sehingga kadar oksigen akan meningkat.
Bila tertawa spontanitas bahkan dengan sepenuh hati membuat otot di daerah wajah lebih rileks. Bisa dikatakan senam wajah dan meredakan perasaan tegang di otot wajah.
Subhanallah ya!

Tentang Marah

Marah itu sah-sah saja kok karena marah adalah hal yang manusiawi.. ^^ Tapi ada hadits nabi mengatakan "Laa taghdzob wa lakal jannah", artinya "janganlah kamu marah dan bagimu syurga". Okelah, lebih baik kita tidak marah bukan?
Oh ya,tahu tidak?
Marah merupakan salah satu perilaku yang wajar karena merupakan bentuk dari ekspresi emosi. Bila posisi anda sedang marah, otomatis akan ada stimulasi psikologis dan biologis sehingga denyut nadi dan tekanan darah akan meningkat baik itu noradrenalin, adrenalin dan hormon.
Marah itu dibagi menjadi empat kategori, antara lain sebagai berikut :
  1. Kesengajaan ketika marah definisinya dengan sengaja marah
  2. Marah yang Spontan definisinya marah secara tiba – tiba
  3. Marah yang Konstruktif definisinya marah dengan mengancam orang lain
  4. Marah yang Destruktif definisinya meluapkan marah tanpa rasa bersalah
Marah itu merupakan wujud dari komunikasi. Kadangkala orang lain akan mengerti dengan apa yang kita sampaikan ketika kita marah. Bentuk penyampaian pun sangat beragam tergantung dari kondisi aspek lingkungan dan sosial.
Marah itu adalah sifat manusiawi. Tetapi marah bisa berakibat fatal bila marah tidak bisa dikendalikan sehingga diwajibkan anda harus mengatur sifat amarah dengan tepat daripada perasaan jengkel anda dipendam.
Marah itu menyehatkan. Lho kok? Marah dengan alasan bukan karena beberapa hal yang subjektif. bisa dikatakan marah dengan wajar. Jangan sampai marah tidak terkendali bisa jadi malah merugikan orang lain.
Nih,ada tips buat yang seringkali marah tanpa ada alasan yang kuat :
  • identifikasikanlah sikap dan pendirian yang seringkali salah dan dapat mempengaruhi orang lain menjadi marah yang meledak – ledak. Dan bilamana sudah mengetahui, Perbaikilah kesalahan ini sehingga anda dengan mudah mengontrol rasa marah anda.
  • Identifikasi permasalahan dari masa kecil yang mampu menghambat kemampuan untuk mengekspresikan marah. Beberapa kendala termasuk ketidaktahuan, penolakan hingga ketakutan.
  • Pelajarilah dengan tepat untuk ekspresi marah sehingga dapat mengatasi situasi yang dapat menimbulkan kemarahan.
  • Tutupilah luka yang tertinggal bilamana sikap emosional dari marah yang destruktif.


Tentang Menangis


Kalau ada orang yang suka nangis, pasti disebut cengeng. Namun, tidak selamanya menangis itu negatif. Yuk, kita simak yang berikut ini:
Menangis merupakan ekspresi dari emosi membuat lebih sehat. Karena hal ini dipicu dengan keluarnya air mata yang mengandung zat mangan dan hormon prolaktin ketika frustasi/stress bahkan sedih. Sehingga secara otomatis menurunkan tingkat stress.
Air mata dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
  1. Air mata dapat melubrikasi mata secara teratur.
  2. Air mata yang keluar secara spontan karena iritasi mata
  3. Air mata yang keluar karena faktor emosi. Dari jenis inilah yang mempunyai zat mangan dan hormon prolaktin ketika seseorang sedang menangis akibat emosi maka pelan – pelan perasaan stress akan mereda sehingga tubuh akan menjadi stabil
Bila menangis dengan puas maka rasa sedih/beban menjadi berkurang sehingga setelah menangis akan merasa nyaman atau lega.

Dalam keseharian kita, kadang kita lupa untuk mensyukuri nikmat-Nya. Ya, misalnya saja ketiga nikmat di atas. Coba bayangkan! Orang yang tidak bisa tertawa memerlukan gas N2O (Dinitrogen monoksida) atau juga gas ketawa untuk bisa merasakan nikmat tertawa. Orang yang tidak bisa marah juga repot. Masa iya ada orang yang diperlakukan secara tidak sopan dia tidak marah barang sedetik? Orang yang tidak dapat menangis lebih parah lagi. Menangis dapat meringankan bebas ketika kita banyak masalah sekaligus dapat membersihkan mata. Ucapkan hamdalah tuk syukuri nikmat-NYA.
Alhamdulillahirrabbil'alamin...


Always smile,
Akabara Hikari
[Hika/Akahika-chan]

Minggu, 06 Februari 2011

Tunjukkan Pesonamu, Wahai Bintang!

Kita semua adalah bintang. Sepakatkah dengan pernyataan ini? Saya yakin akan banyak komentar berbeda dari masing-masing individu.
Setiap manusia dilahirkan bukan dengan tidak memiliki apapun. Memang ketika kita dilahirkan, kita masih polos sekali dan belum mengetahui apa-apa. Namun yakinlah ada sesuatu luar biasa yang ada pada diri kita. Apa itu? Potensi. Ya. Setiap orang memiliki potensi yang luar biasa yang ada jauh di dalam diri kita dan dengan memanfaatkan potensi tersebut kita bisa menjadi bintang.

Ada 3 hal yang bisa kita petik pelajaran dari bintang. Pertama, bintang selalu berkompetisi. Kedua, bintang merupakan sumber cahaya. Dan yang terakhir, bintang itu dekat dengan benda langit lainnya (misalnya planet atau satelitnya). Nah, ketika ketiganya itu diimplementasikan pada diri manusia, akan seperti apa jadinya? Mari bahas satu per satu.


Bintang selalu berkompetisi siapa yang paling terang memancarkan cahayanya. Di tata surya ini, bintang yang terkenal paling terang adalah matahari. Kenapa? Karena dia bukan hanya Raja Siang, namun ia juga dapat memancarkan cahaya pada malam hari dengan menitipkan cahayanya pada agennya yaitu bulan. Sehingga, ketika malam tiba, matahari pun masih bisa bersaing dengan bintang-bintang lainnya dan cahaya matahari pada bulan masih dapat mengalahkan cahaya di sekitarnya. Manusia pun begitu adanya. Dari sebelum ia ada, ada pula sebuah kompetisi. Kompetisi ribuan atau bahkan jutaan sperma untuk membuahi satu sel telur. Setelah itu hanya satu yang bisa membuahi dan berkembang hingga menjadi embrio, janin, dan manusia. Dan itu adalah Anda!


Maka, apapun yang terjadi pada diri kita adalah hal yang luar biasa karena kita memang dilahirkan sebagai pemenang! Dengan kelebihan dan kekurangan kita tentunya. Dalam islam dikenal istilah fastabiqul khairot yang artinya berlomba-lomba dalam kebaikan. Jadi, walaupun kita sudah menjadi pemenang, kita akan terus berkompetisi terutama untuk mengumpulkan amal-amal baik.


Selanjutnya, bintang merupakan sumber cahaya. Ini sudah hal yang tidak usah kita ragukan lagi bukan? Lalu apa hubungannya dengan kita? Kita sebagai pemenang, sebagai pribadi yang luar biasa juga bisa menjadi ‘sumber cahaya’. Harus ada perbedaan dengan ada dan tidaknya kita sebagai ‘sumber cahaya’. Kita adalah ‘sumber cahaya’ adalah kita dapat menjadi pribadi yang bermanfaat. Bukan pribadi yang merugikan apalagi menghancurkan.


Kemudian sifat istimewa bintang adalah dekat dengan benda-benda langit lainnya. Untuk apa? Ketika bintang berada dekat dengan benda-benda langit lainnya, bintang tersebut dapat berbagi atau meminjamkan cahaya dengan yang lainnya. Misalnya tadi matahari yang meminjamkan cahayanya pada bulan. Bintang-bintang bertaburan di langit sehingga langit tidak terlihat gelap atau permainan cahaya bintang pada planet Venus yang sering kita kenal sebagai Bintang Kejora. Dari kedekatan bintang dengan yang lain, pancaran cahaya akan lebih terasa dan terlihat.


Begitu pula dengan kita yang manusia. Ketika kita hanya beranggapan bahwa kita adalah pribadi yang luar biasa dan kita dapat memberi manfaat bagi orang lain namun tidak dekat atau jarang bergaul dengan orang lain, apa jadinya? Yang akan terjadi adalah manfaat yang kita beri tidak akan berguna. Suatu komunitas bisa diibaratkan wadah yang bisa menampung manfaat dari kita. Maka dari itulah kita harus dekat dengan orang-orang terutama mereka yang ada di sekitar kita agar manfaat atau kontribusi yang akan kita beri tidak akan sia-sia.


Begitulah keistimewaan bintang. Bintang itu bukan follower tapi ia adalah tradesetter. Mereka yang bintang adalah mereka yang berani, inisiatif, antusias, pintar menempatkan diri di berbagai situasi dan mereka yang selalu bergerak demi perubahan yang lebih baik. Hanya mereka? Oh, tidak! Kita juga karena kita semua adalah bintang.


Hm, tapi jangan bangga dulu Saudara-saudara! Melihat sesuatu itu tidak boleh hanya dari satu sisi saja. Setelah tadi kita bicarakan kebaikan-kebaikan bintang. Sekarang mari bahas kelemahannya.


Sesuatu yang berlebihan itu seringkali tidak baik. Karena pancaran sinar matahari yang dapat menerangi bumi ini begitu mempesona, akhirnya ada juga yang menagung-angunkannya bahkan mendewakannya. Seperti pada zaman Mesir Kuno, ada Dewa Matahari yaitu Amun-Ra. Adakah manusia yang diagung-agungkan diatas batas normal karena kelebihannya?


Ambil contoh saja artis-artis terkenal. Bagaimana tindak-tanduk para fans terhadap mereka? Dari yang mencontoh gaya rambut, style, mode, menyukai secara berlebihan, mengetahui banyak infonya sampai yang detail-detail seperti ukuran sepatu dan semacamnya. Bahkan ia rela melakukan apa saja demi kecintaannya yang berlebihan terhadap artis pujaannya itu.

(Hehehe.. Itu cuma contoh. Cuma contoh. :D)

Dengan seperti itu, keberadaan kita sebagai bintang bisa dianggap menyesatkan. Kalau semua kebaikan kita dicontoh sih bagus, tapi kalau sampai yang jeleknya juga? Maka dari itu, sebagai bintang kita pun harus bisa mengontrol power of star kita agar tetap bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Ketika kita melakukan hal yang baik dan orang pun mengikuti kebaikan kita maka pahala akan mengalir deras pada kita bukan? Begitu pula sebaliknya, kita akan mendapat dosa ketika orang lain menyontoh kelakuan buruk kita. Na’udzubillahi min dzalik.


Selain itu, karena aura kebintangan kita terus menguar, bisa saja ada rasa sombong di hati kita karena kita adalah bintang. Kesombongan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita sebagai makhluk-Nya tidak berhak menyombongkan diri karena kebintangan yang ada pada diri kita.

Intinya, pergunakanlah kebintanganmu itu untuk kebaikan yang berarti juga untuk beribadah kepada-Nya agar kita bisa selalu menjadi hamba yang selalu disayang oleh-Nya. Amiiin...
Bintang, jangan ragu tuk tunjukkan pesonamu!!!

(Terinpirasi bikin tulisan ini setelah baca bukunya Afifah Afra yang judulnya “...and The Star is Me!” )

-Akabara Hikari-
  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers