RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Buku/Bacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku/Bacaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

The Perfect Muslimah

Tanggal 21 April kemarin, para wanita Indonesia memperingati Hari Kartini. Sebuah hari peringatan akan perjuangan RA. Kartini bahwa kaum hawa berhak untuk menjadi orang yang berpendidikan sehingga bisa dikatakan setara dengan kaum adam. Namun, sebagai perempuan kitapun harus tetap menjaga fitrah kita sebagai perempuan. Khususnya sebagai seorang muslimah, perempuan beragama Islam.

Tidak salah ketika kita mengambil banyak hikmah dari RA. Kartini. Dari Gelap Terbitlah Terang. Terjemah Bahasa Indonesia dari Minna adzdzulumati illa annur. Subhanallah, ternyata islami sekali. :) 

Oke.
Kita perempuan Indonesia, juga perempuan Muslimah.
Idealnya, kita bisa menjadi seorang Muslimah Negarawati, iya kan?

Dalam bukunya yang berjudul "The Perfect Muslimah", Ahmad Rifa'i Rif'an mengingatkan kepada seluruh muslimah untuk senantiasa menyempurnakan dirinya agar bisa TOTALITAS dalam hubungan muslimah dengan Allah dan hubungan muslimah dengan sesama manusia. Ini dia keenam ciri "The Perfect Muslimah".


1. Brillian Otaknya




2. Suci Cintanya



3. Luas Pengaruhnya




4. Indah Akhlaknya




5. Teduh Parasnya



6. Teguh Imannya



Hayo, dari keenam ciri tersebut mana yang sudah kita miliki? Jawab dalam hati masing-masing...

Semangat perbaikan diri ya semuanya! :)




NB : 
Kunjungi komikmuslimah.blogspot.com, banyak inspirasi :)

Minggu, 15 April 2012

8 Sifat Pendidik Sukses

Salam sejahtera bagi kita semua..

Biasanya, setiap habis maghrib di wisma (kos) saya suka ada kajian tentang ilmu agama. Alhamdulillah, setidaknya walaupun sebentar masih ada fasilitas untuk memperdalam agama. Sekarang kan, suka susah kalau mau belajar agama. Nggak ada fasilitaslah, nggak ada waktu lah, banyak alasan deh ya... ^^

Nah, bahasan semalam itu diambil dari buku "Cara Nabi Mendidik Anak" karya Ir. Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid. Eits, ngomonginnya udah mendidik anak. Hehehe. Begini teman-teman, walaupun dirasa masih lama, kita perlu tahu dari sekarang-sekarang. Dan menurut saya, cara ini bukan hanya harus dipakai oleh orang tua kepada anaknya. Ilmu di buku tersebut bisa diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk yang berkecimpung dalam hal didik-mendidik. Misalnya guru, tentor, HRD, dsb.

Dibuku tersebut dijelaskan bahwa ketika kita berperan menjadi pendidik, maka kita harus memiliki sifat-sifat terpuji. Bagaimana mau menjadi pendidik yang baik kalau akhlak kita tidak terpuji? Kita tahu bahwa sosok yang paling bisa kita jadikan contoh dalam keteladanan akhlak tiada lain adalah Rasulullah SAW. Semakin baik kualitas pendidik, maka dalam praktiknya, akan semakin dekat pula pada keberhasilan mendidik.

Nah, apa aja sih sifat yang harus dimiliki oleh seorang pendidik? Ada 8 sifat, yuk kita pahami sama-sama... ^^

1. Penyabar & tidak pemarah. 
Di dalam hadits dikatakan bahwa orang yang penyabar & tidak pemarah itu dicintai oleh Allah SWT (HR. Muslim). Dan memang benar, dalam mendidik dibutuhkan banyak kesabaran dan tidak menjadikan diri kita seorang pemarah karena tidaksabaran dan pemarah bisa menjadi contoh yang buruk ketika dilihat orang orang-orang yang dididik.

2. Lemah lembut & menghindari kekerasan. 
Lemah lembut dan menghindari kekerasan berbeda dengan pengecut. Yang ditekankan di sini adalah bahwa ketika seseorang memiliki lemah lembut dan tanpa kekerasan, orang yang kita didik dapat menerima didikan kita dengan senang hati. Ya, dalam mendidik kita akan selalu berhubungan dengan hati orang lain.

3.Hatinya penuh rasa kasih sayang. 
Kasih sayang itu bukan terbatas seseorang menyayangi kawannya, namun ksh sayang u/ semua manusia. Ketika ada kasih sayang, maka yang akan muncul ialah keharmonisan antara pendidik dan yang dididik.

4. Memilih yang termudah di antara 2 perkara selagi tidak berdosa 
Terkadang kita bingung ketika dihadapkan oleh dua pilihan yang sulit. Maka, yang harus kita lakukan adalah memilihnya dengan segala konsekuensinya, memilih yang paling mudah selagi itu tidak berdosa.
 
5. Fleksibel. 
Dalam mendidik, kita tidak boleh saklek dan kaku. Namun, kita harus bisa memudahkan, namun tetap dalam koridor batasan-batasan yang berlaku.

6. Tidak emosional. 
Menjaga emosi penting dalam mendidik. Kalau dalam mendidik kita tidak bisa menjaga emosi, maka yang akan terjadi adalah terlalu terbawa perasaan dan akhirnya makan  hati. Dalam hadits disebutkan bahwa orang kuat itu bukan karena kekuatannya saat berkelahi, tetapi dia yang mampu mengendalikan dirinya saat marah (muttafaq 'alaihi).

7. Bersikap moderat & seimbang. 
Bersikap ekstrim & berlebih-lebihan adalah sikap tercela, tidak diperkenankan dalam mendidik. Seimbang, adil, sesuai dengan porsinya masing-masing.

8. Ada senjang waktu dlm memberi nasihat. 
Ada senjang waktu artinya ketika kita memberi nasihat harus ada jeda waktu atau jtidak terlalu sering dalam memberi nasihat kepada orang yang sedang kita didik. Khawatirnya adalah ketika yang mendengar bosan kalau setiap waktu memberi nasihat. Ada seorang sahabat Nabi SAW yang ketika dia memberikan nasihat selalu didengar, ketika beliau diminta untuk sering-sering memberi nasihat, beliau mengatakan bahwa cukup setiap hari Kamis saja waktunya untuk memberi nasihat karena khawatir bosan. Kalau sudah bosan dengan nasihat, maka nasihat-nasihat selalnjutnya akan sulit diterima. Bisa dijadikan contoh, memberi sms motivasi setiap satu atau dua kali dalam seminggu.

Sebenarnya, jurus paling ampuh yang harus dimiliki untuk mendidik hanyalah keteladanan kita sebagai pendidik. Jika kita bisa menjadi teladan yang baik, maka kita akan dipercaya. Ketika kita sudah dipercaya, maka apapun kebaikan yang kita berikan akan mudah diterima oleh semua orang.




Semangat untuk jadi lebih baik!
Akabara Hikari ^^

Senin, 13 Februari 2012

Just for Recommendation

Coba deh baca buku ini :

1. Terapi Penyakit Hati (Ibnu Qoyyim al-Jauzi), buku wajib baca biar hati kita tetap bersih.
2. Laila Majnun (Nizami), siapa sih yang nggak kenal Laila sama Majnun, kisah cinta legendaris dari Timur.
3. The Lost Symbol (Dan Brown), buat yang suka penasaran, detektif-detektifan, suka teka-teki buku ini cocok.
4. Dari Gerakan ke Negara (Anis Matta), bikin kita bisa bilang serunya bernegara.
5. Sufi Nyentrik dan Misteri Kota Terlarang (Nugraha Wasistha), genre detektif dibumbui dengan humor yang renyah.

Kelima buku di atas, bagus... ^^




Just for recommendation,
Akabara Hikari
  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers