RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 April 2013

Lebih Dekat dengan Al-Qur'an

Ini bisa dibilang tulisan pelengkap Rumus Canggihku yang ditulis beberapa waktu silam. Alhamdulillah dapat ilmu baru, alhamdulillah ada kesempatan untuk berbagi. 



KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGAMALKAN AL-QUR'AN
1. Diberi syafa'at pada Hari Kiamat (HR. Muslim). Riyadhush Shalihin 991, 992

2. Menjadi keluarga Allah
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia." Para sahabat bertanya, "Siapa mereka ya Rasulullah?" Rasullah SAW menjawab, "Para ahli Al-Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

3. Pada Hari Kiamat orang tuanya akan dipakaikan mahkota yang cahayanya lebih indah dari matahari.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca Al-Qur'an dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada Hari Kiamat yang cahayanya akan lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah di dunia ini." (HR. Abu Dawud)

4. Pada Hari Kiamat dipakaikan mahkota dari cahaya dan orang tuanya dipakaikan  pakaian yang indah tiada banding di dunia.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya mahkota yang terbuat dari cahaya, dan kedua orang tuamu akan dipakaikan sepasang pkaian yang indah tiada bandingnya di dunia ini. Orang tuanya akan bertanya kepada Allah, 'Mengapa kami diperlakukan demikian. Jawab Allah, 'Karena klian telah menjadikan anak kalian sebagai pembaca Al-Qur'an''" (HR. Hakim)

Sudahkah membaca Al-Qur'an hari ini?
Berapa target minimal bacaan Al-Qur'anmu setiap hari?

KEUTAMAAN MENGHAFAL AL-QUR'AN
1. Mendapat kedudukan tinggi di surga sesuai dengan jumlah hafalanny. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Riyadhush Shalihin 1001

2. Mendapat Tasyrif Nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)
Adalah Nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al-Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)

3. Diangkat menjadi pemimpin meski paling muda usianya.
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, "Rasulullah SAW telah mengurus sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada sahabat yang paling muda usianya beliau bertanya, 'Surat apa yang kau hafal?' Ia menjawab, 'Aku hafal surat ini... surat ini... dan surat Al-Baqarah.' 'Benarkah kamu hafal sural Al-Baqarah?' Tanya Nabi lagi. Sahabat menjawab, 'Benar'. Nabi bersabda, 'Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi'." (HR. At-turmudzi dan An-nasa'i)

4. Berhak menjadi Imam
Rasulullah SAW bersabda, "Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)

5. Terlindung dari Dajjal jika hafal 10 ayat permulaan surat Al-Kahfi (HR. Muslim) Riyadush Shalihin 1021.

6. Jika tidak punya sedikitpun hafalan Al-Qur'an seperti rumah tak berpenghuni. (HR. Tirmidzi)
Rumah kosong tak berpenghuni akan memudahkan orang berakhlak setan untuk mencuri isinya.

7. Termasuk orang yang mengagungkan Allah.
"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah, menghormati orang tua, penghafal Al-Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan penguasa yang adil." (HR. Abu Dawud)

8. Nikmat mampu menghafal Al-Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu.
"Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabiannya."

Sudah berapa juz hafalanmu?

KEUTAMAAN MEMPELAJARI AL-QUR'AN DAN MENGAJARKANNYA
1. Menjadi manusia terbaik (HR. Bukhari). Riyaduhs Shalihin 993.
2. Menjadi Rabbani (Orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah swt) (QS. Ali Imran : 79)

Berapa ayat yang sudah kau pelajari ajarkan?

Subhanallah! Betapa Allah sudah menjanjikan banyak kemuliaan-kemuliaan untuk orang yang senantiasa istiqomah dalam membaca Al-Qur'an, mengamalkannya, menghafalnya, mempelajari, dan mengajarkannya. Tinggal bagaimana kita sebagai hamba-Nya mau atau tidak melaksanakannya setelah Allah menunjukkan jalan-Nya.  Bila dalam waktu yang sangat luang bisa jadi kita mudah melaksanakannya, namun jika waktu kita sempit karena banyaknya aktivitas yang harus kita jalani, masihkah bisa menjaga amalan-amalan yang disukai oleh Allah ini?

Berat. Memang berat melaksanakannya di waktu yang sempit. Tapi ini layaknya sedekah. Sedekah ketika kita dalam keadaan serba berkecukupan tentu akan sangat mudah mengeluarkan sebagian harta untuk bersedekah. Namun, bila hidup kita serba pas-pasan namun ada orang lain yang juga membutuhkan, maukah kita berbagi sedekah? Jika kita mau, maka itu yang lebih Allah sukai. Sama halnya dengan menghafal dan mempelajari Al-Qur'an di sela-sela kesibukan. 

Semoga selalu dimudahkan ya semuanya.
Dan semoga semakin dekat untuk mendapatkan Rahmat-Nya, karena Allah akan memasukkan kita ke dalam syurga bukan karena amalan saja, namun lebih karena Rahmat-Nya.

Amiinnn...

Maraji'
Imam Nawawi, Riyadush Shalihin Jilid 2
Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kita Sukses  Menjadi Hafidz Qur'an Da'iyah
Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al-Qur'an

Rabu, 24 April 2013

The Perfect Muslimah

Tanggal 21 April kemarin, para wanita Indonesia memperingati Hari Kartini. Sebuah hari peringatan akan perjuangan RA. Kartini bahwa kaum hawa berhak untuk menjadi orang yang berpendidikan sehingga bisa dikatakan setara dengan kaum adam. Namun, sebagai perempuan kitapun harus tetap menjaga fitrah kita sebagai perempuan. Khususnya sebagai seorang muslimah, perempuan beragama Islam.

Tidak salah ketika kita mengambil banyak hikmah dari RA. Kartini. Dari Gelap Terbitlah Terang. Terjemah Bahasa Indonesia dari Minna adzdzulumati illa annur. Subhanallah, ternyata islami sekali. :) 

Oke.
Kita perempuan Indonesia, juga perempuan Muslimah.
Idealnya, kita bisa menjadi seorang Muslimah Negarawati, iya kan?

Dalam bukunya yang berjudul "The Perfect Muslimah", Ahmad Rifa'i Rif'an mengingatkan kepada seluruh muslimah untuk senantiasa menyempurnakan dirinya agar bisa TOTALITAS dalam hubungan muslimah dengan Allah dan hubungan muslimah dengan sesama manusia. Ini dia keenam ciri "The Perfect Muslimah".


1. Brillian Otaknya




2. Suci Cintanya



3. Luas Pengaruhnya




4. Indah Akhlaknya




5. Teduh Parasnya



6. Teguh Imannya



Hayo, dari keenam ciri tersebut mana yang sudah kita miliki? Jawab dalam hati masing-masing...

Semangat perbaikan diri ya semuanya! :)




NB : 
Kunjungi komikmuslimah.blogspot.com, banyak inspirasi :)

Rabu, 27 Maret 2013

Jalan Ini, Jalan Dakwah

Jalan ini jalan dakwah.
Jalan yang sedikit peminatnya.
Jalan yang sangat berhalang rintang.
Jalan yang tak terlihat di mana letak ujungnya.

Ya, begitulah ciri jalan ini. Selalu ada perjuangan, selalu ada kekuatan walau tak dapat dipungkiri lelah itu datang, jenuh itu menyapa.
Ya, jalan ini telah membuat satu per satu orang yang berjalan di atasnya tumbang. Namun, bukan jalan dakwah yang memerlukan orang-orang yang tak tahan cobaan yang mengusik itu. Tanpa mereka jalan dakwah akan tetap ada, karena dakwah akan terus digerakkan oleh para penggeraknya walau harus silih berganti.

Berdakwah berati menyeru kepada kebaikan. Dakwah bukan hanya milik seorang ustadz, bukan hanya milik para kyai, bukan hanya milik ulama. Dakwah milik kita semua. Manusia yang diciptakan oleh Allah untuk menyebarkan kebaikan, menolak kebathilan. Semua hal ada tingkatannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, begitupula dengan dakwah. Mengingatkan untuk sholat pun termasuk berdakwah.

Banyak yang mengaku aktivis dakwah. Tidak sedikit orang yang paham tentang islam. Namun apa karena ada perbedaan kita harus bermusuhan? Bukankah seharusnya kita saling membantu? Tidakkah lelah dengan terus-terusan berbeda pendapat? Tidak, kita sama. Hanya caranya kita punya masing-masing.

Pagi ini, kutemukan kata-kata indah ketika melihat beranda salah satu media sosial. Tentang dakwah dan menurutku ini indah.

Di jalan dakwah ini kita bukan pemula, bukan pula penghujung, tapi kita adalah penyambung. Penyambung generasi masa lalu ke masa kini hingga masa depan. Maka jangan hentikan perjalanan itu, teruslah berjalan di jalan dakwah untuk menggapai ridho Allah.

Ingat, dakwah itu.... 

Membina, bukan menghina
Mengobati, bukan melukai
Mengukuhkan, bukan meruntuhkan
Menguatkan, bukan melemahkan
Mengajak, bukan mengejek
Menyejukkan, bukan memojokkan
Mengajar, bukan menghajar
Menasehati, bukan mencaci maki
Merengkuh, bukan menuduh
Bersabar, bukan gusar
Argumentative, bukan provokatif
Bergerak cepat, bukan sibuk berdebat
Realistis, bukan fantastis
Menawarkan solusi, bukan mengumbar janji
Berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan
[islamedia]



Semoga bisa jadi sedikit refleksi untuk para aktivis dakwah yang senantiasa berjuang... Ma'an najah lanaa! ^^ 

Jumat, 16 November 2012

Muhasabah Kematian

Contoh teks :
Bila sesosok jasad di depanmu itu adalah kalian…
Mungkin pagi kemarin kalian masih berjalan2 dengan teman2 kalian…
Mungkin siang kemarin kalian masih sempat mendengar sayup-sayup tausiah…
Atau mungkin sempat sejenak tidur bersantai menikmati hari…
Mungkin sore tadi kalian masih tertawa dan bercanda bersama teman2 kalian…
Tapi kini, inilah kalian, terbujur kaku…
Wajah cakap kalian tak bisa tersenyum lagi…
Tangan kuat kalian tak bisa diangkat lagi…
Pikiran cerdas kalian tak bisa berputar lagi…
Kaki lincah kalian tak bisa bergerak lagi…
Di kanan kirimu, mungkin ada ayah ibumu… atau ada saudara2mu… atau ada sahabat2mu…
Yang menangisi kepergianmu, tapi mereka tak bisa berbuat apa2…
Kau berusaha berbicara pada mereka…
Oh ayah… ada yang belum kusampaikan padamu, betapa aku ingin lebih banyak mengajakmu bicara…
Oh ibu… ada yang belum kuucapkan padamu, betapa aku menyesal lebih banyak aku membantah perkataanmu daripada mendengarkanmu dengan khusyuk…
Oh saudara2ku… apa yang kutinggalkan selain rasa sakit hati pada diri kalian karena buruknya sikapku?
Oh sahabat2ku, aku sering lupa menyapamu dengan senyuman tulus setiap saat aku bertemu kalian…
Oh, betapa aku ingin mengatakan aku mencintai kalian… aku menyayangi kalian…!!! Dengarkah kalian? Walau seberapa buruk sikapku, aku mencintai kalian!!! Dengarkah…??
Tapi tidak ada yang mendengarmu… karena lidahmu kini kelu… tak bisa berkata lagi…
Kamu kelak akan diarak oleh keluargamu, menuju peristirahatan terakhir.
Saat itu, mungkin merupakan perjumpaan terakhir.
Karena setelahnya, kalian akan sendiri bersama tanah yang akan membaur dengan tubuh kalian
Kaku… bisu… diam… hanya keheningan yang menjadi teman kalian saat itu…
Kalian sendirian…
Datanglah malaikat Munkar dan Nakir mendekat dan menanyakan kepada kalian…
Siapa Tuhanmu?
Apakah kau bisa menjawab lantang “Allah”? Lidahmu gemetar, ia tak bisa berbohong lagi, ia tak bisa kaugunakan lagi untuk menutupi kepalsuanmu…
Aku ingin menjawab Allah, tapi, lidah ku ini tak bisa menyebutnya… yang kuingat adalah aku terlalu banyak mencintai duniaku… Siapakah nama yang selalu terngiang dalam pikiranku dan terucap dalam lisanku selama ini, teman? Bila selama ini dalam sehari-hari, yang kauingat bukanlah Allah, yakinkah kau masih bisa mengingatnya di alam kubur ini?Kalaupun engkau mengingatnya, yakinkah lidahmu tidak akan kaku karena tak terbiasa ia mengucapkan itu?
Saat yaumil hisab datang padamu… Seperti apakah kisah hidupmu ini kelak akan kau ceritakan? Tidak, saat itu lidah kalian dikunci. Akal cerdik kalian dihentikan. Saatnya kejujuran berbicara. Lihatlah tangan kalian, kelak ia akan akan menjawabkan apa yang telah kalian lakukan. Sentuhlah kaki kalian kelak dialah yang akan menjawabkan apa yang telah kalian lakukan. Rasakan hati kalian, kelak dialah yang akan berteriak tentang apa yang dia rasa dan niatkan selama ini. Mereka akan berteriak dengan tangis terpendam karena saat itu ia tak bisa lagi berbohong menutupi kesalahanmu… tak bisa lagi membisu menahan aibmu…tak bisa lagi membelamu…
Setelah semua terungkap nanti… yang ada hanya tinggal penyesalan…
Apalah artinya rasa senangmu di dunia dulu?
Apa makanan enakmu siang tadi masih ada gunanya kini? Apa novel yang kalian baca kemarin masih ada manfaatnya saat ini? Atau film yang kau tonton minggu lalu masihkah menyenangkanmu kini? Handphone yang baru kau beli itu, apakah ada di sampingmu saat ini?
Pujian-pujian temanmu bahwa kau hebat dalam berbagai hal apakah masih bisa kau banggakan kini? Tatapan kagum adik-adik kelasmu, apakah masih dapat kau lihat kini? Permintaan tolong dari orang-orang sekitarmu, apakah masih membuatmu merasa penting saat ini?
Bila setelah tirai diturunkan, tap! Drama telah usai. Perjalanan telah berakhir. Kamu turun dari panggung kehidupan dan di situlah hidupmu yang sebenarnya…
Apa yang kamu bawa di tanganmu?
Mungkin yang kau bawa adalah hutang2mu yang belum terbayar? Amanah2mu yang terlalaikan? Rasa sakit hati teman2mu yang diabaikan?
Lalu mana amalmu? Ya Allah, cukupkah ini untuk perjalanan panjangmu ini? Kemarin saja ada kebaikanmu yang kau tunda. Nanti saja lah, kan masih ada waktu. Namun kini? Masihkah ada?
Di mana kamu kelak di akhirat berada? Di deretan orang-orang dengan wajah bersih bersinar? Atau deretan orang-orang yang menunduk karena hangus wajah kalian karena dosa yang kalian sembunyikan?
Di manakah kelak rumah abadimu? Apakah di Syurga tempat segala yang kau inginkan tersedia? Tempat segala yang kau tinggalkan di dunia ini dapat kau terima? Atau di Neraka? Tempat segala yang kau pinta adalah sia-sia? Tempat balasan atas hal-hal maksiat yang kau lakukan di dunia?
Setiap muslim akan masuk surga, bukan?
Namun apakah sebelumnya kau sempat merasakan api neraka itu? Yang satu hari seperti seribu tahun lamanya? Merasakannya untuk semenit saja? Hanya karena dosamu yang tidak kau pintakan taubatnya?
Bukan, bukan amalmu yang akan memasukkanmu ke Syurga… bukan sujudmu, bukan infaqmu,, bukan puasamu, bukan lelah kerjamu, bukan capai pikiranmu… bukan teman! Tapi rahmat Allah SWT! Maka hatimu, jagalah selalu pada harapan akan ridho Allah… Sikapmu, jagalah selalu dalam ikhlas padaNya. Lisanmu, jagalah selalu agar selalu membuahkan cinta padaNya…Harapkanlah Allah dalam hatimu, Karena hanyaAllah yang dapat menolongmu, Teman…
Maka mulai hari ini hitunglah segala amalmu… hitunglah segala kesalahanmu… menangislah karena amalmu itu belum juga cukup menutupi dosamu… Jagalah terus dirimu dalam kebaikan. Karena kau tak tahu  kapan batas akhir hidupmu… Pada akhir ceritamu,apakah akhir yang indah atau buruk? Apakah kau yakin, kelak kau akan mati dalam kondisi sebaik ini? Apakah kau mati dalam maksiat, atau dalam amalmu? Apakah kau mati saat kau sedang berbuat sia2, atau saat kau sedang berbuat kebajikan?
Karena hidup ini hanyalah perjalanan sementara teman. Kisah senangnya hanya hiburan sesaat. Kisah sedihnya hanya ujian sementara. Alam akhirat itulah hidupmu yang sebenarnya. Maka tanyakah ada dirimu.. buat apa aku di dunia ini? Tugas apa yang harus kutuntaskan di sini? Bagaimanakah aku mengisi perjalanan ini? Apa yang harus kusiapkan untuk hidupku nanti? Bagaimana akhir hidupku ini nanti kurencanakan?
Tanyakan pada dirimu… cari tahu oleh dirimu… kerjakan olehmu… saat ini… mulai detik ini…karena waktu tak dapat menunggu…

Sumber : http://viridianlife.wordpress.com/2009/07/01/muhasabah-kematian/#comment-3135

Teknis mengisi muhasabah :
1. Di sepertiga malam, peserta training dibangunkan dan dituntun ke dalam ruangan dengan mata tertutup
2. Di dalam ruangan telah siap : 
a. Peralatan : lampu dimatikan dan penerangan hanya lilin, model jenazah (bisa dari tumpukan kain atau ada panitia yang berbaring dengan ditutup kain), teks muhasabah, musik pendukung (misal : instrumental a night walk in the rainforest yang akan terus mengalun selama teks muhasabah dibacakan)
b. SDM : pembaca teks muhasabah, operator musik, panitia yang mengkondisikan peserta untuk duduk, 2-3 orang duduk di depan jenazah.
3. Peserta masuk satu per satu. 2-3 orang yang duduk di depan jenazah mulai menangis.
4. Setelah semua peserta masuk dan duduk (diarahkan panitia) mengelilingi jenazah. Tangisan berhenti, 2-3 orang tadi bergabung duduk bersama panitia lain di belakang peserta.
5. Pembaca teks mengucapkan : Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun dengan suara lirih sebanyak 3 kali kemudian mengucapkan kata-kata pembuka tentang kematian sebelum membaca teks muhasabah. Musik diputar dan disesuaikan.
6. Peserta dipersilakan membuka mata.
7. Pembacaan teks muhasabah. Emosi peserta mulai bergejolak, sadar, dan terbawa dalam suasana muhasabah.
8. Pembaca teks mengarahkan peserta untuk menulis 'Surat Cinta' untuk Allah bertema : apa yang  diminta/akan dilakukan di sisa waktu hidupnya dengan diiringi lagu kedua (misal : Snada-Taubat)
9. 3-4 orang peserta diminta untuk membacakan suratnya.
10. Penutup dan motivasi terakhir agar lebih optimis menjalani hidup dan berhati-hati dalam berbuat.
11. Muhasabah selesai.
12. Setelah muhasabah, bisa ditambah sesi salam-salaman dan maaf-maafan..

Ini sebagai contoh saja dari pengalaman menjadi panitia dalam sebuah renungan tentang kematian. Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat. :)

Pentingnya Muhasabah Diri


Muhasabah merupakan suatu proses evaluasi diri. Bagaimana manusia itu bisa mengevaluasi dirinya sebelum dan sesudah melakukan amalan di dunia. Pernah kita mendengar kata muhasabah ini, bukan? Atau bila terdengar asing, muhasabah bisa disebut renungan atau sebuah instrospeksi. Dalam sebuah hadits disebutkan, 
Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)
Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa hidup di dunia ini butuh sebuah grand design atau sebuah visi besar yang di dalamnya tercakup perencanaan dan strategi untuk mencapainya. Target dari muhasabah adalah perbaikan diri. Ya, setelah kita renungkan apa yang telah kita lakukan selama ini kemudian kita menyadari bahwa ada suatu bagian dari kita yng harus diperbaiki kemudian kita melakukan berbagai macam usaha untuk menuju perbaikan yng mengharap ridho Allah tersebut. 
Dalam artikel "Makna Muhasabah" yang di-posting pada dakwatuna.com, dijelaskan urgensi muhasabah dan aspek-aspek apa saja yang perlu dimuhasabahi di bawah ini. 

Urgensi Muhasabah
Imam Turmudzi setelah meriwayatkan hadits di atas, juga meriwayatkan ungkapan Umar bin Khattab dan juga ungkapan Maimun bin Mihran mengenai urgensi dari muhasabah.
1. Mengenai muhasabah, Umar r.a. mengemukakan:
‘Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia.
Sebagai sahabat yang dikenal ‘kritis’ dan visioner, Umar memahami benar urgensi dari evaluasi ini. Pada kalimat terakhir pada ungkapan di atas, Umar mengatakan bahwa orang yang biasa mengevaluasi dirinya akan meringankan hisabnya di yaumul akhir kelak. Umar paham bahwa setiap insan akan dihisab, maka iapun memerintahkan agar kita menghisab diri kita sebelum mendapatkan hisab dari Allah swt.
2. Sementara Maimun bin Mihran r.a. mengatakan:
‘Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisab pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya’.
Maimun bin Mihran merupakan seorang tabiin yang cukup masyhur. Beliau wafat pada tahun 117 H. Beliaupun sangat memahami urgensi muhasabah, sehingga beliau mengaitkan muhasabah dengan ketakwaan. Seseorang tidak dikatakan bertakwa, hingga menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri. Karena beliau melihat salah satu ciri orang yang bertakwa adalah orang yang senantiasa mengevaluasi amal-amalnya. Dan orang yang bertakwa, pastilah memiliki visi, yaitu untuk mendapatkan ridha Ilahi.
3. Urgensi lain dari muhasabah adalah karena setiap orang kelak pada hari akhir akan datang menghadap Allah swt. dengan kondisi sendiri-sendiri untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Allah swt. menjelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” [QS. Maryam (19): 95, Al-Anbiya’ (21): 1].

Aspek-Aspek Yang Perlu Dimuhasabahi
Terdapat beberapa aspek yang perlu dimuhasabahi oleh setiap muslim, agar ia menjadi orang yang pandai dan sukses.
1.Aspek Ibadah
Pertama kali yang harus dievaluasi setiap muslim adalah aspek ibadah. Karena ibadah merupakan tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi ini. [QS. Adz-Dzaariyaat (51): 56]
2. Aspek Pekerjaan & Perolehan Rizki
Aspek kedua ini sering kali dianggap remeh, atau bahkan ditinggalkan dan ditakpedulikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Karena sebagian menganggap bahwa aspek ini adalah urusan duniawi yang tidak memberikan pengaruh pada aspek ukhrawinya. Sementara dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda:
Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, ‘Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, dan ilmunya sejauh mana pengamalannya.’ (HR. Turmudzi)
3.Aspek Kehidupan Sosial Keislaman
Aspek yang tidak kalah penting untuk dievaluasi adalah aspek kehidupan sosial, dalam artian hubungan muamalah, akhlak dan adab dengan sesama manusia. Karena kenyataannya aspek ini juga sangat penting, sebagaimana yang digambarkan Rasulullah saw. dalam sebuah hadits:
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)
Melalaikan aspek ini, dapat menjadi orang yang muflis sebagaimana digambarkan Rasulullah saw. dalam hadits di atas. Datang ke akhirat dengan membawa pahala amal ibadah yang begitu banyak, namun bersamaan dengan itu, ia juga datang ke akhirat dengan membawa dosa yang terkait dengan interaksinya yang negatif terhadap orang lain; mencaci, mencela, menuduh, memfitnah, memakan harta tetangganya, mengintimidasi dsb. Sehingga pahala kebaikannya habis untuk menutupi keburukannya. Bahkan karena kebaikannya tidak cukup untuk menutupi keburukannya tersebut, maka dosa-dosa orang-orang yang dizaliminya tersebut dicampakkan pada dirinya. Hingga jadilah ia tidak memiliki apa-apa, selain hanya dosa dan dosa, akibat tidak memperhatikan aspek ini. Na’udzubillah min dzalik.
4. Aspek Dakwah
Aspek ini sesungguhnya sangat luas untuk dibicarakan. Karena menyangkut dakwah dalam segala aspek; sosial, politik, ekonomi, dan juga substansi dari da’wah itu sendiri mengajak orang pada kebersihan jiwa, akhlaqul karimah, memakmurkan masjid, menyempurnakan ibadah, mengklimakskan kepasrahan abadi pada ilahi, banyak istighfar dan taubat dsb.
Tetapi yang cukup urgen dan sangat substansial pada evaluasi aspek dakwah ini yang perlu dievaluasi adalah, sudah sejauh mana pihak lain baik dalam skala fardi maupun jama’i, merasakan manisnya dan manfaat dari dakwah yang telah sekian lama dilakukan? Jangan sampai sebuah ‘jamaah’ dakwah kehilangan pekerjaannya yang sangat substansial, yaitu dakwah itu sendiri.
Evaluasi pada bidang dakwah ini jika dijabarkan, juga akan menjadi lebih luas. Seperti evaluasi dakwah dalam bidang tarbiyah dan kaderisasi, evaluasi dakwah dalam bidang dakwah ‘ammah, evaluasi dakwah dalam bidang siyasi, evaluasi dakwah dalam bidang iqtishadi, dsb?

Pada intinya, dakwah harus dievaluasi, agar harakah dakwah tidak hanya menjadi simbol yang substansinya telah beralih pada sektor lain yang jauh dari nilai-nilai dakwah itu sendiri. Mudah – mudahan ayat ini menjadi bahan evaluasi bagi dakwah yang sama-sama kita lakukan: Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. [QS. Yusuf (12): 108]

Dengan kita mengetahui urgensi muhasabah dan aspek-aspek apa saja yang perlu dimuhasabahi, maka kita bisa menyimpulkan bahwa muhasabah diri ini penting dilakukan agar kita :
1. Mengetahui aib kita sebelum diketahui oleh orang lain
2. Membuat kita sadar kemudian bertaubat, serta diiringi dengan melakukan amal perbaikan setelahnya.
3. Bersungguh-sungguh dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
4. Berakhlak baik kepada diri sendiri, keluarga, sahabat, dan orang banyak di sekitar kita.

Semoga Allah selalu selalu melindungi, menjaga, dan meridhoi setiap langkah kita. Amiin...

Rabu, 24 Oktober 2012

10 Hari di Bulan Istimewa (Dzulhijjah)


Bulan Dzulhijjah telah datang!
Yuk, mari kita perbanyak amal di bulan ini...
(Diteriakin : Telaaaaaaaaaat!!!)
Ya, saya akui kalau saya telat. Bulan Dzulhijjah pada tahun ini, jatuh mulai tanggal 17 Oktober 2012 kemarin dan saya baru posting hari ini. 
Okelah, tidak perlu disesalkan karena berbagi ilmu tidak ada kata terlambat. ^^
Bulan Dzulhijjah ini termasuk bulan yang istimewa dalam Kalender Hijriyah. Bagaimana tidak? Banyak amalan-amalan utama yang bisa kita kerjakan untuk menambah tabungan pahala sebelum kita kembali pada-Nya, terutama yang dikerjakan pada 10 hari pertama bulan ini. 

“Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).


Lengkap banget paket ibadah di bulan ini. Dari mulai yang sederhana yaitu dzikir, shalat, puasa, kurban sampai naik haji pun ada di bulan ini. Nah, biar lebih jelas, sekarang kita cek amalan-amalan apa saja yang disyariatkan di bulan ini.

1. Ibadah haji dan umrah
"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yng dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah syurga."

Tentunya kita tahu bahwa ibadah haji termasuk amalan utama dan belum tentu semua orang bisa melaksanakan rukun islam kelima ini. Namun, ketika mampu melaksanakannya, dimulai dengan niat karena Allah dan diiringi dengan semangat beribadah pada-Nya hingga akhirnya menjadi haji mabrur, siapa yang tidak ingin?

2. Puasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah, atau pada sebagiannya, atau pada tanggal 9 yang diutamakan (Puasa Arafah)
“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

Hukum berpuasa Arafah adalah sunnah muakkad atau sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Puasa Arafah dilaksanakan oleh mereka yang tidak sedang mengerjakan ibadah haji di Padang Arafah.

3. Pahala segala ibadah dilipatgandakan
Karena sepuuh hari di awal bulan Dzulhijjah merupakan hari yang istimewa, Allah pun ‘mengobral’ pahala dengan cuma-Cuma ketika kita menggunakan waktu-waktu tersebut untuk beribadah kepada dank arena-Nya.
Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam lailatul qadar. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi)

4. Berdzikir (Tahlil, takbir, tahmid)
Sebenarnya, kita tidak perlu menunggu 10 hari bulan Dzulhijjah datang untuk berdzikir. Karena dzikir seharusnya bisa dijadikan amalan setiap kita melewati detik kita. Dalam keseharian saja, pahala yang bisa didapat lewat berdzikir sudah sangat banyak.
Barangsiapa bertasbih kepada Allah 100 kali ketika pagi dan 100 kali ketika sore, maka ia seperti orang yang melakukan haji 100 kali. Barangsiapa bertahmid kepada Allah 100 kali ketika pagi dan 100 kali ketika sore, maka ia seperti orang yang membawa 100 kuda perang untuk berjihad di jalan Allah. Barangsiapa mengucapkan tahlil 100 kali ketika pagi dan 100 kali ketika sore, maka ia seperti memerdekakan 100 budak dari anak cucu Ismail. Barangsiapa bertakbir 100 kali ketika pagi dan 100 kali ketika sore, maka Allah tidak akan memberikan kepada seseorang sesuatu yang lebih dari apa yang diberikan kepadanya, kecuali orang itu melakukan hal yang sama atau lebih. (Hr. at-Tirmidzi dan ia berkata, hadits ini hasan)
Subhanallah, apalagi di awal bulan Dzulhijjah :
Tidak ada hari-hari yang dianggap lebih agung oleh Allah SWT dan lebih disukai untuk digunakan sebagai tempat beramal sebagaimana hari pertama hingga kesepuluh Dzulhijjah ini. Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir, dan tahmid. (HR. Ahmad)

5. Idul Adha dan berkurban
Di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, ada Idul Adha yang merupakan hari besar kita sebagai umat islam setelah Idul Fitri. Yang spesial di Idul Fitri adalah 1 bulan sebelumnya kita melaksanakan puasa ramadhan terlebih dahulu dan menyamut kemenangan di hari yang fitri itu. Dan, ketika Idul Adha yang spesial adalah ibadah kurban. Hewan kurban akan menjadi kendaraan di akhirat kelak seperti pada hadits berikut :
“Barang siapa telah melaksanakan qurban, setelah orang itu keluar dari kubur nanti, ia akan menemukan qurbannya berdiri di atas kuburannya, rambut qurban itu terdiri dari belahan emas, matanya dari yaqut, kedua tanduknya dari emas pula. Lalu ia terheran-heran dan bertanya, 'Siapa kamu ini? Aku belum pernah melihat sesuatu seindah kamu.'
Hewan itu menjawab, "Aku adalah qurbanmu yang engkau persembahkan di dunia sekarang. Naiklah ke alas punggungku". Kemudian ia naik dan berangkatlah mereka sampai naungan Arasy, di langit yang ketujuh"

Begitu banyak pahala yang bisa kita dapatkan jika kita mau mengerjakan amalan-amalan yang diperintahkan oleh-Nya. Sekarang kita sudah dapat ilmunya, saatnya TAKE ACTION! Atau kalau belum puas, bisa cari referensi lain. Jazakumullah khairan katsir. Wallahu ‘alam bish showwab.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Selamat Idul Fitri 1433 H

Bulan penuh pahala dan ampunan sebentar lagi akan segera berlalu.
Tarawih terakhir, i'tikaf terakhir, semua telah terlewati.
Tapi...
Rasanya enggan dan belum rela ditinggalkan oleh bulan penuh rahmat yang hanya datang sekali dalam setahun itu.
Shalatku belumlah semuanya khusyu', puasaku belumlah semuanya bersih, amalku yang lain belumlah seberapa.
Namun, semoga shalatku, puasaku, dan amal ibadahku yang lain dapat tercatat sebagai amal shaleh di sisi Allah. 
Semoga setelah lulus dari Akademi Ramadhan 1433 H, diri ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat masuk lagi di Akademi Ramadhan selanjutnya. 
(Amiiinnnn..............)


Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar.
Laa illaha ilallahu Allahu Akbar.
Allahu Akbar wa lillah ilham.


Taqaballahu minna wa minkum, ukhti-akhi...
Jadikan setiap detik dalam momen ini begitu berharga.
Selamat Lebaran! :)

Selasa, 31 Juli 2012

Berdo'a Layaknya Mengamen

Bertemu dengan teman cyber di dunia nyata itu ternyata menyenangkan! Terlebih jika teman cyber-mu telah banyak berkomunikasi denganmu atau memiliki mahakarya yang luar biasa plus dia orang baik.

Setelah 3 tahun, akhirnya sore tadi kami bertemu. Niatnya sih sekalian 'ngabuburit' sambil nunggu buka puasa. Namun, baru saja ngobrol sejenak hujan turun. Yah, walaupun cuma rintik-rintik sih. Alhasil, kami mencari tempat berteduh yang tidak lain adalah tenda yang di dalamnya menghidangkan beberapa hidangan untuk nanti berbuka.

Pernah saya mendengar bahwa nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang adalah nikmat pertemuan. Jika pertemuan terlewat begitu saja, maka apalah arti pertemuan itu. Sebentar apapun yang namanya pertemuan, yang terpenting adalah kesan dan pelajaran baik apa yang bisa kita dapatkan dari pertemuan tersebut. Ya, jangan jadikan pertemuan hanya sekedar pertemuan.

Dan bukan hanya senang bisa bertemu, tapi dari pertemuan tadi juga saya mendapat pelajaran menarik. Kira-kira begini.

Karena buka puasa masih agak lama -sekitar setengah jam- maka kami mengobrol-ngobrol dulu sambil mengunggu pesanan datang dan adzan magrib berkumandang. Setelah itu, datanglah dua orang pengamen jalanan menyanyikan sepotong lagu. Baru saja ingin mengeluarkan uang dari dompet, eh, ternyata teman saya itu lebih dulu memberikan selembar uang Rp. 2.000,-. Wah, fastabiqul khairat nih. Subhanallah!

Setelah pengamen pergi, dia berkata "Tahu tidak, kita ngasih duit ke pengamen itu sama aja kayak Allah mengabulkan do'a hamba-Nya..."

"Oh ya... Bagaimana bisa?" Saya nggak kepikiran ke sana.

"Kita bakal cepet-cepet ngasih uang ke pengamen agar mereka cepat berpindah ke tempat lain. Alasannya biasa karena kita merasa terganggu atau tidak suka lagu yang dibawakan. Tetapi ketika suara mereka dan alunan musiknya pas, tentu kita akan berlama-lama mendengarkannya sampai selesai karena kita suka baru kita beri uang pada mereka."

So?

"Begitu juga dengan cara Allah mengabulkan do'a kita. Sering mungkin Allah 'mengulur' waktu untuk mengabulkan do'a kita. Bukan karena Allah tidak ingin mengabulkan secepatnya, namun Allah senang mendengarkan do'a kita dan Allah pun akan mengabulkannya di saat yang tepat. Seperti pengamen tadi, mereka mendapatkan yang mereka inginkan di saat yang pas, pas ketika lagunya selesai."

Dari penuturannya itu, saya jadi berpikir iya juga ya. Banyak orang yang terlalu senang dan lupa sama Allah ketika keinginannya sudah terpenuhi dan tidak sedikit juga yang mengeluh karena keinginannya tidak kunjung dikabulkan oleh Allah. Padahal, belum tentu ketika keinginan sudah dikabulkan Allah maka selesai begitu saja. Siapa tahu Allah ingin menguji sampai sejauh mana hamba-Nya bisa bersyukur dan selalu mengingat-Nya. Dan boleh jadi, ketika kita belum mendapatkan yang kita inginkan adalah karena kita belum membutuhkannya. Allah mengingatkan ini, lewat pengamen...

Syukuri saja semua yang terjadi dan diberikan pada kita, jika belum cukup, mari berusaha dan jangan lupa berdo'a.


Allah Maha Kaya, salah satunya dengan ilmu-Nya yang tersebar di seluruh penjuru dunia dan pada segala hal yang ada di dalam-Nya. Siapa yang berpikir, dialah yang beruntung.




Semua orang adalah guru kehidupan,
Viradhea Gita RL ^___^


Selasa, 24 Juli 2012

Ramadhan Mubarrak

Hari ini hari ke 4 Ramadhan, malam 5 tarawih!
Alhamdulillah masih bisa merasakan segala nikmat-Nya sampai saat ini walaupun dalam Ramadhan kali ini saya berada di kota yang belum pernah saya tinggali sebelumnya. ^___^

Ramadhan kali ini harus lebih baik!

Ada sebagian orang yang memasuki ramadhan dengan biasa saja, sebagian yang lain memasuki ramadhan dengan gembira, dan sebagian kecil saja yang mau konsisten menambah amalan kesehariannya dibanding 11 bulan lainnya dan memanfaatkan ramadhan sebagai momen teristimewa. Ada di mana kita?

Ramadhan hanya datang 1 kali dalam 1 tahun dengan berbagai macam keistimewaannya. Maka, apa lagi yang kita tunggu? Masihkan kita kan bermalas-malasan di bulan Ramadhan? Hati nurani saya berkata tidak! Namun secara action masih berjuang untuk konsisten melaksanakan amal yaumiyah yang lebih banyak daripada sebelum-sebelumnya.

Ibaratnya, Ramadhan itu charger bagi ruhiyah kita untuk bersiap menghadapi 11 bulan selanjutnya. Alumni Ramadhan sukses adalah mereka yang benar-benar merasakan indah dan nikmatnya beribadah bulan Ramadhan kemudian ketika memasuki bulan Syawal mereka seakan terlahir kembali menjadi pribadi baru yang lebih kuat untuk menghadapi dunia yang kejam. 

Mungkin, ada beberapa hal yang dapat membuat kita kehilangan momen berharga dalam Ramadhan. Misalnya, kerja yang terlalu diporsir sehingga setelahnya kita menjadi lelah dan tidak sanggup walaupun hanya membaca 1 lembar al-qur'an, terlalu banyak tidur sehingga timbul kemalasan, atau terlalu banyak makan ketika berbuka sehingga membuat kita enggan melangkahkan kai ke masjid untuk shalat tarawih. 

Astagfirullah...
Sebenarnya sesibuk apapun, bisa kita sediakan waktu khusus untuk beribadah kepada Allah di bulan nan suci ini. 1 jam bersama Al-qur'an setiap hari bisa lah ya. 15 menit untuk berdzikir di pagi dan sore hari (al-ma'tsurat) bisa lah ya.. Insya Allah ketika sudah diniatkan dan meyakinkan diri agar konsisten menjalaninya dengan ikhlas semuanya bisa terasa lebih mudah.

Bagi kaum Adam tentunya akan sangat bisa lebih maksimal karena tidak ada halangan bulanan. Bagi kaum Hawa, jangan berkecil hati, kita masih bisa memanfaatkan momen Ramadhan ini dengan maksimal kalau mau. Walau jauh dibandingkan dengan kaum Adam. Hehehe. 

Buat muslimah yang sholehah dan cantik ketika tidak sedang berpuasa bisa mengumpulkan pahala dari yang lain. Memberi makan yang sahur dan berbuka, memaksimalkan dzikir, muraja'ah hafalan qur'an, 1 jam mendengarkan al-qur'an dan lain-lain.

Akan ada banyak warna dalam bulan Ramadhan. Tinggal kita pilih ingin warna yang mana. Yang terpenting adalah Ramadhan kali ini bisa terwarnai lebih indah daripada Ramadhan-ramadhan yang telah lalu.


Ramadhan Mubarrak


Don't miss your special moments,
Viradhea Gita RL

Di balik Shubuh dan Ashar


Sahabat, setiap harinya Allah mengirimkan malaikat-malaikatnya ke dunia untuk mencatat segala amal perbuatan kita semua sebagai manusia di muka bumi. Malaikat tersebut berjaga secara bergantian pada dua waktu.



Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :


“Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat shalat subuh dan ashar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka -dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya)-, “Dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaKu?” Para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan shalat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka sedang mendirikan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 555 dan Muslim no. 632)


Dan dua waktu tersebut adalah waktu Shalat Shubuh dan Ashar! Berbahagialah bagi sahabat yang bisa menjaga kedua shalat tersebut dan mengerjakannya dengan tepat waktu.



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada dua waktu dingin (subuh dan ashar), maka dia akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)



Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar maka sungguh amalannya telah terhapus.” (HR. Al-Bukhari no. 553)



Semoga kita lebih semangat lagi menjemput Jannah-Nya! 


Viradhea Gita RL

Jumat, 29 Juni 2012

Magic Words




-->Setiap kata adalah do’a. Setiap do’a itu mengandung keajaiban. Dan keajaiban itu akan muncul di saat do’a kita dikabulkan oleh Allah di saat yang tepat. Beberapa do'a orang-orang sholeh yang mustajab diantaranya adalah :

1.    Do’a Nabi Musa AS ketika dikejar Fir’aun dan tentaranya.
Allahumma laka al-hamdu, wa ilayka al-musytaka, wa anta al-musta’an, wa la hawla wa la quwwata illa billah al-’aliyy al-azhim
“Ya Allah, segala puji bagi-Mu, hanya kepada Engkau-lah tempat mencurahkan segala isi hati, dan Engkau adalah Sang Penolong, dan tidak ada daya dan kekuatan apa pun jua selain daya dan kekuatan yang datangnya dari Engkau, Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”
Allah mengabulkan doanya dengan memerintahkan Musa AS untuk mengetuk kan tongkatnya ke air laut, lautpun terbelah dan Fir’aun beserta kaumnya tenggelam. Anggap saja kita berada di posisi itu. Kita tidak bisa keluar dari kejaran musuh. Yang ada hanyalah hamparan lautan. Tidak ada alat apapun yang dapat membawa kita menyeberangi lautan itu. Betapa mencekamnya suasana hati kita saat itu. Apa yang dialami Musa dan kaumnya juga kita alami dalam bentuk masalah yang lain. Namun, apapun masalah itu, Allah senantiasa memberi pertolongan kepada orang-orang beriman.

2.    Do’a Nabi Yunus AS ketika ditelan ikan
Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin 
“Ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim”
Nabi Yunus AS pernah merasa putus ada dengan kaumnya lalu ia pergi meninggalkan negerinya dengan menggunakan kapal. Ketika di tengah perjalanan, terjadi badai dan penumpang kapal harus dikurangi untuk mencegah kapal karam. Agar adil, maka diundi dan yang keluar adalah nama Nabi Yunus AS. Sampai diulang beberapa kali, tetap Nabi Yunus, saat itulah beliau baru menyadari bahwa Allah sedang menegurnya karena beliau meninggalkan kaumnya. Akhirnya Nabi Yunus AS diturunkan ke laut dan ditelan ikan salam waktu yang lama. Dalam perut ikan beliau terus membaca do’a di atas dan akhirnya beliau dilemparkan di lahan yang tandus dalam keadaan lemah.  Lalu, Allah mengembalikan kekuatannya dengan menumbuhkan pohon labu di dekatnya. Bukan hanya itu, Allah mengembalikan seribu umatnya dalam keadaan beriman, dan Allah berikan kemakmuran hidup kepada mereka. (QS As-Shaffat: 145-148)
Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa mustajab. Kita dianjurkan untuk sering membacanya, lebih-lebih di saat kita mengalami kesulitan.

3.    Do’a Nabi Ayyub AS ketika diberi cobaan berupa penyakit
Inni massanii adh-dhurru wa anta arhamu arraahimiin
“Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang"
Ingatkah  ketika Nabi Ayyub AS diuji oleh Allah dengan penyakit kulit? Nabi Ayyub terus digoda oleh syaithan dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya hingga hanya satu istrinya saja yang mau menemaninya. Beliau berdo’a dan Allah pun menyebuhkannya. (QS. Al Anbiyaa’ : 83-84)

4.    Do’a Nabi Adam AS ketika diturunkan di bumi
Robbanaa zolamnaa an fuusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khoosiriin.
“Ya Tuhan kami, kami telah mendzalimi diri kami dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepada kami, niscaya kami akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.”
Nabi Adam AS dan Hawa menyesal karena tergoda oleh syaithan sehingga diturunkan ke bumi. Nabi Adam membaca do’a tersebut untuk meminta ampunan.

5.    Do’a para Ashhabul Kahfi ketika akan masuk gua
Rabbana atinaa min ladunka rahmah, wahayyi lanaa min amrina rasyadaa
"Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini."
Doa diatas baik sekali dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa yang dibaca pemuda Ashhabul Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt. hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa ini dibaca oleh mereka ketika akan masuk gua sebagai persembunyiannya untuk menyelamatkan agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari fitnah-fitnah dan orang-orang zhalim. Dan Allah Swt. mengabulkan doa mereka. (QS. Al-Kahfi : 9-26)

5 dari sekian banyak kata-kata ajaib dalam rangkaian do’a yang mustajab, semoga bisa membantu kita dalam menggapai kemudahan hidup dan ridho-Nya. Amiinn.

Bulan Rajab sudah terlewati. Bulan Sya’ban akan segera berakhir.
Akankah kita bertemu lagi dengan Ramadhan? Sudah siapkah kita untuk menyambutnya?
Allahumma bariklanaa fii sya’ban wa balighnaa ramadhan.
Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan…



Get ready to face tomorrow,
Viradhea Gita RL ^^


  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers