RSS
Facebook
Twitter

Jumat, 01 Juni 2012

Aksi ‘Tolak UKT’ Mahasiswa UNDIP Disambut Baik oleh Sang Rektor


Jum’at, 1 Juni 2012

Mendung tadi pagi tetap tak bisa lunturkan semangat para mahasiswa UNDIP untuk berkumpul di depan PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) UNDIP mulai pukul 06.00 WIB. Bergabung dari berbagai macam lembaga mahasiswa, berbagai fakultas dan jurusan bersatu atas nama Mahasiswa UNDIP untuk aksi ‘Tolak UKT’ memperjuangkan nasib para calon mahasiswa yang akan mengenyam pendidikan di bangku kuliah.  Menjelang pukul 07.00, dalam hitungan mencapai ratusan, para mahasiswa memulai long march-nya dari PKM UNDIP sampai di depan Bundaran Sudharto.

Tolak, tolak, tolak UKT.
Tolak UKT sekarang juga...

Yel-yel pun mulai berkumandang. Dzul, sang korlap aksi dari FPP, mengomando pasukan agar tetap tertib dan dapat menjalankan aksi seperti yang telah direncanakan. Oh ya, bagi yang belum mengerti tentang UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau lebih akrab tentang Tarif Tunggal, akan saya coba jelaskan secara singkat. Jadi, dalam pembayaran pendidikan di bangku perkuliahan itu ada beberapa komponen yaitu APBN, Sumbangan, dan dari per individu mahasiswa sendiri sehingga dapat meringankan biaya per semester setiap mahasiswa. Yang kaya maupun yang kurang mampu, semuanya dapat menjangkau biaya tersebut. Berbeda halnya jika UKT diterapkan. Sumber dana hanya dari APBN dan mahasiswa sehingga biaya per semesternya otomatis dapat naik menjadi 2 kali lipat atau lebih. Dan, akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2012/2013.

Kembali ke aksi. Dalam aksi ‘Tolak UKT’, ada beberapa tuntutan yang disampaikan :
1. Undip menolak diterapkannya UKT.
2. Memberikan pendidikan berkualitas yang bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
3. Menjamin dan membantu seluruh mahasiswa yang kurang mampu di UNDIP.
4. Transparasi dalam penurunan anggaran dan biaya tarif tunggal.
5. Peningkatan mutu fasilitas kampus.

Setelah dari Bundaran Sudharto, perjalanan dilanjutkan ke Bundaran Widya Puraya (WP) setelah adanya orasi dari korlap, perwakilan mahasiswa FISIP, FE, dan FT. Sambil menunggu kedatangan rektor, dilanjutkan lagi orasi dari perwakilan mahasiswa FPP, FKM, FPsi dan dll.

Mendung mulai pudar, sinar mentari pun perlahan terik menyengat, dan yang ditunggu pun akhirnya datang. Rektor UNDIP, Pak Sudharto P. Hadi, tentu tidak datang sendiri tapi didampingi oleh beberapa jajarannya. Setelah itu, yang ambil alih bicara di depan ada 3 orang : Pak Sudharto, Pak Warsito (PR 3 UNDIP), dan Reza (Presiden BEM KM UNDIP).



Presiden BEM KM UNDIP pertama-tama menjelaskan latar belakang dan tujuan diadakannya aksi yang pada intinya menuntut keadilan dan kebijaksanaan, seperti yang telah disiapkan. Jika tarif tunggal diberlakukan dan biaya perkuliahan menjadi mahal dan berbeda jauh dengan yang ada saat ini, bagaimana nasib rakyat yang kurang mampu? Jika tarif tunggal diberlakukan, akankan kualitas dan fasilitas pendidikan akan meningkat? Jika tarif tunggal di berlakukan, akankan ada transparasi yang dapat diketahui oleh seluruh mahasiswa?

Rektor UNDIP menegaskan kembali pernyataan yang sempat dinyatakan di sebuah media massa. Pada awal pendidikan, banyak komponen biaya yang akan dibayar oleh mahasiswa baru seperti SPP, SPI, dan lain-lain yang sifatnya ada yang dibayarkan setiap semester dan ada yang hanya dibayar sekali di awal. Dengan penerapan tarif tunggal, tidak ada lagi biaya yang besar di awal semester namun akan dibagi rata di setiap semesternya. Beliau dan juga PR 3 menegaskan bahwa menolak UKT ini tidak mungkin karena ini sudah peraturan dari DIKTI melalui surat edaran nomor 488/E/T/2012 bertanggal 12 Maret 2012. Yang bisa diusahakan dan diperjuangkan adalah bagaimana jika dengan diterapkannya tarif tunggal, biaya kuliah masih bisa terjangkau terutama oleh masyarakat golongan menengah ke bawah.

Jadi, dari poin-poin tuntutan yang diajukan, hanya poin 1 saja yang tidak diterima dan Pak Rektor dengan senang hati menerima tuntutan yang lain. Poin nomor 1 yang menuntut untuk menolak UKT tidak diterima karena pernyataaan tadi, sudah keputusan DIKTI namun masih akan diperjuangkan. "... yang kita tolak adalah tarif tunggal yang mahal, yang kita perjuangkan adalah tarif tunggal yang murah, untuk mahasiswa tidak mampu akan diberi keringanan bahkan bebas biaya..." Kata Pak Rektor. Untuk memperkuat, ada MOU sesuai dengan tuntutan yang diajukan di atas hitam putih bermaterai antara Rektor dan mahasiswa.

Kata Pak Rektor ada benarnya. Mungkin tidak terlalu masalah dengan UKT asalkan porsinya pas dan tidak memberatkan. Ketika dengan UKT biaya 8 semesternya sama dengan biaya 8 semester saat tidak diberlakukan UKT, mungkin tidak masalah asal memang jelas uang itu dipakai untuk apa saja. Ya, intinya ada transparasi. Dan apabila jadi lebih mahal, tetap harus ada transparasinya dan kami sebagai mahasiswa berhak untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik dan fasilitas pendukung yang lebih memadai lagi. Tadi saat bapak Rektor yang sedang bicara di depan, sempat terdengar ada yang berceletuk di belakang. Entah siapa, yang jelas saya tidak mengenal suaranya : Buat apa bayar mahal kalau toh kualitas pendidikannya tidak meningkat? Ini kan PT Negeri, harusnya murah tidak seperti swasta. Kalau negeri dan swasta sama mahalnya, apa bedanya? Justru mungkin nanti akan banyak yang ke swasta yang mahal dengan fasilitas dan kualitas yang seringkali lebih baik.

Perjuangan belum selesai..
Tolak Tarif Tunggal (yang mahal)!
Tolak Liberalisasi Pendidikan!
Tolak Kapitalisasi Pendidikan!
Kami butuh apresiasi dan fasilitas yang memadai!

Dan semoga apa yang tadi dikatakan oleh Pak Rektor dapat terealisasi dengan baik, bukan hanya sekedar kata. 





Aksi yang damai cerminan nilai intelektual mahasiswa,
Akabara Hikari ^___^

Tak Paham


Tak Paham


Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu.
Sungguh, bagaimana mengatakannya?
Sebenarnya kau senang atau sedih?
Hei, tak bisakah kau gunakan ekspresi wajahmu untuk menggambarkan semuanya!

Setahuku, kau selalu bersinar.
Ya, seperti yang sering kau katakan, seperti matahari.
Yang sinarnya dipagi hari bisa menyihir orang untuk bersemangat.
Yang sinarnya dapat membuatku tersenyum.
Aku tidak sedang bercanda.
Ini serius.
Aku suka sinarmu.
Seperti kataku tadi, seperti matahari.
Setiap hari, kepada semua orang kau berikan sinarmu dan mereka senang.
Yah, kecuali kalau kau memberikannya secara berlebihan.
Saat marah mungkin, sinarmu begitu terik dan membuat orang tak mau mendekat.
Tapi sungguh, kau sedikit mengajariku tentang sesuatu.
The power of give, memberi tanpa meminta imbalan.
Kalaupun ada, kau menyebutnya kebetulan dan berkata, ‘aku sedang beruntung’.
Lagi, aku memang suka!
Tapi sedikit, sedikit sekali.
Karena aku lebih menyukai, sangat menyukai, bahkan paling menyukai siapa yang memilikimu.
Dzat yang Sinar-Nya lebih indah dari apapun itu.

Tunggu, kau jangan salah paham.
Baiklah, tanpa kukatakan kaupun tidak akan salah paham.
Karena kau sebenarnya sudah mengerti.
Walau sepatah katapun tak terucap, aku tetap yakin kau mengerti.


Note :
Saat lagi beres-beres file di komputer yang mulai acak-acakan, tiba-tiba nemu ini. Saya pun lupa kapan ini dibuat, karena apa ini dibuat, dan sepertinya belum selesai. Dasar pelupa! Yah, whatever lah.. 


Keep being your self,
Akabara Hikari




Jumat, 11 Mei 2012

Proses


Setiap kesalahan  yang pernah kita lakukan adalah bagian dari pembentukan kepribadian.
Jangan menyesali semua kesalahan, tapi sesalilah jika itu tidak mengubah dirimu ke arah yang lebih baik.
Karena mendung diciptakan bukan untuk membuat langit gelap, tapi ia hadir untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yang turun.
Luka pun bukan semata-mat hanya untuk membuat kita tersiksa, tapi ia tercipta agar kita sadar bahwa kita hanyalah manusia biasa.
Tetap semangat tuk jadi insan yang lebih baik dan bergerak tuntaskan perubahan... :-)

Ambillah Waktu

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.
Ambillah waktu untuk berdo'a, itu adalah ketenangan dan harapan.
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah kebijakan.
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.


Selamat bersyukur dan berbahagia :)


Sender : 085326777XXX

Kamis, 10 Mei 2012

Nge-tag Jodoh, Bolehkah?

Apa kabar sobat?
Apa kabar hatimu?
Masihkah ia sejuk dengan keimanan?
Masihkah ia bersih dari prasangka buruk?
Masihkah ia menjadi wadah untuk banyak niat yang baik?  

Hari ini ketika kuliah, seorang sahabat yang duduk tepat di sebelahku bertanya tentang jodoh. "Sebenarnya, boleh nggak sih kita ngetag orang buat jadi jodoh kita?" Begitu tanyanya. Wah, enak benar ya kalau memang bisa seperti itu?

Perlu kita pahami bersama bahwa dalam islam antara rizki, jodoh, dan kematian hanya Allah-lah yang mengatur. Allah sudah menuliskan jodoh kita di Lauh Mahfudz. Jodoh merupakan takdir, namun ikhtiar atau usaha kita sebagai manusia sangat diperlukan.

Teringat sebuah kisah dari sahabat yang lain. Sakura. Ya, sebut saja dia begitu. ^^

"Agama mengajarkan, banyak orang bilang, dan aku percaya kalau jodoh ada di Tangan Tuhan. Lalu, apa kau juga percaya?" Perempuan yang nama(samaran)nya persis dengan bunga nan indah itu bertanya padaku.

"He?" Kuberhentikan aktivitas mengetikku dan menoleh padanya. "Adakah alasan untuk tidak mempercayainya?"

"Bisakah tidak memberiku pertanyaan lagi ketika aku meminta jawaban, Hika?" Temanku ini biasanya senang bercanda, tapi saat itu kulihat raut wajah serius di paras cantiknya.

"...." 

"Menurutku.." Kuputuskan untuk mendengar dulu semua yang ingin dia katakan. "... jodoh memang ada di Tangan-Nya tapi kitalah yang harus berusaha mengambilnya."

"Lalu, apa kau sudah berusaha?" Tanyaku kemudian.

"Tentu saja!" Jawabnya mantap. "Yah, walaupun dari sekian banyak mencoba belum ada yang cocok. Putus-nyambung, falling in love-broken heart, itu biasa. Yang penting kan ada usaha. Tapi kenapa sampai sekarang belum dapat yang pas ya?"

"Kau yakin usahamu sudah benar?"
Ia mengerutkan dahinya. "Maksudmu? Kau mau bilang kalau aku salah? Aku terlalu memaksakan diri?" Ya, ampun... Seperti detektif saja yang sedang menginterogasi seorang tersangka.

"Tidak." Jawabku singkat, lalu tersenyum. "Aku hanya ingin menyadarkan bahwa apa yang kita dapat itu tergantung dari niat dan usaha kita."

"Ya, ya. Aku tahu kok. Lalu, bagaimana dengan dirimu? Aku tidak pernah melihatmu 'berusaha'. Lebih tepatnya kulihat dirimu hanya menunggu." Katanya dengan nada jahil.

"Apa maksudnya 'berusaha'? Aku sedang berusaha kok."

Sakura keheranan seolah percaya kalau kuberbohong. "Berusaha?" Tanyanya untuk meyakinkan.

"Ya. Berusaha memperbaiki diri terlebih dahulu dan berdoa supaya nantinya bisa mendapatkan yang terbaik seperti yang diusahakan."

Selesai.

Well, saya mendapat kata-kata itu bukan murni, karena saya tak pandai berkata-kata. Karena saya sering mendapat nasihat dari keluarga, kakak-kakak, teman-teman, juga baca-baca dibeberapa referensi. Hehehe. Dan tadi itu kesimpulannya.

Btw tentang mendapatkan sesuai dengan yang diusahakan, bisa saja seperti ini. Yang biasa pergi ke tempat hura-hura, dia akan mendapat jodoh dari sana. Yang suka pergi ke masjid, nanti dapatnya yang rajin ke masjid juga. Yang suka FB-an/Twitter-an/Blogging, mungkin juga akan mendapatkan yang seperti itu juga. Walaupun belum tentu benar 100% sih. Allah berfirman :

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” (Qs An Nuur 26)

Dalam ayat tersebut, Allah memberi kabar dan mengingatkan kepada manusia bahwa jodoh itu tergantung dari bagaimana keadaan diri kita sekarang. Kita ingin yang baik-baik, maka kitapun harus baik-baik dahulu. Dan apapun yang Allah berikan pada kita, itulah yang terbaik. Usaha memperbaiki diri dulu kemudian berdo'a, tawakal, dan semoga bisa menjadi hamba-Nya yang qona'ah. Jadi kalau nge-tag nge-tag... Tag aja note di FB aja lah ya. ^___^

Masih penasaran tentang tanya jawab seputar cinta? Karena saya bukanlah ahlinya, mari serahkan kepada yang ahli. Bisa dibuka di SINI. Terima kasih, semoga tidak puas agar bisa lebih giat belajar dan mencari dari sumber-sumber lainnya.






Blooming and so amazing...
Akabara Hikari ^^

Selasa, 01 Mei 2012

Create Your Own Good Luck Card

Hai sobat, ada beberapa design Good Luck Card nih. Cuma diedit sedikit sama dikasih tulisan. Gambarnya udah dari sananya, banyak di internet ^__^


 (1)
 (2)
(3)

Sederhana, tapi harapannya bisa membuat lebih semangat walaupun hanya sedikit.





Show your best,
Akabara Hikari

Minggu, 29 April 2012

Tersenyum 5 Detik ^___^


Banyak tugas, musim praktikum, musim ujian, kerjaan di organisasi, dan masalah pribadi.

Ya, di antara sekian banyak permasalahan di dunia perkuliahan, 5 masalah di atas sering menjadi pemicu stress para mahasiswa. Ketika sudah seperti itu, tidak jarang yang kerepotan dalam hal manajemen waktu dan berwajah muram.

Jangan terlalu khawatir sobat apabila kesibukan-kesibukan dan masalah-masalah seperti di atas atau yang lainnya datang kepadamu. Sudah keniscayaan kan kalau dalam hidup selalu ada masalah? Life is never  flat kata kebanyakan orang. ^^
Ada sedikit tips nih biar kita tidak terlalu kerepotan dalam hal mengatur waktu kita bila kita punya banyak hal yang harus dikerjakan. Walau sudah banyak versi dalam hal mengatur waktu, mungkin ini bisa dicoba.

Yang pertama, di malam hari sebelum tidur list apa saja yang ingin dikerjakan di hari esok. Bisa juga di-list di waktu setelah shubuh. Mengapa kita butuh list kegiatan kita dalam sehari? Hal ini bisa memudahkan kita dalam beraktivitas dan kita tidak perlu bingung ingin mengerjakan apa saja hari ini. Masih ada kan ya di antara kita yang bingung mau ngapain dan akhirnya waktu yang sangat berharga dalam sehari terlewati begitu saja? Oh ya, ingat, semua yang ingin dikerjakan dicatat ya termasuk untuk hal-hal yang bersifat refreshing seperti main atau hang out.
Kemudian, klasifikasikan kegiatan berdasarkan prioritas. Ada dua hal yang mencakup prioritas yaitu antara keinginan dan kebutuhan. Klasifikasikan kegiatan menurut kebutuhan :apakah kegiatan itu mendesak atau tidak mendesak. Lalu untuk keinginan : apakah kegiatan itu penting atau tidak penting. Nah, pada akhirnya akan terklasifikasikan kegiatan dalam 4 tema : penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak, mendesak-tidak penting. Utamakan kegiatan yang penting-mendesak terlebih dahulu.

Yang paling penting adalah ketika bagaimana kita memulai, menjalani, dan mengakhiri hari. Ternyata hal ini bisa berpengaruh lho dalam 1 hari yang akan kita jalani. Mulailah hari dengan niat yang lurus, semangat, dan ceria. Ketika menjalaninya pun sama. Dan ketika dalam 1 hari tersebut kita terbawa dengan suasana yang menyenangkan yang dibuat oleh diri kita sendiri dan orang lain, maka insya Allah segala urusan dalam hari itu akan terasa lebih mudah dan pada akhirnya kita bisa mengakhiri hari dengan bahagia pula.

Yah, yah... Yang namanya teori seringkali dalam kenyataannya bisa meleset. Ada yang sudah mencoba tetapi tetap saja masih merasa gelisah karena masih banyak yang belum dikerjakan. Masih banyak pikiran dan ujung-ujungnya bingung mana dulu yang harus dikerjakan sedangkan waktu sudah mepet. Hehehehe. Pernah nggak merasa seperti ini? Hm, tetap semangat untuk berusaha. Dan ketika dirasa sudah overload, suntuk, dan jenuh tiada tara. Coba hentikan segala aktivitas, kosongkan pikiran sejenak dari hal-hal yang mengganggu, pejamkan mata, bayangkan hal-hal yang indah, tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan, kemudian tersenyumlah dengan senyummu yang paling indah, ikhlas dan mempesona. Ya, tersenyumlah walau hanya 5 detik saja. Karena dengan senyum ikhlas, tubuh kita akan merasa lebih rileks dan terisi lagi oleh energi positif yang akan membuat kita kembali totalitas dalam mengerjakan segala hal yang belum terselesaikan. Kucing pun bisa tersenyum, apalagi kita?

 

Dan kau tidak akan pernah sendiri karena Allah akan selalu ada untuk kita. Dengan mengingat-Nya, hati kita akan bertambah tenang. ^^




Smile and the world will give its smile to you,
Akabara Hikari


Minggu, 15 April 2012

8 Sifat Pendidik Sukses

Salam sejahtera bagi kita semua..

Biasanya, setiap habis maghrib di wisma (kos) saya suka ada kajian tentang ilmu agama. Alhamdulillah, setidaknya walaupun sebentar masih ada fasilitas untuk memperdalam agama. Sekarang kan, suka susah kalau mau belajar agama. Nggak ada fasilitaslah, nggak ada waktu lah, banyak alasan deh ya... ^^

Nah, bahasan semalam itu diambil dari buku "Cara Nabi Mendidik Anak" karya Ir. Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid. Eits, ngomonginnya udah mendidik anak. Hehehe. Begini teman-teman, walaupun dirasa masih lama, kita perlu tahu dari sekarang-sekarang. Dan menurut saya, cara ini bukan hanya harus dipakai oleh orang tua kepada anaknya. Ilmu di buku tersebut bisa diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk yang berkecimpung dalam hal didik-mendidik. Misalnya guru, tentor, HRD, dsb.

Dibuku tersebut dijelaskan bahwa ketika kita berperan menjadi pendidik, maka kita harus memiliki sifat-sifat terpuji. Bagaimana mau menjadi pendidik yang baik kalau akhlak kita tidak terpuji? Kita tahu bahwa sosok yang paling bisa kita jadikan contoh dalam keteladanan akhlak tiada lain adalah Rasulullah SAW. Semakin baik kualitas pendidik, maka dalam praktiknya, akan semakin dekat pula pada keberhasilan mendidik.

Nah, apa aja sih sifat yang harus dimiliki oleh seorang pendidik? Ada 8 sifat, yuk kita pahami sama-sama... ^^

1. Penyabar & tidak pemarah. 
Di dalam hadits dikatakan bahwa orang yang penyabar & tidak pemarah itu dicintai oleh Allah SWT (HR. Muslim). Dan memang benar, dalam mendidik dibutuhkan banyak kesabaran dan tidak menjadikan diri kita seorang pemarah karena tidaksabaran dan pemarah bisa menjadi contoh yang buruk ketika dilihat orang orang-orang yang dididik.

2. Lemah lembut & menghindari kekerasan. 
Lemah lembut dan menghindari kekerasan berbeda dengan pengecut. Yang ditekankan di sini adalah bahwa ketika seseorang memiliki lemah lembut dan tanpa kekerasan, orang yang kita didik dapat menerima didikan kita dengan senang hati. Ya, dalam mendidik kita akan selalu berhubungan dengan hati orang lain.

3.Hatinya penuh rasa kasih sayang. 
Kasih sayang itu bukan terbatas seseorang menyayangi kawannya, namun ksh sayang u/ semua manusia. Ketika ada kasih sayang, maka yang akan muncul ialah keharmonisan antara pendidik dan yang dididik.

4. Memilih yang termudah di antara 2 perkara selagi tidak berdosa 
Terkadang kita bingung ketika dihadapkan oleh dua pilihan yang sulit. Maka, yang harus kita lakukan adalah memilihnya dengan segala konsekuensinya, memilih yang paling mudah selagi itu tidak berdosa.
 
5. Fleksibel. 
Dalam mendidik, kita tidak boleh saklek dan kaku. Namun, kita harus bisa memudahkan, namun tetap dalam koridor batasan-batasan yang berlaku.

6. Tidak emosional. 
Menjaga emosi penting dalam mendidik. Kalau dalam mendidik kita tidak bisa menjaga emosi, maka yang akan terjadi adalah terlalu terbawa perasaan dan akhirnya makan  hati. Dalam hadits disebutkan bahwa orang kuat itu bukan karena kekuatannya saat berkelahi, tetapi dia yang mampu mengendalikan dirinya saat marah (muttafaq 'alaihi).

7. Bersikap moderat & seimbang. 
Bersikap ekstrim & berlebih-lebihan adalah sikap tercela, tidak diperkenankan dalam mendidik. Seimbang, adil, sesuai dengan porsinya masing-masing.

8. Ada senjang waktu dlm memberi nasihat. 
Ada senjang waktu artinya ketika kita memberi nasihat harus ada jeda waktu atau jtidak terlalu sering dalam memberi nasihat kepada orang yang sedang kita didik. Khawatirnya adalah ketika yang mendengar bosan kalau setiap waktu memberi nasihat. Ada seorang sahabat Nabi SAW yang ketika dia memberikan nasihat selalu didengar, ketika beliau diminta untuk sering-sering memberi nasihat, beliau mengatakan bahwa cukup setiap hari Kamis saja waktunya untuk memberi nasihat karena khawatir bosan. Kalau sudah bosan dengan nasihat, maka nasihat-nasihat selalnjutnya akan sulit diterima. Bisa dijadikan contoh, memberi sms motivasi setiap satu atau dua kali dalam seminggu.

Sebenarnya, jurus paling ampuh yang harus dimiliki untuk mendidik hanyalah keteladanan kita sebagai pendidik. Jika kita bisa menjadi teladan yang baik, maka kita akan dipercaya. Ketika kita sudah dipercaya, maka apapun kebaikan yang kita berikan akan mudah diterima oleh semua orang.




Semangat untuk jadi lebih baik!
Akabara Hikari ^^

Rabu, 04 April 2012

Petuah Pak Tua dalam Perjalanan [Part 2]


Sekarang dia menoleh ke arahku dan menanyakan hal yang sama, kuliah atau tidak. Kujawab saja ya dan memang begitu adanya. Setelah menanyaiku macam-macam tentang dari mana asalku, ke mana aku akan pergi, bla.. bla.. bla.. dia menasehatiku.

"Kuliah itu jangan sekedar asal kuliah. Belajar di kelas saja tidak cukup. Ikutilah berbagai organisasi yang ada di kampus. Bla.. bla.. bla.." Dia berkata panjang lebar.

Aku manggut-manggut mengiyakan. Ya, memang benar. Tidak cukup hanya belajar di kelas saja karena tempat belajar bukan hanya di kelas. Untuk masalah akademis mungkin iya, tapi untuk masalah pengalaman hidup, kita harus mencarinya di luar kelas. Salah satunya adalah di organisasi, ladang amal dan tempat meng-upgrade softskill.

Kini dia beralih lagi kepada sang pemuda dan kekasihnya itu. Kudengar dia menceritakan beberapa pengalaman hidupnya. Samar-samar kudengar karena suaranya berlomba dengan suara mesin bus yang kami naiki.

Aku menoleh saat namaku dipanggil.

"Tapi, jangan lupa waktu juga kalau sudah berorganisasi. Sesekali, liriklah seseorang yang nantinya bisa jadi calon pendamping hidupmu."

Kok makjleb banget ya ini? Hahaha. Aku hanya terkekeh ketika Pak Tua itu menyelesaikan kalimatnya. Organisasi itu menyenangkan, dan memang sering kali membuat saya lupa waktu, lupa orang, dan lupa diri saking asyiknya. Dan kalimat kedua? Tak jarang orang yang memberi masukan seperti itu. Efek jad mahasiswi semester 6 dan memang sudah banyak yang seumuran memiliki pendamping hidup. Semua ada waktunya Pak Tua! Ingin kuberkata seperti itu namun tak jadi dan dia melanjutkan.

"Dan jangan sembarangan melirik seorang lelaki. Ada dua jenis lelaki di dunia ini. Yang pertama tukang gombal dan kedua yang lugu. Pilihlah laki-laki yang lugu karena dialah yang menghormati dan akan menjaga seorang perempuan dengan segenap jiwa. Kalau lelaki yang gombal, itu hanya manis di awal. Dan yakin, yang suka gombal itu pasti sudah memakan korban untuk kegombalannya."

Ha? Benarkah yang dikatakan Pak Tua itu? Hanya kutanggapi dengan senyuman ragu saja.

"Ini serius lho!" Serunya. Mungkin dia menangkap raut wajah tak percaya dariku. "Jika ada orang yang suka diam-diam menyukaimu. Diam-diam memperhatikanmu. Suka menulis sesuatu yang berhubungan denganmu. Menyangkal kalau dia suka padamu. Boleh kau pilih dia, karena kebanyakan yang seperti itulah yang baik."

Hahaha. Masa iya? Pertanyaannya, mengapa Pak Tua ini tiba-tiba menjadi seolah benar tahu keadaanku? Hanya gara-gara seperti itu boleh dipilih? Ah, yang benar saja.

"Temanmu ada tidak yang seperti itu?" Tanyanya menyelidiki.

JEGLEG!!!!!

Belum sempat kujawab, bus berhenti tiba-tiba yang kemudian terdengar suara seperti suara ledakan. Ban meletus saudara-saudara! Banyak penumpang yang menjadi panik. Anak balita yang berada di bus mulai menangis-nangis. Benar, sungguh kacau keadaan saat itu padahal kami baru di perjalanan selama 2 jam. Tak lama kemudian semua penumpang disuruh keluar dan bus diganti dengan yang baru.

Saat keluar dari bus, aku berpisah dengan orang-orang yang tadinya berada di sekitarku.

Satu teriakan terdengar ketika aku akan memasuki bus yang baru.

"Jika ada yang seperti itu, segera balas perasaannya atau kau akan menyesa karena membuatnya lama menunggu!"

Setelah itu, sampai aku turun di kota tujuan, aku tak bertemu lagi dengan Pak Tua itu.

Petuah yang aneh menurutku. Padahal belum tentu ada orang yang seperti itu di sekitarku. Okelah, hanya sekejap saja, tidak usah terlalu dipikirkan. Semua ada waktunya dan mengenai jodoh, jodoh itu tidak akan tertukar insya Allah.

Yuk, belajar.. belajar.. Sekarang belum saatnya untuk serius ke arah sana. Masih banyak kefokusan di sini yang perlu diselesaikan. Main-main ke arah sana juga janganlah ya. Berpotensi hanya membuang waktu saja.

Jadi kemana-mana ini. Ayo fokus lagi! Kita hidup di hari ini, bukan kemarin, bukan besok. Maksimalkan hari ini dengan segala hal yang mengandung kemanfaatan. Kerjakan yang sudah pasti! Ganbatte.. ^^





Stop wasting time!
Akabara Hikari





  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers