RSS
Facebook
Twitter

Rabu, 27 Maret 2013

Jalan Ini, Jalan Dakwah

Jalan ini jalan dakwah.
Jalan yang sedikit peminatnya.
Jalan yang sangat berhalang rintang.
Jalan yang tak terlihat di mana letak ujungnya.

Ya, begitulah ciri jalan ini. Selalu ada perjuangan, selalu ada kekuatan walau tak dapat dipungkiri lelah itu datang, jenuh itu menyapa.
Ya, jalan ini telah membuat satu per satu orang yang berjalan di atasnya tumbang. Namun, bukan jalan dakwah yang memerlukan orang-orang yang tak tahan cobaan yang mengusik itu. Tanpa mereka jalan dakwah akan tetap ada, karena dakwah akan terus digerakkan oleh para penggeraknya walau harus silih berganti.

Berdakwah berati menyeru kepada kebaikan. Dakwah bukan hanya milik seorang ustadz, bukan hanya milik para kyai, bukan hanya milik ulama. Dakwah milik kita semua. Manusia yang diciptakan oleh Allah untuk menyebarkan kebaikan, menolak kebathilan. Semua hal ada tingkatannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, begitupula dengan dakwah. Mengingatkan untuk sholat pun termasuk berdakwah.

Banyak yang mengaku aktivis dakwah. Tidak sedikit orang yang paham tentang islam. Namun apa karena ada perbedaan kita harus bermusuhan? Bukankah seharusnya kita saling membantu? Tidakkah lelah dengan terus-terusan berbeda pendapat? Tidak, kita sama. Hanya caranya kita punya masing-masing.

Pagi ini, kutemukan kata-kata indah ketika melihat beranda salah satu media sosial. Tentang dakwah dan menurutku ini indah.

Di jalan dakwah ini kita bukan pemula, bukan pula penghujung, tapi kita adalah penyambung. Penyambung generasi masa lalu ke masa kini hingga masa depan. Maka jangan hentikan perjalanan itu, teruslah berjalan di jalan dakwah untuk menggapai ridho Allah.

Ingat, dakwah itu.... 

Membina, bukan menghina
Mengobati, bukan melukai
Mengukuhkan, bukan meruntuhkan
Menguatkan, bukan melemahkan
Mengajak, bukan mengejek
Menyejukkan, bukan memojokkan
Mengajar, bukan menghajar
Menasehati, bukan mencaci maki
Merengkuh, bukan menuduh
Bersabar, bukan gusar
Argumentative, bukan provokatif
Bergerak cepat, bukan sibuk berdebat
Realistis, bukan fantastis
Menawarkan solusi, bukan mengumbar janji
Berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan
[islamedia]



Semoga bisa jadi sedikit refleksi untuk para aktivis dakwah yang senantiasa berjuang... Ma'an najah lanaa! ^^ 

Kamis, 14 Maret 2013

Klasifikasi Citra Digital (ENVI 4.5)


Klasifikasi citra merupakan teknik yang digunakan untuk menghilangkan informasi rinci dari data input untuk menampilkan pola-pola penting atau distribusi spasial untuk mempermudah interpretasi dan analisis citra sehingga dari citra tersebut diperoleh informasi yang bermanfaat atau sesuai dengan keperluan. Untuk pemetaan penutup lahan, hasilnya bisa diperoleh dari proses klasifikasi multispektral citra satelit. Klasifikasi multispektral sendiri andalah algoritma yang dirancang untuk menyajikan informasi tematik dengancara mengelompokkan fenomena berdasarkan satu kriteria yaitu nilai spektral.
Klasifikasi multispektral diawali dengan menentukan nilai piksel tiap objek sebagai sampel. Selanjutnya nilai piksel dari tiap sampel tersebut digunakan sebagai masukkan dalam proses klasifikasi. Perolehan informasi tutupan lahan diperoleh berdasarkan warna pada citra, analisis statik dan analisis grafis. Analisis static digunakan untuk memeperhatikan nilai rata-rata, standar deviasi dan varian dari tiap kelas sampel yang diambil guna menentukan perbedaan sampel. Analisis grafis digunakan untuk melihat sebaran-sebaran piksel dalam suatu kelas. Dalam melakukan proses klasifikasi citra terdapat dua cara umum yang sering digunakan yaitu supervised  dan unsupervised.

Supervised (dengan bimbingan)
Pada metode ini, analis terlebih dahulu menentukan beberapara training area (daerah contoh) pada citra sebagai kelas kenampakan objek tertentu. Penetapan ini berdasarkan pengetahuan analis terhadap wilayah dalam cita mengenai daerah-daerah tutupan lahan. Nilai-nilai piksel dalam daerah contoh kemudian digunakan oleh perangkat lunak komputer sebagai kunci untuk mengenali piksel lain. Daerah yang memiliki nilai-nilai piksel sejenis akan dimasukkan ke dalam kelas yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi dalam metode ini, nails mengidentifikasi kelas infomasi terlebih dahulu yang kemudian digunakan untuk menenyukan kelas spektral yang mewakili kelas informasi tersebut. Algoritma yang bisa digunakan untuk menyelesaikan metode supervised ini antara lain :

1.      Parallelepiped
Klasifikasi parallelepiped menggunakan aturan keputusan sederhana untuk mengklasifikasikan data multispektral. Batas-batas keputusan merupakan parallelepiped n-dimensi dalam ruang data gambar. Dimensi ini ditentukan berdasarkan batas deviasi standar dari rata-rata setiap kelas yang dipilih.

2.      Minimum Distance
Teknik jarak minimal menggunakan vektor rata-rata endmember masing-masing dan menghitung jarak Euclidean dari setiap piksel yang diketahui oleh vektor rata-rata untuk masing-masing kelas. Beberapa piksel memiliki kemungkinan tidak terklasifikasi jika tidak memenuhi kriteria yang dipilih.

3.      Mahalanobis Distance
Klasifikasi Mahalanobis Jarak adalah jarak arah pengklasifikasi sensitif yang menggunakan statistik untuk masing-masing kelas. Hal ini mirip dengan klasifikasi Maximum Likehood, tetapi menganggap semua kovarian kelas adalah sama dan karenanya merupakan metode yang lebih cepat. Semua piksel yang diklasifikasikan ke kelas ROI terdekat kecuali pengguna menentukan ambang batas jarak, dalam hal ini beberapa piksel mungkin tidak ditandai jika mereka tidak memenuhi ambang batas.

4.      Maximum Likehood
Mengasumsikan bahwa statistik untuk setiap kelas dalam setiap band biasanya didistribusikan dan menghitung probabilitas bahwa suatu piksel diberikan milik kelas tertentu. Kecuali ambang probabilitas dipilih, semua piksel diklasifikasikan. Setiap piksel ditugaskan untuk kelas yang memiliki probabilitas tertinggi (yaitu, "maksimum likelihood"). Jika probabilitas tertinggi lebih kecil dari ambang batas yang ditentukan, piksel tetap tidak terklasifikasi

5.      Spektral Angle Mapper
Klasifikasi spektral berbasis fisik yang menggunakan sudut n-dimensi untuk mencocokkan piksel untuk spektra acuan. 

6.      Spectral Information Divergence
Informasi Divergence Spectral (SID) adalah metode klasifikasi spektral yang menggunakan ukuran divergensi untuk mencocokkan piksel untuk spektrum referensi. Semakin kecil divergensi, semakin besar kemungkinan piksel serupa. Piksel dengan pengukuran lebih besar dari ambang perbedaan maksimum yang ditentukan tidak diklasifikasikan.

7.      Binary Encoding
Pengkodean biner teknik klasifikasi mengkodekan data dan spektra akhir anggota menjadi nol dan satu, berdasarkan apakah sebuah band jatuh di bawah atau di atas rata-rata spektrum, masing-masing. Dapat membandingkan setiap spektrum referensi yang dikodekan dengan spektrum data yang disandikan dan menghasilkan klasifikasi citra. Semua piksel diklasifikasikan ke endmember dengan jumlah terbesar dari band yang cocok, kecuali jika ditentukan batas minimum pertandingan, dalam hal ini beberapa piksel mungkin tidak terklasifikasi jika tidak memenuhi kriteria.

8.      Neural Net
Digunakan untuk menerapkan teknik umpan-maju jaringan klasifikasi berlapis neural.

9.      Support Vector Machine
Sistem klasifikasi yang berasal dari teori belajar statistik. Ini memisahkan kelas dengan permukaan keputusan yang memaksimalkan margin antara kelas.

 Unsupervised (tanpa bimbingan)
 Cara kerja metode ini merupakan kebalikan dari metode supervised, dimana nilai-nilai piksel dikelompokkan terlebih dahulu oleh komputer ke dalam kelas-kelas spektral menggunakan algoritma klusterisasi. Dalam metode ini, di awal proses biasanya analis akan menentukan jumlah kelas (cluster) yang akan dibuat. Kemudian setelah mendapatkan hasil, analis menetapkan kelas-kelas objek terhadap kelas-kelas spektral yang telah dikelompokkan oleh komputer. Dari kelas-kelas (cluster) yang dihasilkan, analis bisa menggabungkan beberapa kelas yang dianggap memiliki informasi yang sama menjadi satu kelas. Misal class 1, class 2, dan class 3 misalnya adalah hutan, perkebunan, sawah maka analis bisa mengelompokkan kelas-kelas tersebut menjadi satu kelas yaitu kelas vegetasi. Jadi, pada metode ini tidak terdapat campur tangan manusia. Algoritma yang bisa digunakan untuk menyelesaikan metode ini adalah :

1.      Isodata
Mengklasifikasikan kelas secara merata. Piksel-piksel diklasifikasikan ke kelas terdekat. Setiap iterasi kalkulasi ulang sarana dan mereklasifikasi piksel sehubungan dengan cara baru. Iteratif membelah kelas, penggabungan, dan menghapus dilakukan berdasarkan parameter input threshold. Semua piksel diklasifikasikan ke kelas terdekat kecuali deviasi standar atau ambang batas jarak yang ditentukan, dalam hal ini beberapa piksel mungkin unclassified jika mereka tidak memenuhi kriteria yang dipilih. Proses ini berlanjut sampai jumlah piksel dalam setiap perubahan kelas kurang dari ambang perubahan piksel yang dipilih atau jumlah maksimum iterasi tercapai.

2.      K-means
Menggunakan pendekatan analisis kelas yang mengharuskan analis untuk memilih jumlah kelas yang berlokasi di data, sewenang-wenang ini menempatkan sejumlah pusat klaster, kemudian iteratif repositions mereka sampai keterpisahan spektral yang optimal dicapai. Klasifikasi ini juga menggunaka teknik jarak minimum. Setiap iterasi kalkulasi ulang berarti kelas dan mereklasifikasi piksel sehubungan dengan cara baru. Semua piksel diklasifikasikan ke kelas terdekat kecuali deviasi standar atau ambang batas jarak yang ditentukan, dalam hal ini beberapa piksel mungkin unclassified  jika mereka tidak memenuhi kriteria yang dipilih. Proses ini berlanjut sampai jumlah piksel dalam setiap perubahan kelas kurang dari ambang perubahan piksel yang dipilih atau jumlah maksimum iterasi tercapai.

Sumber : ENVI User's Guide

Selasa, 05 Februari 2013

Pemanggil Kegagalan


[Magnolia]
Sukses itu termasuk keindahan istimewa. 
Jangan biarkan kegagalan terus mengotorinya. Cegah dan hentikanlah ia.

Banyak orang pernah mengalami yang namanya kegagalan. Saya pun pernah mengalaminya. Tidak hanya sekali, tapi terjadi berkali-kali. Tapi itu tidak penting karena banyaknya kegagalan bukan untuk dibanggakan, tapi bisa bangkit dari kegagalan lalu bisa melesat cepat pada keberhasilan, itu baru hebat.

Yang belum merasakan, jangan senang dulu. Hehehehe. Karena kita sebagai manusia biasa tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi nanti bukan? Walau sedetik kemudian, kita tidak tahu karena ada banyak sekali kemungkinan dan kehendak Tuhan pastinya.

Boleh dicoba. Yang ingin GAGAL, silakan lakukan hal-hal di bawah ini :

1. Disorientasi niat dan kepahaman
Setiap perbuatan awali dengan niat yang baik. Kita sudah awali dengan niat baik, kita paham benar dengan apa yang harus kita lakukan. Lalu kita berada di jalan yang lurus. Apa yang terjadi jika kita melenceng yang kemudian dilanjutkan dengan kehilangan arah dan tak tahu jalan pulang? Ini, disorientasi.

2. Bersikap lalai
Kita tahu itu harus dilakukan, namun kita terlalu banyak mentolerir diri hingga akhirnya kita lupa dengan apa yang menjadi kewajiban kita. 

3. Bermalas-malasan
Beritahu saya, siapa orang sukses yang sukses karena dia bermalas-malasan menggapai kesuksesannya?

4. Stagnan
Mentok. Di situ-situ saja. Padahal zaman sudah berubah. Kondisi pun menjadi lebih kompleks. Tapi stagnan beda dengan prinsip lho ya, kawan...

5. Tidak mengindahkan instrospeksi
Kita renungkan mengapa kita bisa sampai saat ini terutama tentang kesalahan-kesalahan kita yang akan kita perbaiki. Kita jadi tahu dari mana akar masalahnya. Tapi, semua itu hanya sejenak. Ckckck.

6. Berlaku seenak jidat
Hidup itu ada aturannya. Tertulis maupun tidak. Tidak semua hal bebas kita lakukan. Di sini kita belajar hak dan kewajiban. Walaupun dalam kenyatannya itu bisa dikondisikan.

7. Memusingkan kepusingan
Dalam hidup, tentu masalah datang dan pergi sesuai keinginan kita atau pun tidak. Wajar memang kalau kita jadi merasa terbebani, tapi jangan berlarut-larut karena yang sebaiknya kita lakukan adalah mengurai benang kusut, memisahkannya, lalu menggulungnya dengan rapi satu per satu.

8. Tidak sadar diri
Kita harus sadar siapa kita, tanggung jawab kita apa, siapa yang membuat kita menjadi seperti saat ini, untuk apa kita melakukan ini semua.

9. Menutup telinga dari nasihat
Hati-hati, barangsiapa yang enggan mendengarkan nasihat, merasa panas dengan mendengarkan nasihat, itu pertanda hati kurang sehat. Ya, obati dengan obat hati yang 5 perkara.

Mungkin masih banyak lagi, namun pemanggil kegagalan yang saya sadari 9 hal adanya. Dan, wajarlah kita ketika pada suatu saat kita tidak sadar bahwa kita telah memanggilnya. Sebelum dia datang cegahlah, sebelum dia datang hentikalah. Cegah dan hentikan dengan menggunakan kesungguhan hati nurani dan meminta perlindungan dari-Nya...

Rabu, 23 Januari 2013

Dengar, Pahami, Lakukan


"Dengarkan semua yang orang katakan, pahami, tapi lakukanlah yang menurut kata hatimu benar. Karena nurani tidak pernah berbohong."

Konsisten



Just Kultweet ^^
19 Jan Viradhea Gita RL ‏@viradhea_grl


1. Bukan masalah sedikit/banyak, besar atau kecil, tapi kontribusi/amalan itu dilihat dari kekonsitenan dalam melakukannya. #konsisten

2. Bagi yang tua/muda, yang aktivis/akademisi #konsisten itu penting banget...

3. Bagus ketika mengawali, ketika prosesnya, juga ketika mengakhirinya #konsisten

4. Tetap berada di jalan yang seharusnya walau banyak godaan dan goncangan yang bisa membuat lengah/lalai #konsisten

5. Ketika sadar sudah melenceng, maka cepat2 kembali ke jalan yang benar #konsisten

6. Ada 4 prinsip yg perlu diperhatikan u/ menjaga kekonsistenan kita dalam berkontribusi/beramal #konsisten

7. Pertama, ketika ada peluang beramal baik bersegera u/ menyambutnya sebelum keduluan orang lain. #konsisten

8. Kedua, kesungguhan. Kontribusi perlu yg namanya pengorbanan, kawan.. #konsisten

9. Ketiga, berkesinambungan. Ia menjadi satu ruh yang menjiwai amalan tersebut berkualitas atau tidak.. #konsisten

10. Keempat, keseimbangan. Seimbang, tidak terlalu ekstrim ataupun menganggap remeh #konsisten

11. Nah, itu tadi 4 prinsip untuk menjaga kekonsistenan kita dalam beramal. Ada yg punya pendapat lain? #konsisten

12. #konsisten itu butuh keikhlasan dalam menjalaninya.

13. Kedisiplinan kita pun bisa terlatih dimulai dari #konsisten

14. Seseorang yang menekuni bidang pekerjaannya secara sepenuh hati, maka ia akan memperoleh apa yang diinginkannya. #konsisten

15. Ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur, dan jatuh. Ia berkata “LELAH” #konsisten

16. Ada yang lelah, tubuhnya penat, tapi semangatnya kuat. Ia berkata “LILLAH”. Krn Allah, mk akan ttp tenang. Bkn krn orang lain #konsisten

17. Pesen buat yg baru masuk organisasi nih. Buktikan komitmenmu kemudian #konsisten dalam berkontribusi, mk karyamu akan trs menginspirasi

Mencegah Itu Lebih Baik

Bila ada potensi gangguan, singkirkan sebelum berkembang! Karena kalo ngukur posisi, posisi harus selalu tetap. 
kena sedikit gangguan aja posisi bisa melenceng selamanya sehingga menyebabkan kekacauan data dan kerugian yg besar.

Kata-kata tersebut dikatakan oleh seorang dosen saat pertemuan terakhir kuliah Survey Satelit menjelang UAS lalu. Memang, hal itu benar ketika kita melihat dari perspektif pengukuran posisi suatu titik di permukaan bumi. Tapi ada sesuatu lain yang saya sadari ketika mendengarnya.

Dalam hidup ini, kita sering dihadapkan dengan perasaan bimbang, tak enak hati, juga terlalu toleransi. Wajar, karena itu manusiawi. Banyak sebabnya namun efeknya adalah penyesalan. Bila ada potensi gangguan, singkirkan  sebelum berkembang itu memang betul-betul harus dilakukan. Apapun yang menganggu pikiran, apapun yang kau anggap tidak baik, apapun yang kau prediksi nantinya akan menimbulkan kerugian, cut di awal! Sebelum itu membuatmu menyesal, sebelum itu membuatmu dibayang-bayangi oleh hal-hal negatif. Berat di awal, namun berlanjut pada proses dan hasilnya insya Allah akan melegakan hati.

Selasa, 01 Januari 2013

Hiduplah seperti Matahari


Matahari.... 
Dengan mengikuti perintah Pencipta-Nya, ia selalu hadir setiap pagi untuk menghangatkan, untuk menyinari, dan untuk memberi semangat pada dunia.


Hiduplah seperti matahari
Ia sebarkan kebaikan-kebaikan yang bermanfaat bagi seluruh makhluk di bumi Allah
Tanpa ada rasa pamrih, tanpa ingin mendapat pujian
Semua karena Allah

Pagi, saatnya ia membangunkan semesta.
Ia tularkan semangat positif untuk mengawali hari
Hari-hari yang luar biasa
Hari-hari yang istimewa

Sinarnya selalu menghangatkan
Bersama angin, ia bawakan lantunan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir
Dan itu tak akan terhenti kecuali dengan izin-Nya

Ia kerahkan segala potensi yang ada dalam diri
Selalu memberi walau tahu pada suatu saat ia akan dikeluhkan
Selalu menyinari walau tahu pada suatu saat ia tidak diindahkan
Ikhlas dan istiqomah untuk melakukan yang terbaik

Senyum indah pun terlukis pada wajah-wajah itu.
Wajah-wajah yang penuh kesungguhan, harapan, keoptimisan.
Mereka yang bersiap menghibahkan diri untuk umat
Mereka yang berusaha untuk tak mengenal lelah, keluh, gamang, gundah gulana
Mereka yang selalu bergegas dan bersiap untuk membawa perubahan untuk dunia

Tak ada rasa takut
Tak ada rasa gentar
Terus maju sampai habis batasnya, mati
Karena ia berani
Dan akan selalu begitu
Seperti matahari





2013
Mari lebih fokus, tata hati dengan lebih baik, perbanyak karya, lalu tebarkan inspirasi.
Let's create amazing things in our life ^___^

Senin, 31 Desember 2012

Janji

Harapan yang baik akan dikabulkan, janji yang baik akan ditepati. 
Insya Allah.


Aku ingat tentang perkataan seorang senior.
Kalau takut, jangan berani-berani.
Kalau berani, jangan taku-takut.

Tahun ini aku belajar bahwa ketika aku memulai sesuatu dengan sedikit saja keraguan, maka ketakutan akan terus membayangi sampai akhir. Padahal, aku tahu bahwa coba saja dulu aku memulainya dengan mantap hati, maka segala masalah yang datang akan bisa terantisipasi dan terselesaikan dengan baik, tentunya dengan kepala dingin.
Di sini, kalimat pertama sudah dilanggar ----- Kalau takut, jangan berani-berani.
Terlalu memaksakan diri akibatnya bisa fatal. Yap, tentunya berjuang dengan keterbatasan dan terlalu memaksakan diri adalah dua hal yang berbeda, bukan?

Aku tahu, bahkan sudah sangat tahu bahwa memilih adalah hal yang tidak boleh diremehkan. Apalagi hanya karena rasa tidak enak hati, hanya karena banyak sekali pertimbangan yang ternyata dapat menggoyahkan diri.
Padahal, ketika aku sudah memulai langkah awal, aku tidak boleh mundur lagi. Yang harus kulakukan adalah melanjutkannya sampai akhir.
Aku yakin, bahkan sudah sangat yakin bahwa apapun halangan yang ada selama perjalaanan ini, semuanya siap kuhadapi.
Aku berani...
Tapi lagi-lagi, ada saja terlalu banyak toleransi yang muncul di sana-sini. 
Aku tahu bahwa aku tidak boleh memikirkan diri sendiri. Aku harus memikirkan dirimu dan dirinya juga ----- diri kita semua. Namun, aku tak sadar kalau aku melupakan satu hal : seharusnya aku lebih mengerti tentang apa yang harus kulakukan dan apa yang tak perlu kulakukan.
Sering ku tak tegas, sering tak kudengar perkataannya, sering kumenolak apa yang sudah diteriakkan oleh sang hati nurani.
Tidak sadar akan mana yang benar, eh?
Aku masih takut-takut.
Kalau berani jangan takut-takut, aku telah mengabaikannya juga.

Belum lagi jika bicara mengenai FOKUS.
Ya ampun, bahkan hal-hal kecil bisa membuyarkan pada kefokusan terhadap hal-hal yang lebih subtil!
Sejak kapan aku pusing terhadap hal-hal yang sepele?
Padahal, coba saja fokus dengan apa yang kukerjakan pasti hasilnya lebih maksimal kan?
Sadar diri, sadar posisi, sadar potensi, sadar keadaan, sadar peluang.
Ternyata hanya perlu sedikit lebih peka kemudian fokus, fokus, dan fokus.
Fokus, tidak sulit untuk dikatakan namun juga tidak mudah untuk dilakukan.
Tapi jika bersungguh-sungguh pasti bisa, Insya Allah.

Miris? Mungkin saja benar, memang miris.
Kau merasa sudah lelah berjuang, tapi kau tak merasa bahwa ada karya yang kau hasilkan.
Hei! Dunia butuh pembuktian, bukan ucapan!
Kau sudah merasa benar, tapi semua menyalahkan.
Hei! Dunia itu cermin diri, maka lihatlah baik-baik!
Kau sudah berpikir jauh ke depan dan menentukan tahap demi tahap untuk mencapainya, tapi yang mendukung tak seberapa.
Hei! Ini dunia tempat berpijak, bukan langit!
Karena kurang sederhana, karena kurang dimengerti, makanya salah paham.
It's really complicated...

Tahun ini adalah tahun teguran.
Ya, aku merasa begitu banyak hal bodoh yang kuperbuat dan baru kusadari menghasilkan bola salju kesalahan yang sedemikian besarnya.
Menyesal?
Ya, setiap orang yang berbuat kesalahan wajib menyesal dan wajib memperbaikinya.
Bukankah Allah Maha Pemaaf? Bukankah setiap yang sudah rusak bisa diperbaiki? Well, walau tak akan kembali seperti semula, aku tahu.
Bersedih?
Oh tidak, aku tak boleh bersedih. Karena banyak juga pelajaran dan kenangan manis yang sudah terpatri dalam memori. Terima kasih, bukan bersedih.
Menangis?
Oh, ayolah. Dunia ini terlalu bahagia untuk ditangisi. Permohonan maaf, bukan menangis.

Terima kasih... 
Untuk pelajaran berharga yang tak tahu akan kudapat darimana kecuali dari sini.
Untuk suka duka yang kau beri.

Untuk nafas semangat yang kau hembuskan.

Untuk tali persahabat yang kau ikatkan.
Untuk semua kata yang mengisnpirasi.
Terima kasih, terima kasih untukmu karena masih bisa bertahan sampai sejauh ini, sampai akhir.

Maaf...
Jika duri kecewa lebih banyak kutebarkan daripada mengabulkan keinginanmu.
Jika terlalu banyak perbedaan dari yang kau kira.
Jika terlalu banyak luka yang kubuat.
Maaf, maaf, maaf...

Kita bukan waktu yang kita punya.
Tapi kita adalah amal yang kita lakukan. 

Setelah kesulitan ada kemudahan.
Allah tidak akan membebani hamba-Nya melebihi kesanggupannya.
Begitulah Allah berfirman dalam Al-qur'an dan firman Allah adalah benar.

Jika menjalani kehidupan ini adalah layaknya menulis buku. Maka setelah kita menyelesaikan satu chapter, akan ada lembaran kosong yang tersedia untuk kisah kita selanjutnya. Artinya, masih ada kesempatan untuk terus memperbaiki diri sampai hidup kita berakhir.

Karenanya...
Tahun depan, jika aku diberikan kesempatan lagi. Aku tidak akan main-main lagi karena hidup bukan mainan!
Lebih fokus, lebih telaten, lebih memberikan porsi lebih untuk kemanfaatan orang banyak tanpa lupa mengurus diri sendiri.
Lebih tanggung jawab.
Sudah cukup banyak pelajaran dan teguran jika terlalu banyak lalai dan pura-pura tidak peduli.
Aku bertekad tak akan mengulangi kesalahan di masa lalu dan sekarang.
Intinya, tahun depan adalah tahun penebus kesalalahan di tahun ini.

Bismillah...
Tahun 2013 harus lebih baik & lebih berani, aku janji. Insya Allah, PASTI BISA! 

Minggu, 30 Desember 2012

Achieve it!


Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu  lakukan.
Just dream, wake up, action, and pray!




  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers