RSS
Facebook
Twitter

Senin, 13 Februari 2012

Sadness Turning into Happiness

Tidak ada di dunia yang tidak adil.
Semua bisa mendapatkan bagiannya masing-masing.
Begitu pula dengan kesedihan dan kebahagiaan.


Ini hanya bagian dari siklus kehidupan.
Ya, percayalah!
Setiap orang tidak akan mengerti bagaimana rasanya bahagia.
Kecuali di tahu sakit dan menderitanya ketika mengalami kesedihan.

Kesempatan untuk memperbaiki itu selalu ada.
Dan Allah pun tidak ingin melihat hamba-Nya bersedih.
Lebih mulia ketika kita bisa tegar dengan segala goncangan yang menerpa.

Mata memang harus dibersihkan.
Namun bukan dengan air mata yang berlebih.
Segera hentikan tangis dan hapus air matamu, kawan.
Hujan sudah berhenti.
Awan mendung pun telah tersibak angin.
Yang ada sekarang adalah indah dan terangnya cahaya mentari.

Change your sadness to happiness.
Berbahagialah, maka dunia akan bahagia bersamamu!

"Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan
dan tempat kembali yang baik." [QS. Ar Ra'd : 29]



Shining like the sun,
Akabara Hikari

Warning : Jangan Ditiru!!!

GAGAL!
Gagal itu wajar dan memang manusiawi. Yap, semua orang pasti pernah merasakannya bukan? Termasuk saya pun pernah mengalami gagal.

Apa yang akan anda rasakan ketika gagal? Shock, sedih, marah, kecewa, meratapi, putus asa?
Dan... apa yang akan anda lakukan ketika gagal? Nangis kejer, guling-guling, salto, jedukin kepala ke tembok, bunuh diri atau hanya pura-pura mati?

Oke. Itu berlebihan, saudara-saudara! Eh, tapi benar lho. Banyak orang yang gagal lalu melakukan sesuatu yang tanpa disadari itu akan menyakitkan dirinya sendiri. Nggak apa-apa sih kalau seperti itu, asal barang sebentar saja dan tidak sampai berlarut-larut. ^^

Jadi, adakah tips untuk orang yang sedang mengalami "kegagalan"? Jawabannya, ada! Kalau versi saya, ini semacam studi case.

Untuk case-nya. Yowis, pakai punya saya sendiri aja. IP turun, semester kemarin 3,7 sekarang 3,09. (bukan mau ujub/pamer atau apa, ini buat diambil hikmahnya aja ^^)

Pertama, kita cari dulu penyebabnya apa. Kok bisa ya kayak gitu?
Kemungkinan penyebabnya :
1. Sibuk banget dengan kegiatan non akademis (organisasi, dll)? Nggak juga ah..
2. Gak belajar? Belajar tapi mungkin kurang efektif.
Nah ternyata, di sini kita temukan bahwa ada masalah dalam cara belajar.

Ngomong-ngomong tentang cara belajar, memangnya belajar efektif kayak gimana? Yang saya yakini adalah setiap orang memiliki cara belajar efektif masing-masing. Apa? Cara belajar efektif saya? Simple sih sebenarnya.

Tinggal datang ke ruang kuliah, duduk, perhatiin yang disampaikan dosen, ngobrol-ngobrol dikit sama yang di kanan/kiri/depan/belakang, lebih bagus kalau yang saya ajak ngobrol adalah teman yang mudah mengerti pelajaran (bisa ditanya). Well, saya nggak bisa benar-benar fokus di kelas kalau saya nggak ngobrol. Untuk posisi duduk, saya menghindari duduk paling depan karena kalau nggak bikin ngantuk, bikin nggak mudeng, atau bikin bosen dan akhirnya males ngikutin. Hehehe. Paling nggak suka belajar selain di ruang kuliah/kampus. Yeah, saya emang jarang belajar kalau di kos, kalaupun belajar, itupun hanya sebagai pengigat (muroja'ah). Tipe orang yang mengandalkan ingatan tentang perkataan, percakapan, dan peristiwa.
So, intinya ya saya harus bisa mudeng (walau nggak 100%) ketika keluar kelas. Sejak zaman baheula, saya mah begini kalau belajar dan lumayan ampuh. Hehehe. Oh ya, selain itu juga biar saya nggak mudah lupa, sangat tidak dianjurkan untuk terlalu banyak tidur dan banyak tertawa yang berlebihan.

Kenyataannya. Karena saya berpikir untuk keluar dari zona nyaman, saya mencoba untuk sering duduk di paling depan. Dengan dalih, paling depan bisa lebih fokus seperti kata beberapa teman. Padahal menurut saya sih, nggak ngaruh, justru kalau di paling depan itu, ya seperti yang saya jelaskan di atas. Hehehe. Terus, karena saya kurang bisa memenej waktu dengan baik, kurang perhatian sama kesehatan, jadilah banyak tidur. Padahal tidur 4jam/hari itu udah efektif. Dan, sepertinya terlalu banyak bercanda, banyak melakukan hal nggak penting dan memusingkan diri sendiri. Karena pusing dengan diri sendiri, jadinya sulit untuk fokus!

Yah, ternyata penyebabnya hanya berputar-putar dalam hal fokus! ^^

Jangan ditiru : Terlalu memaksakan diri!
Kitalah yang paling mengetahui apa yang baik dan yang dibutuhkan oleh tubuh kita, so jangan terlalu memaksakan.

Jangan ditiru : Terlena dengan sesuatu yang menarik hati tapi itu sebenarnya nggak terlalu penting dan malah merugikan diri sendiri.
Misalnya saja lupa waktu kebanyakan main game, baca komik, baca novel, ngerumpi nggak jelas, dll, dsj.

Jangan ditiru : Tidak bisa mengatur waktu dengan baik.

Terus, bagaimana kalau udah kayak begini?
1] Bersabar
2] Bersyukur karena kita nggak dapet yang lebih buruk dari ini.
3] Ingatlah bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
Dia tidak akan membuat hamba-Nya menderita kecuali ada maksud baik di dalamnya. Dia selalu tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan mungkin, kegagalan adalah cara yang tepat untuk saat ini agar kita bisa mengambil hikmah/pelajaran. Yakinlah bahwa kegagalan adalah salah satu cara-Nya untuk membuat hamba-Nya semakin cerdas secara akal dan hati. ^^
4] Yakinlah bahwa dunia tidak akan berakhir hanya karena kita gagal saat ini. :)
5] Walaupun kita sudah gagal, Allah masih memberi kita nikmat hidup bukan? Ini pertanda bahwa Allah masih memberi kita waktu dan kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Pergunakan kesempatan ini dengan baik.
6] Cheer up! Hidup kita akan terasa nyaman ketika kita senang iya kan?
7] Tetap semangat dan selamat berjuang, yeah! SemangKA! (Semangat Karena Allah)

Ambil yang baik ^^




With flamming spirit,
Akabara Hikari

Rabu, 04 Januari 2012

Never Ending Spirit for Learn!

Selamat datang 2012!
Well, dengan segala euforianya tahun 2012 akhirnya tiba. ^^

Tanggal 31 Desember malam pada setiap tahunnya seolah menjadi malam yang paling 'sakral' untuk menunggu kedatangan tahun baru. Bagi sebagian orang mungkin tidak penting atau biasa saja, tapi untuk sebagian lain ini adalah momen untuk berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup 2-3 bulan ke depan (tukang terompet, kembang api, dll). Dan biasanya kalau tahun baru, tepat pada tanggal 1 Januari pukul 00.00, beramai-ramai orang meniup terompet dan langit menjadi cantik bertabur kembang api. Alhamdulillah ya, yang niup terompet masih manusia. Gimana jadinya kalau yang ditiup adalah 'terompet'-nya Malaikat Israfil? Sudah siapkah kita jika itu terjadi?

Revolusi.
Yeah, menurut pengamatan saya nih ya, setiap berganti tahun banyak orang yang sesumbar ingin mengadakan revolusi diri. Mudah-mudahan beneran revolusi, bukan cuma di mulut aja. Revolusi diri yang kayak gimana? Tentu revolusi diri yang lebih baik dari 1 tahun yang baru saja berlalu. Evaluasi target tahun kemarin, baikkah? Tercapaikah? Setelah itu baru membuat targetan hidup baru di 2012 ini. Termasuk saya pun telah membuat targetan-targetan baru. Anda juga kan? Hm, hidup akan lebih tertata dan terarah jika kita sudah menentukan target. So, insya Allah nggak akan terlalu terombang-ambing dalam menjalani hidup.

Tahun ini tanggal 1 Januari jatuh pada hari Minggu alias hari libur. Jadi ya tidak terasa ada hari libur nasional. Apalagi hari Seninnya, yaitu tanggal 2 Januari saya langsung UAS! *Asikkk* Nggak kerasa ya, tahun ini adalah kelima kalinya saya UAS. Rasanya... Biasa aja, hehehe. UAS nggak usah dibikin pusing lah ya. Yang paling penting adalah usaha dari diri kita sendiri.

Soal sulit? Jauh dari prediksi? Hehehehehe. Itu mah sudah biasa terjadi. Jangan panik, itu kuncinya. Ambil hikmahnya, berarti kita harus lebih meningkatkan usaha belajar kita. Meratapi yang sudah terjadi itu sama saja dengan menyia-nyiakan waktu kita. Kan lumayan tuh bisa digunakan untuk mempelajari bahan ujian selanjutnya.

Cerita sedikit, kalau saya itu orangnya paling nggak suka yang namanya berada di ruang ujian lama-lama. Pengawasan Yang Di Atas benar-benar terasa melebihi pengawas ujian, sekalipun pengawasnya killer. Bukannya sombong, sok pintar, atau apa. Tapi karena dari dulu saya nggak suka sama suasana di ruang ujian. Untuk menyiasatinya, berarti saya harus belajar lebih giat lagi dan mempertajam otak untuk bisa memprediksi yang mana saja yang akan keluar di ujian. Tapi bukan lewat ramalan atau primbon loh! Hehehe.

Yang bernasib sama seperti saya, semangat belajar buat UAS! Semoga selalu dimudahkan, kerjakan soal sesuai dengan kemampuanmu, dan mendapat nilai yang terbaik. Say no to 'nyontek'! (Tidak menyontek = bersyukur atas kemampuan yang diberikan oleh-NYA, belajar jujur dan lapang dada).
Hasil itu akan mengikuti prosesnya. ^^

Sekali lagi, SEMANGAT!



With full and fire spirit,
Akabara Hikari ^^
  • Authoress

    Foto Saya
    Kuningan, Jawa Barat, Indonesia
    Seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
  • Hi, Friends!

  • Followers